Delisanya Abimanyu (Cinta & Harta)

Delisanya Abimanyu (Cinta & Harta)
Delisanya Abimanyu


__ADS_3

32🌹


Keesokan harinya mereka berdua pun memenuhi panggilan dari pihak yang berwajib untuk dipintai keterangan atas kejadian tadi malam yang sudah menimpa mereka, terutama Delisa.


Beberapa jam berada di kantor polisi, setelah mereka memberikan keterangan yang tepat dan dinyatakan bersalah pihak dari Rehan dan Syarif, Ibu Henny yang datang ke kantor polisi itu pun merasa sedih karena kedua anaknya sudah resmi menjadi penghuni hotel prodeo dengan kejahatan yang mereka lakukan.


Delisa dan Abimanyu pun melangkah menuju ke arah mobil pribadinya, namun Ibu Henny memanggilnya.


" Abimanyu...," Abimanyu pun menoleh ke arah suara terlihat Ibu Henny melangkah mendekati mereka.


" Abimanyu.. Mama mohon padamu bebaskanlah mereka."


" Maafkan aku, aku tidak bisa membebaskan mereka, karena perbuatan mereka yang sudah sangat keterlaluan itu, Aku sudah memberikan peringatan kepadanya agar tidak menyentuh calon istriku, tapi mereka tidak menggubris omonganku, di samping itu dia sudah menculik calon istriku tanpa berpikir kedepannya, lagi pula calon istriku tidak tahu permasalahan tentang keluarga kita, tapi mohon maaf aku tidak bisa untuk membebaskan mereka, biarkan mereka mempertanggungjawabkan perbuatan mereka itu." Ucapnya sembari meninggalkan Ibu Henny dan memasuki mobil pribadinya itu, beberapa saat kemudian mobil itu pun meninggalkan Ibu Henny yang hanya terpaku berdiri seorang diri, dia tidak bisa berbuat banyak dan dia juga tidak bisa melakukan apa-apa untuk kedua anaknya itu, dia pun kemudian berjalan menuju ke arah depan kantor polisi dan memberhentikan sebuah taksi, Ia pun meninggalkan kantor polisi menuju ke arah rumahnya, saat dia sampai di depan rumahnya dia melihat sebuah mobil berada di rumahnya itu, tidak lain dan tidak bukan mobil itu adalah milik menantunya istri dari Rehan dan istri dari Syarif. Dia pun cepat-cepat melangkah menuju ke arah teras di mana kedua menantunya itu berada.

__ADS_1


" Kalian berada di sini? Ada apa?"


" Karena kami sudah mengetahui kejahatan dari suami kami dan sekarang suami kami berada di hotel prodeo gratis, kami berdua berinisiatif untuk berpisah dengannya, dan aku juga tahu kalau Mas Rehan berselingkuh di belakangku, aku tidak bisa memaafkan lagi, aku sudah mengajukan perpisahan kami di pengadilan ucap istri Rehan.


" Aku juga akan mengurus perpisahan kami dengan Mas Syarif." Lanjut istrinya Syarif.


Kemudian mereka berdua pun meninggalkan Ibu Henny yang hanya terdiam tanpa sepatah kata sama sekali, melihat kedua menantunya itu meninggalkan rumahnya tersebut, dia pun langsung lemas duduk di kursi depan rumahnya itu.


Ibu Henny itu terdiam lama, hampir berjam-jam dia terdiam, sampai sebuah taksi pun berhenti di depan rumahnya, Bu Henny tidak menyadari siapa yang datang, dia hanya menatap kosong karena pikirannya penuh dengan kekalutan tentang kedua anaknya dan kedua menantunya itu.


Saras melangkah mendekati Mamanya tersebut, kemudian dia pun memanggil namanya.


" Mama..." Panggil Saras, namun Ibu Henny tidak menghiraukan panggilan Saras, dia hanya menatap kosong jauh ke alam bebas.

__ADS_1


" Mama tidak sendirian, masih ada Saras disini, mama akan bersama dengan Saras, Saras sudah tahu semua yang terjadi pada Kak Rehan dan Kak Syarif, Saras akan menemani Mama selamanya." Ucapnya, namun Ibu Henny hanya terdiam, dia tetap dengan tatapan kosongnya, dia tidak menggubris apapun ucapan dari Saras, Saras tahu Mamanya pasti syok dengan keadaan yang sudah menimpa keluarganya, Saras pun kemudian meraih tangan Mamanya tersebut, kemudian dia pun berusaha mengajak Mamanya berdiri.


Bu Henny hanya mengikuti saja ajakan anaknya, namun dia tidak sama sekali ada kata-kata keluar dari mulutnya, dia hanya terdiam dengan tatapannya masih tatapan kosong itu, dia melangkah terus menuju ke arah ruang tengah rumahnya, Bu Henny pun duduk di sofa tanpa ada sepatah kata sama sekali, kemudian Saras menghubungi Abimanyu.


Setelah berbicara sesaat dengan Abimanyu, Saras pun kemudian mengambilkan air minum untuk sang Mama, namun Ibu Henny masih tidak sama sekali bersuara, dia hanya mengekspresikan diam dan tatapan matanya semakin kosong seperti tidak ada harapan untuk hidup, beberapa saat kemudian mobil Abimanyu pun memasuki halaman rumah Ibu Henny, Dia turun dari mobil bersama dengan Delisa, mereka berdua melangkah menuju masuk ke dalam rumah itu, dia melihat Ibu Henny yang terdiam dengan tatapan kosongnya itu serta ekspresi wajahnya yang sedih, Abimanyu kemudian berbicara sesaat dengan Saras lalu Abimanyu pun menghubungi dokter pribadinya, satu jam mereka menunggu mobil dokter pribadi dari keluarga Prakash pun datang, dokter itu turun dari mobilnya dan melangkah menuju ke arah dalam disambut oleh Abimanyu, kemudian dokter pun memeriksa keadaan dari Ibu Henny dan ternyata Ibu Henny mengalami depresi berat, Dia kemudian diberikan suntik penenang agar dia bisa tidur, Kemudian dokter pun menjelaskan kepada Abimanyu tentang keadaan dari Ibu Henny, setelah Abimanyu mendengarkan penjelasan dari dokter pribadi keluarga Prakash, Abimanyu dan Saras pun memahami apa yang dikatakan oleh dokter tersebut, kemudian dokter itu pun berpamitan dengan mereka dan meninggalkan rumah kediaman Ibu Henny.


" Kakak, Saras akan menemani Mama di rumah, Saras akan merawat Mama sampai sembuh dari depresinya ini."


" Baiklah, kalau itu mau kamu, Kakak cuma ingin mengatakan kalau dalam waktu dekat ini kakak akan melangsungkan pernikahan dengan Delisa."


Saras tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Saras senang, Kakak sudah menemukan jodoh terbaik untuk kakak, doa Saras semoga Kakak bahagia selalu, Saras akan datang di saat hari pernikahan kakak." Uapnya dan dianggukkan oleh Abimanyu, Kemudian mereka pun berpamitan meninggalkan rumah kediaman keluarga Ibu Henny, beberapa saat kemudian mobil Abimanyu pun meninggalkan kediaman rumah keluarga Ibu Henny menuju ke arah kantor Delisa, untuk Delisa bertemu dengan Pak Bosnya karena Delisa hari ini akan berhenti dari pekerjaannya.

__ADS_1


__ADS_2