
setelah sampai di apartemen miliknya, david tampak membawa sebuah paper bag di tangannya. entah di kemanakan nya paper bag lainnya yang jelas ia hanya membawa satu paper bag yang berisikan banyak sekali coklat.
Di ketuk nya pintu itu karena bel sebelumnya rusak, namun tak ada jawaban sama sekali. ia memegang handel pintu tersebut dengan tangannya, memutar nya hingga hal tak terduga muncul pintu itu terbuka dengan sendirinya.
" tidak di kunci" batinnya.
pemuda itu dengan perlahan membuka pintu dan memasuki apartemen milik Debby tanpa sepengetahuan sang pemilik. saat di dalam ia mengedarkan pandangannya menyapu bersih ruangan. matanya tak sengaja menangkap gadis cantik yang tengah berbaring meringkuk memeluk erat lututnya.
di lantai ada sebuah benda yang mengeluarkan bau yang sangat menusuk hidung nya. ia perlahan melangkah kan kaki nya mendekati kotak yang berwarna biru itu dan mengeceknya. pasti sangat menakutkan baginya pikir david saat membaca surat peringatan yang tergeletak di dekat kotak.
David kemudian mencari sebuah kantong plastik berwarna hitam dan memasukkan kotak berbau busuk itu ke sana serta langsung membuangnya ke luar.
masih di tempat yang sama, Debby yang sadar akan ada seseorang yang datang, ia berusaha untuk bangun dari tidurnya dan melihat ke sekelilingnya.
__ADS_1
"kotak itu tak ada lagi, tapi kemana perginya?" batinnya merasa takut. "apa orang itu datang lagi" debby menggigit jarinya ia sangat ketakutan. pasalnya seseorang misterius dengan menggunakan topeng yang sangat mengerikan kemarin malam datang ke balkon apartemen miliknya saat bertepatan lampu listrik padam. ia juga menunjukkan sebuah pisau tajam yang penuh dengan cucuran darah kearah Debby di bawah sinar rembulan yang membuatnya menjadi sangat terlihat jelas.
"ekhem" deheman seseorang dari belakang Debby yang tidak lain adalah david yang baru saja datang setelah membuang kantong plastik berwarna hitam tadi.
Debby kembali gemetar ia memeluk lututnya dengan erat ia takut, benar benar takut bahkan ia tak berani untuk menatap langsung, matanya terpejam dengan tubuh yang gemetar hebat.biasanya di saat ia tengah ketakutan ia akan memeluk ayahnya ataupun ibunya namun, karena mereka sekarang tidak ada di sisinya ia hanya bisa pasrah memeluk erat lututnya.
"jangan mendekat! aku tidak mau mati!" racau Debby mengeluarkan keringat dingin. " a..aku tidak mengenal dirimu, aku mohon jangan bunuh aku" sambungnya lirih.
"apa maksudmu? aku bukan pembunuh" ucap David dengan dingin serta datar.
Debby membuka matanya, mengenali suara itu dan menoleh ke arah belakang. mata nya yang membengkak serta bulatan hitam yang melingkari pinggiran matanya seperti burung hantu tertangkap oleh David.
"D.. David hiks... hiks..." Debby beranjak dari duduknya dan tiba tiba gadis itu berlari memeluk David dengan eratnya. "A...a..aku takut hiks.. hiks..." ucapnya tersedu-sedu tak tahu berapa lama ia telah menangis yang jelas ia sudah terlihat sangat pucat dan flek hitam sudah menghiasi wajah cantiknya.
__ADS_1
"a..a..aku melihatnya kemarin datang hiks... hiks.. m.. menunjukkan pisaunya pada ku hiks.. hiks" sambungnya dengan air mata yang kembali mengalir membasahi punggung David.
pria itu hanya bisa mengulurkan tangannya mengelus rambut debby yang tergerai acak acakan namun, terkesan cantik. sebenarnya ada rasa tidak rela di hatinya melihat gadis yang selalu ceria ini menangis seperti ini.
"tenanglah aku ada di sini" tiba tiba saja kata kata itu keluar dari mulut nya dan bisa membuat Debby menjadi sedikit lebih tenang namun ia masih sesegukan karena terlalu lama menangis.
Dengkuran halus mulai terdengar. pemuda itu meletakkan Debby dengan hati hati di kasur dan perlahan melepaskan pelukan nya namun, saat ia ingin beranjak dari tempatnya tangannya sudah terlebih dahulu di cekal oleh Debby.
siapa sangka ternyata gadis itu tidaklah benar benar tidur. ia hanya menenangkan diri nya dengan cara menutup mata nya. Gadis itu dengan mata yang berkaca-kaca mendongak menatap David.
"jangan meninggalkan ku, aku mohon hiks.. tinggal lah di sini untuk beberapa saat hiks.. aku sangat takut jika sendiri di sini hiks.."
David menghela nafas panjang, ia akhirnya menyetujui apa yang diinginkan oleh gadis itu setelah terdiam beberapa saat. "baiklah " jawab nya singkat.
__ADS_1