Delisanya Abimanyu (Cinta & Harta)

Delisanya Abimanyu (Cinta & Harta)
Delisanya Abimanyu


__ADS_3

28🌹


" Karena aku sudah janji dengan seseorang."


" Siapa? Kenapa kamu tidak bilang padaku, kamu sama aja menghukum Aku selama ini, aku sudah mengatakan kepada kamu kalau aku memang menyukai dan menyayangi serta mencintai dia."


" Tapi kalau kamu memang mencintai dan menyayangi serta menyukai dia, kenapa kamu suruh dia pergi Delisa...."


" Aku juga tidak tahu, aku.... Delisa menghela nafasnya dengan panjang dia tidak melanjutkan bicaranya tersebut, namun dia berbicara yang lain.


" Kamu berjanji dengan siapa?"


" Romi..."


" Romi siapa?" Tanya Delisa sembari menatap kearah Ranti.


" Romi adalah orang kepercayaan Abimanyu, aku bertemu dengannya disaat dia berkunjung ke tempat kerjaku..." Ranti pun Kemudian menceritakan awal mulanya dia bertemu dengan Romi dan beberapa kali dia bertemu, mereka pun kemudian mengikrarkan janji cinta mereka berdua.


" Aku memang tidak mengatakannya padamu, karena aku tidak tahu kalau Romi itu adalah orang kepercayaan Abimanyu, dia juga mengatakan padaku semua perasaan Abimanyu padamu, Awalnya aku ingin mengatakan semuanya padamu tapi Romi mengatakan kalau aku tidak boleh mengatakannya pada kamu terlebih dahulu, sebelum Abimanyu sendiri yang datang dan mengatakannya yang sejujurnya padamu."


" Astaga... Kenapa aku tidak mengakui kalau aku memang menyayangi dan mencintainya, kenapa aku tidak jujur pada diriku sendiri, Aku harus bagaimana?"


" Kamu jangan bersedih, Aku akan menghubungi Romi." ucap Ranti, kemudian dia pun mengambil ponselnya yang ada di dalam tasnya tersebut, dia menghubungi Romi namun sayangnya nomor ponsel Romi tidak aktif, dia kemudian menatap ke arah Delisa, lagi-lagi dia mencoba memanggil Romi, namun lagi-lagi ponsel Romi tidak aktif.


" Apakah kamu tahu nomor Abimanyu?" Tanya Delisa, Ranti pun menggeleng kepalanya.


" Bagaimana kalau kita menemuinya di rumahnya? kamu tahukan rumahnya?" Ajak Ranti.


" Ya aku tahu rumahnya."


" Ya udah sekarang ayo kita berangkat, kita gunakan motorku aja." Ucap Ranti, kemudian Delisa pun bergegas menuju ke arah kamarnya mengambil ponselnya dan dia pun langsung keluar dari rumahnya tersebut dan menutup pintu rumahnya itu, dia pun kemudian melangkah menuju ke arah rumah kontrakan Ranti, beberapa saat kemudian mereka pun meninggalkan rumah kontrakan Ranti menuju ke arah rumah Abimanyu.

__ADS_1


" Ada hubungan apa Abimanyu dengan wanita itu?" Gumam seseorang yang masih berada tidak jaih dari rumah Delisa, karena sejak tadi dia mengawasi rumah tersebut di saat Abimanyu ke rumah Delisa.


" Lebih baik aku akan mengikutinya, karena mungkin itu pasti orang yang sangat dicintai oleh Abimanyu, Aku tidak ingin Abimanyu bahagia!" Ucapnya, siapa lagi kalau bukan Rehan saudara tiri Abimanyu.


Ranti terus melajukan kendaraan tersebut menuju ke arah rumah Abimanyu dengan arahan Delisa yang duduk di belakangnya, namun di pertigaan jalan mereka mencurigai sebuah kendaraan yang mengikuti mereka.


" Delisa! Kamu lihat mobil yang ada di belakang itu, bukankah mobil itu berada tidak jauh dari depan rumah kamu."


" Iya! Aku tahu, tapi aku tidak tahu kalau itu mobil sejak kapan berada dekat rumah aku."


" Sepertinya dia mengikuti kita."


" Benar! Apa kata kamu itu, Tapi siapa dia? apakah ada hubungannya dengan Abimanyu?" Tanya Delisa.


" Aku juga tidak tahu, apakah itu ada hubungannya atau tidak."


" Tapi kalau seandainya ada hubungannya dengan Abimanyu, saat Abimanyu keluar dari halaman rumahku mobil itu pasti sudah meninggalkan rumahku mengikuti Abimanyu, tapi seakan-akan dia mengawasi rumahku jangan-jangan itu adalah orang suruhan dari Abimanyu? untuk terus mengawasi aku." Ucap Delisa.


" Biar aja, kita lihat dia sampai di mana mengikuti kita." Ucap Ranti dianggukan oleh Delisa.


" Ikut denganku!!" Ucapnya.


" Hey! Lepaskan aku! Aku tidak kenal denganmu! Siapa kamu!! Kenapa kamu bisa ingin membawa Aku! Siapa kamu sebenarnya!!"


" Kamu tidak perlu banyak tanya! Karena kamu adalah kunci dari kekalahannya Abimanyu!!" Ucapnya terdengar sedikit keras bersuara.


" Hei kenapa kamu membawa Delisa!"


" Diam kamu! Kalau kamu masih bersuara aku akan melenyapkan kamu!"


Tolong!....Tolong!..." Teriak Ranti, namun Rehan langsung mendorong kendaraan Ranti dan mengenai tubuh Ranti tanpa bisa dihindari oleh Ranti dia pun terjatuh bersama dengan kendaraannya itu, Rehan membiarkan Ranti terjatuh.

__ADS_1


" Ranti! kamu tidak apa-apa!!" Delisa hendak meraih motor Ranti, namun Delisa tidak bisa meraih kendaraan Ranti dan dia pun ditarik dengan sedikit ka*sar oleh Rehan, dan membawa masuk ke dalam mobilnya, beberapa saat kemudian mobil itu pun meninggalkan Ranti yang terjatuh di jalan karena dorongan Rehan tersebut, dia tidak bisa berdiri karena kakinya tertindih motor pribadinya itu, namun dia sempat mengabadikan kendaraan dan nomer mobil Rehan diponsel genggamnya, dia kembali menghubungi Romi dan alhasil ponsel Romi pun berdering Romi yang memang baru saja mengaktifkan nomor pribadinya itu pun terkejut melihat beberapa panggilan masuk ke dalam ponselnya yang tak lain adalah panggilan dari Ranti, setelah ponselnya berdering dan melihat pemanggilnya, Romi pun langsung menjawab panggilan dari Ranti.


" Ya sayang ada apa? Maafkan aku..."


" Nggak usah kamu menjelaskan kenapa ponsel kamu tidak aktif, tolong kamu segera ke jalan jeruk, aku sendirian terjatuh di motor dan parahnya lagi Delisa diculik seseorang."


" Apa ??"


" Cepatlah Sayang! Aku sendirian di sini, aku tidak bisa berdiri karena motor pribadiku jatuh tepat di kakiku."


Mendengar ucapan itu pun Romi bergegas keluar dari kamarnya.


"Sayang! Jangan putuskan bicara kamu, bicaralah terus biar aku bisa mengetahui di mana kamu berada dan kondisi kamu berada disana sampai aku datang." Ucap Romi.


" Ya...Aku akan selalu bicara."


Namun bukannya bicara Ranti malah bernyanyi karena dia di tengah jalan itu sendirian, ada rasa takut dan ada rasa tidak percaya karena terjadi padanya musibah itu.


Delisa yang berada di dalam mobil itu pun meronta ingin keluar.


" Keluarkan Aku dari mobil ini, aku tidak kenal denganmu, aku tidak ada hubungan denganmu. Kenapa kamu mau menculik aku seperti ini, cepat kembalikan aku dengan sahabatku."


" Bisa diam nggak kamu!! Jangan terlalu banyak bicara! Kalau kamu masih banyak bicara aku akan melempar kamu dari mobil ini."


Delisa pun terdiam di dalam hatinya dia berdoa tidak henti-hentinya agar Ranti tidak apa-apa karena jalan itu sudah sepi.


" Ya Tuhan! Lindungi sahabatku." Delisa tidak bisa memikirkan yang lain selain Ranti sang sahabat, kemudian dia pun menoleh ke arah Rehan yang fokus menyetir itu, Rehan pun menghubungi Syarif sang kakak.


" Ya Rehan ada apa ?"


" Ke tempat biasa ya kak, karena ada perihal yang sangat penting."

__ADS_1


" Baiklah, aku akan segera ke sana."


" Ternyata dia menghubungi kakaknya, ada apa kenapa aku yang menjadi korbannya siapa dia." Ucapnya dalam hati Delisa, dia pun melirik sesaat ke arah Rehan yang masih dengan fokus menyetir kuda besinya itu.


__ADS_2