Debby'S Love Journey

Debby'S Love Journey
Ep 11


__ADS_3

Berujung di ruang BK, itulah yang dialami oleh gadis cantik ini. ia tidak di berikan toleransi sedikit pun oleh bu desi dan langsung di seret ke ruang BK, dalam hal ini memang debby lah yang bersalah. ia kerap kali tidur saat guru menjelaskan mata pelajaran nya. ia juga sering kali di berikan toleransi pada guru guru sebelum nya namun, ia masih saja mengulanginya.


"au.... au.... au.. sakit bu!" rengek debby yang telinga nya di jewer Sangat kuat oleh bu desi.


Debby terduduk diam di ruangan tersebut. ia memegang telinga nya memerah, kepalanya tertunduk namun, bukan berarti ia tak berani menatap ke arah guru BK di depannya ini. ia hanya malas melihat guru itu dan malah asik mengumpati guru yang telah menjewer telinga nya dalam hati.


"Debby! kamu tahu alasannya kenapa kamu di bawah kesini oleh bu desi ??" tanya bu Rika tegas, selaku guru BK disana.


"ya jangan ditanya! pastinya saya tahu lah" gumam debby yang masih menundukkan kepalanya sembari mengelus telinga nya dan tak lupa dengan nada mengejek nya.


"kenapa kamu jadi begini?? apakah karena ayah kamu donatur di SMA ini, kamu jadi bersikap seenaknya ??"


Debby mendongak menatap wajah guru di depannya. ia tidak merasa sama sekali memanfaatkan kedudukan ayahnya yang menjadi donatur terbesar di sini. ia hanya senang saja tidur saat guru sedang menjelaskan. ia sebenarnya hanya tidak ada motivasi saja untuk belajar dan hanya ingin bermain-main saja namun, apa boleh buat jika kelakuan nya itu bisa berujung ke ruang BK.


"setahu saya kamu itu adalah salah satu anak berprestasi di SMA ini debby! seharusnya kamu bisa mempertahankan prestasi kamu itu!! bukan malah menjadi berandalan seperti ini!! "


gadis itu hanya memutar bola matanya malas. guru ini sangat berisik pikirnya. Debby menguap mendengarkan ceramah dari gurunya itu, tangan nya menyangga dagunya matanya mulai redup tanda ingin tidur.


"setahun ini juga sudah banyak sekali laporan tentang kelakuan kamu yang sangat buruk!! mulai dari bolos jam mata pelajaran, kesiangan, tidur di kelas dan masih banyak lagi. jadi mau kamu itu apa?! mau ibu Laporkan ke papah kamu ia?!!" ucapnya sembari melihat berkas absensi kehadiran siswa.

__ADS_1


Debby yang mendengar papah nya di sebut sontak saja membuat nya berdiri kaget. " jangan dong bu, saya janji deh bakalan berusaha untuk berubah gimana?? tapi ibu jangan laporin saya ke papah ya bu! saya mohon".


Bu Rika yang mendapatkan respon yang sangat cepat itu langsung menyerngitkan alisnya. ternyata anak di depannya ini masih ada kelemahannya yaitu ayahnya.


"bu jangan ya! Debby mohon sama ibu selaku mama kedua saya jangan di laporin ke papah ya!" ucapnya dengan wajah yang melas.


guru BK tersebut hanya bisa menghela nafasnya pasrah. " baiklah! tapi sebagai gantinya kamu harus hormat di tiang bendera sampai jam istirahat ke dua selesai!!". "tapi bu..." ucapan Debby kali ini terpotong. "tidak ada tapi tapian!! cepat laksanakan perintah saya!! atau kamu saya laporkan pada papah kamu!!" tegas Bu Rika tidak bisa di ganggu gugat.


gadis itu akhirnya pasrah dan melangkah kan kaki nya keluar dari ruang itu menuju kelapangan. Debby berdiri menghadap ke arah tiang bendera di depannya tak lupa ia mengangkat tangan kanannya melakukan hormat bendera. sebenarnya ia tidak akan melaksanakan hukuman nya namun, bu Rika memantaunya sedari tadi di ujung kelas dan mengisyaratkan bahwa akan menelfon ayahnya jika ia tak mau melaksanakan hukuman yang di berikan.


matahari kini serasa sudah ada di atas kepalanya padahal saat ini masih pukul 9.45 pagi. peluhnya mengalir membasahi pipinya, kepalanya panas serta tenggorokannya terasa sangat kering. pertahanannya seakan akan goyah ingin rasanya ia lari dari sana dan pergi ke kantin namun, guru BK itu masih saja memantaunya sedari tadi.


tak lama akhirnya guru itu kembali ke ruangan nya yang tentu saja ini adalah kesempatan yang baik untuk Debby melarikan diri.


"huh akhirnya guru sialan itu pergi juga" Debby menghela nafas lega, ia berlari dari tengah lapangan menuju ke tepian dan berjalan ke arah kantin sekolah yang masih sepi.


"bu tuti Debby datang!!" teriaknya penuh semangat.


"eh ada non debby, tumben non jam segini sudah ke kantin bukannya jam istirahat masih beberapa menit lagi non??".

__ADS_1


Debby mengangguk, mengambil sebotol air mineral di depannya. ia meneguknya sampai kandas tak tersisa sama sekali yang sontak saja membuat ibu kantin di depannya melotot kaget.


"astaga non! non udah gk minum berapa Minggu non??" tanya bu tuti kaget.


Debby hanya bisa tersenyum lebar memamerkan gigi putihnya yang berbaris rapi dengan gingsul lancipnya yang menambah keelokan paras nya. ia memang sangat lah dekat dengan ibu tuti sebab debby adalah pelanggan setianya tak hanya itu ibu tuti adalah orang yang humoris dan juga ramah tak jarang banyak sekali siswa menyukainya.


"ya ampun non jangan senyum, non manis banget kalo lagi senyum bisa bisa ibu tuti suka lagi sama non"


"ya ampun bu tuti bisa aja. Debby itu enggak manis bu tapi asin" debby tertawa di ikuti bu tuti yang sedang mengelap piring yang baru saja ia cuci.


"bu debby laper nih".


"yaudah ibu bikinin seporsi nasi uduk mau??".


Debby menggeleng ia teringat akan bekal yang di berikan oleh david tadi pagi. ia tidak ingin mengecewakan David yang telah baik kepada nya dan mau repot-repot memberikan nya bekal makan siang. ia memutuskan akan memakannya setelah jam istirahat ke dua tiba.


"enggak deh Bu Debby tadi pagi bawa bekal sayang kalo enggak dimakan, mubazir".


"ia benar sekali jika membuang makanan itu mubazir!! tapi jika tidak melaksanakan hukuman itu apa tandanya??" ucap seseorang dan langsung menjewer telinga debby sangat kencang hingga memerah yang sontak saja membuat sang empunya menoleh.

__ADS_1


gadis itu membulat kan matanya, ia tak menyangka bahwa yang menjewer nya adalah Bu Rika. bukankah dia tadi sudah pergi ke ruangan nya pikir Debby. beberapa saat yang lalu, saat Debby pergi ke kantin ternyata ibu Rika tidak benar-benar keruangan nya. ia kembali untuk memastikan bahwa Debby tidak kabur dari hukumannya namun, saat ia sampai di lapangan Debby ternyata sudah tidak ada di sana.


__ADS_2