Delisanya Abimanyu (Cinta & Harta)

Delisanya Abimanyu (Cinta & Harta)
Delisanya Abimanyu


__ADS_3

14 🌹


" Kenapa kamu tersenyum? Kamu kan tadi hubungin aku katanya mau ada yang ingin kamu bicarakan padaku."


" Aku hanya bercanda aja, tidak ada kok yang ingin aku bicarakan padamu, aku cuma ingin mengganggu kamu aja tadi.'


Delisa menghela nafasnya dengan panjang, sembari menatap sesaat ke arah sahabatnya, dia tidak bisa berpikir jernih apakah nanti memang benar-benar hanya mengganggunya saja atau ada yang memang ingin dibicarakannya pada Delisa.


" Udah aku pulang dulu ya, nanti kalau kamu perlu apa-apa kamu bisa menghubungi aku." Ucapnya dianggukan oleh Delisa, Ranti pun kemudian berdiri dari duduknya dan melangkah menuju ke arah pintu utama rumah Delisa, sembari diiringi dengan tatapan mata Delisa yang tidak tahu arah tatapan mata itu benar-benar melihat langkah Ranti meninggalkannya atau berbalut dengan rasa kesedihan yang dirasakannya.


Ranti tidak ingin menceritakan semuanya kepada Delisa, karena dia masih dalam keadaan bersedih tapi kenapa begitu cepat Gaje pergi dari rumahnya tanpa pesan seperti yang diceritakan oleh Delisa padaku, Gaje tidak mungkin secepat itu dia mendapatkan ingatan yang hilang dan tidak sedikitpun dia berterima kasih atau berbicara pada Delisa, ini membuatku aneh! Apakah terkaanku tentang dia benar? kalau sebenarnya dia hanya numpang beberapa hari saja bersembunyi dari kejaran orang-orang di luar sana yang memiliki masalah dengannya, setelah diketahui oleh musuhnya ataupun orang yang memang mencari dirinya itu, makanya dia pergi begitu saja, ini penuh misteri. Tapi kasihan Delisa dia sepertinya sudah jatuh cinta pada si Gaje yang tidak tahu siapa nama sebenarnya itu." Gumamnya sembari membuka pintu rumahnya sendiri dan masuk ke dalam rumahnya tersebut.


Delisa menatap ke arah ponselnya dia kemudian membuka galeri yang ada di dalam ponselnya tersebut dia memperhatikan satu persatu foto bersama dengan Abimanyu, karena beberapa hari Abimanyu berada di rumahnya itu dia melakukan aktivitas bersama dari bersih-bersih rumah, memasak dan saling bercerita serta mengabadikan sebuah video pembuatan kue berdua, keceriaan rasa senang pun dirasakan oleh Delisa dan Abimanyu kala itu.


Delisa menghela nafasnya dengan panjang dia kemudian berdiri dari duduknya, dia masuk kedalam kamarnya Delisa meletakkan tasnya di atas bekas kecil yang ada tidak jauh dari tempat tidurnya tersebut, dia kemudian mengambil notebooknya dan menghidupkannya.


Delisa pun kemudian mencari-cari lamaran pekerjaan. Karena Dia memutuskan ingin berhenti dari Ekspedisi di mana tempat dia bekerja tersebut.

__ADS_1


Delisa mencari lowongan pekerjaan yang tidak berada di kotanya itu.


Namun sayangnya tidak ada yang mengiklankan lowongan pekerjaan, lagi-lagi dia pun menghela nafasnya dengan dalam dan merebahkan tubuhnya di ranjang tempat tidurnya, dia menutup sebagian wajahnya dengan guling dan menaruh kedua tangannya di atas guling tersebut.


" Seandainya ada lowongan pekerjaan yang ada di luar kota, aku akan mencoba bekerja di sana, sejenak aku akan melupakan Gaje, sebab tidak mungkin Gaje akan mengingatku lagi, memori yang ada di ingatan Gaje akan hilang tentangku, dia akan kembali dengan memorinya yang dulu." Gumamnya di dalam hatinya sembari menghela nafasnya dengan dalam.


" Oh ya, aku akan hubungi Novi teman onlineku yang ada di luar kota, aku lupa meminta nomor ponselnya, tapi seingatku aku pernah chattingan dengannya." Ucapnya berbicara pelan, kemudian dia bangun dari duduknya dan menghapus sisa air matanya, karena sempat lolos dari bening bola matanya itu.


Delisa kemudian membuka emailnya melalui notebook pribadinya itu, dia memeriksa beberapa percakapan yang masuk beberapa bulan lalu di dalam emailnya yang memang dia tidak ingin menghapusnya.


Dia pun kemudian memeriksa satu persatu pesan tersebut, Namun matanya terkejut karena ada satu pesan ada di dalam emailnya itu.


Melihat tanggal masuk email itu dan dia pun terkejut karena email yang masuk itu baru beberapa hari yang lalu, kemudian dia pun mengingat tanggal email masuk itu.


" Sepertinya bertepatan dengan Gaje yang berada di rumahku ini." Gumamnya kemudian dia pun membaca email tersebut yang berisi tentang seseorang yang menyetujui perintah seseorang.


" Coba aku kirim pesan melalui email ini." Ucapnya.

__ADS_1


Kemudian dia pun mengirim pesan kepada email tersebut yang masuk di email pribadinya itu.


Delisa menunggu beberapa saat namun tidak ada balasan dari email itu.


Dia pun kemudian menonaktifkan notebooknya sembari menghela nafasnya lagi dengan dalam, kemudian iya pun keluar dari kamarnya, dan saat dia melintasi kamar yang sering digunakan oleh Abimanyu, Dia kemudian membuka pintu kamar tersebut dan masuk ke dalamnya.


Rencana Delisa hendak merapikan kamar tersebut dan mengganti alas kasur yang sudah digunakan oleh Abimanyu.


Saat dia melepas alas kasur tersebut dia terkejut ada sebuah kantong kresek yang terlipat begitu rapi, dia pun kemudian duduk di bibir ranjang besi milik almarhum kedua orang tuanya itu, dia perlahan membuka kantong kresek berwarna hitam tersebut.


" Apa ini? apakah ini barang kepunyaan Gaje?" g


Gumamnya sembari membuka ikatan kantong itu, saat dibuka dia terkejut melihat beberapa lembar uang ratusan berada di dalam kantong kresek berwarna hitam itu.


" Uang? Uang siapa ini? a


Apakah ini uangnya Gaje, tapi dia dapat dari mana uang sebanyak ini ? apa mungkin uang ini memang sengaja ditinggalnya di dalam kamar ini, setelah keluarganya menemukan dirinya berada di rumah ini, dan dia juga sudah mengingat kembali siapa dirinya. Apakah ini uang untuk tanda dia berterima kasih padaku, kalau memang iya, dia memang sangat keterlaluan! Aku tidak ingin dia berterima kasih melalui uang seperti ini, aku ikhlas menolongnya! Aku tidak mengharapkan pamrih! Kalau memang dia bertemu dengan keluarganya aku bersyukur, tapi tidak dengan caranya seperti ini, seharusnya dia dan keluarganya menghubungi aku, aku merasa kecewa dengan Gaje!"

__ADS_1


Kemudian uang itu pun dia ikat kembali seperti semula dan dia taruh di laci meja kecil yang tidak jauh dari ranjang tidur tersebut, kemudian dia melanjutkan aktivitasnya untuk mengganti alas kasur dan bantal guling yang ada di dalam ruangan kamar tersebut, kemudian dia pun membuka lemari baju yang sering digunakan oleh Abimanyu, baju milik almarhum Ayahnya,Abimanyu memang di persilahkan untuk memakai baju yang ada di lemari tersebut, lagi-lagi dia terkejut karena di dalam lemari baju tersebut ada sebuah parfum bermerek yang sangat mahal sekali.


" Parfum? Punya siapa ini? Apakah ini milik Gaje juga? Tapi dia tidak pernah menggunakan parfum ini, bila berdekatan denganku, atau pun berada di rumah ini, karena saat dia datang ke rumah ini juga tidak membawa apapun selain baju yang dia kenakan kala itu." Ucap Delisa sembari memegang parfum tersebut dan duduk di bibir ranjang kembali.


__ADS_2