
26 🌹
Tepat jam 07.00 malam Abimanyu melajukan mobilnya menuju ke arah kediaman rumah Delisa, namun Abimanyu tidak menyadari sebuah roda dua mengikutinya dari belakang, Abimanyu mengira kalau orang itu hanyalah kebetulan saja berada di belakang kendaraannya, Abimanyu pun terus saja melajukan mobilnya itu. Beberapa saat kemudian Abimanyu sampai di jalan menuju ke arah rumah Delisa, Abimanyu pun menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Delisa.
Delisa yang berada di dalam kamar itu pun tidak menyangka kalau di depan rumahnya sudah terparkir mobil milik Abimanyu yang dikenalnya sebagai Gaje. Abimanyu turun dari mobilnya dan mengetuk pintu rumah Delisa, beberapa kali Abimanyu mengetuk pintu itu Delisa masih tidak mendengarnya, karena Delisa larut dalam pikirannya sendiri, Abimanyu pun kemudian lagi-lagi mengetuk pintu rumah Delisa, barulah Delisa tersadar karena ketukan Abimanyu itu tidak berhenti, Delisa keluar dari kamarnya dan menuju ke arah pintu rumahnya tersebut. Dia membukanya namun dia tidak melihat Abimanyu itu, Delisa merasa heran melihat sebuah mobil terparkir di depan rumahnya itu.
" Mobil siapa ini ? Kenapa dia parkir di depan rumahku." ucapnya, dia menengok kiri dan kanan namun saat dia hendak masuk ke dalam rumahnya dia pun di panggil oleh Abimanyu.
" Delisa!" Abimanyu yang berada di samping tiang itu pun keluar dan langsung menatap ke arah Delisa.
Delisa hampir tidak percaya kalau di hadapannya itu adalah seorang lelaki tampan yang sudah beberapa waktu itu mengganggu pikirannya.
" Gaje!" Ucapnya.
Abimanyu tersenyum, dia langsung masuk ke dalam rumah Delisa, Delisa pun hanya berdiri di teras rumahnya tersebut, karena dia tidak menyangka lelaki yang selalu dirindukannya itu pun datang ke rumahnya.
" Aku tidak percaya Gaje masih ingat denganku."
Dia kemudian menatap ke arah mobil Abimanyu.
" Perkiraanku tidak salah Gaje memang orang yang berada." Ucapnya pelan.
__ADS_1
" Delisa, masuklah, kenapa kamu berdiri di teras itu? kamu pikir aku tidak ingat sama kamu? Kamu salah Delisa, aku selalu mengingat kamu, masuklah... Ada yang ingin aku bicarakan dengan mu Delisa."
Delisa pun kemudian melangkah masuk dengan pintu masih tetap terbuka lebar, dia kemudian duduk di hadapan Abimanyu dengan menundukkan kepalanya karena Delisa tidak menyangka akan bertemu dengan lelaki yang sudah beberapa waktu meninggalkan rumahnya itu.
Abimanyu menatap Delisa, namun Delisa tidak sama sekali menatap ke arahnya, karena dia belum merasa yakin, dia beberapa kali mencubit tangannya sendiri karena dia takut ini hanyalah mimpi belaka.
" Kamu tidak bermimpi Delisa." Ucap Abimanua, Terlihat Abimanyu memperhatikan gerak-gerik Delisa yang sedari tadi hanya mencubit tangannya sendiri, Delisa terlihat kaku di hadapan Abimanyu, sedangkan Abimanyu terus tersenyum pada Delisa.
" Maafkan aku Delisa, karena aku pergi dari rumahmu tidak memberi kabar berita sama sekali."
Delisa mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Abimanyu.
" Kamu salah Delisa, aku selalu mengingat kamu."
Delisa menghela nafasnya.
" Sebelum aku menceritakan semuanya kepadamu, aku minta padamu agar kamu tidak marah denganku, sebelum semuanya jelas aku katakan denganmu dan kamu mengetahui kebenarannya."
" Untuk apa Aku marah padamu? kamu kan tidak salah, itu sah-sah saja kalau kamu tidak mengingat aku, karena memori kamu tentang aku pasti sudah hilang kalau kamu sudah menemukan ingatan kamu sebelum bertemu denganku."
" Tapi buktinya aku tetap ingat padamu."
__ADS_1
" Kenapa baru sekarang kamu ingatnya? Setelah memakan beberapa waktu kamu keninggalkan aku??"
Abimanyu terkejut dengan ucapan Delisa, terlihat di wajah Delisa mengalir air mata membasahi mulusnya pipinya tersebut.
" Delisa....Maafkan aku...Bukan maksud aku menghilang darimu..." Abimanyu pun kemudian menghapus air mata itu, membuat Delisa menepiskan tangan Abimanyu.
" Kamu sudah jahat padaku Gaje, kamu tidak bilang padaku kalau kamu sudah mengingat semuanya, setidaknya kamu menunggu aku saat keluargamu menjemput kamu di rumahku ini, tapi kamu tidak sama sekali menunggu aku dan kamu pergi begitu saja dari Aku. " ucap Delisa.
Dia kemudian berdiri dari duduknya menuju ke arah kamar kedua orang tuanya, dia pun mengambil uang yang masih berada di dalam lemari kamar kedua orang tuanya itu, dia kemudian membawanya dan memberikannya pada Abimanyu.
" Kamu pasti mau mengambil barang kamu ini kan? Maafkan aku karena aku sudah membukanya dan mengetahui isi di dalamnya ini, ku kembalikan sekarang padamu, selembar pun tidak aku gunakan, begitu juga dengan parfum kamu yang ketinggalan di sini."
Abimanyu mengambil kantong kresek tersebut dan membukanya, dia pun tersenyum kemudian dia mengembalikan lipatannya dengan rapi dan menaruhnya di depan Delisa.
" Ini tidak penting bagiku."
" Terus apa yang membuat kamu penting? Sehingga kamu ke rumahku ini?" Tatap Delisa.
" Kamu!"
Sontak saja Delisa terkejut mendengar ucapan Abimanyu itu.
__ADS_1