Delisanya Abimanyu (Cinta & Harta)

Delisanya Abimanyu (Cinta & Harta)
Delisanya Abimanyu


__ADS_3

29🌹


Ranti yang menunggu kedatangan dari Romi pun mulai gelisah, karena tidak ada satupun orang yang melalui jalan tersebut, dia tidak bisa menarik kakinya karena kakinya sudah terasa sakit sekali terlihat dari kejauhan sebuah mobil menuju ke arahnya tidak lain dan tidak bukan itu adalah mobilnya Romi, Romi langsung berhenti di depan Ranti yang duduk di aspal dengan kaki ditopang oleh kendaraan pribadinya tersebut, Romi pun bergegas turun dari mobilnya dan memperbaiki posisi motor Ranti, dia langsung membantu nanti berdiri kemudian Ranti duduk di atas motornya setelah motor itu distandarkan oleh Romi.


" Ada apa, kenapa bisa terjadi seperti ini?"


Ranti pun kemudian menceritakan semuanya kepada Romi karena mereka berdua keluar rumah ingin menuju ke arah rumah Abimanyu saat itu dia menghubungi Romi namun ponsel Romi tidak bisa dihubungi sampai cerita nanti selesai Romi pun menarik nafasnya dengan panjang.


" Maafkan aku sayang, karena ponselku baru aku aktifkan, ponselku kehabisan baterai."


Ranti hanya menganggukkan kepalanya. Kemudian Romi pun menghubungi Abimanyu, beberapa saat sambungan pun tersambung.


" Ya Romi ada apa?"


" Nona Delisa diculik Tuan."


" Apa!! Kenapa bisa diculik?!! Sekarang kamu di mana?"


" Saya ada di jalan jeruk sekarang."


" Tunggu saya di sana, jangan kemana-mana." Ucap Abimanyu yang tidak lama meninggalkan rumah Delisa itu pun hendak menuju ke rumahnya memutar balik kendaraannya dan menuju ke arah jalan jeruk yang sudah diberitahukan oleh Romi.


Abimanyu melajukan kendaraannya itu dengan kecepatan tinggi menuju ke arah jalan yang sudah diketahuinya itu.


" Sayang, kaki kamu tidak apa-apa?"


" Kakiku sedikit sakit."


" Apakah kamu mengetahui siapa lelaki itu?"


" Aku sempat memfhoto nomor kendaraannya itu." Ucap Ranti sembari memberikan ponselnya kepada Romi.


Romi melihat nomor kendaraan yang sudah digunakan oleh Rehan itu yang membawa Delisa pergi.

__ADS_1


" Tuan Muda Rehan!"


" Tuan Muda Rehan? Kamu mengenalinya? Tapikan itu cuma sebuah mobil yang sempat aku abadikan dalam ponselku bukan orangnya yang menggunakan mobil itu."


" Ini adalah mobilnya Tuan Muda Rehan, saudara tirinya Tuan Muda Abimanyu."


" Oh iya, pantesan aja dia bilang kunci utama dari kekalahan Abimanyu adalah Delisa, jangan-jangan dia sudah mengikuti Abimanyu saat bertemu dengan Delisa tadi, karena mobil itu sudah ada di tidak jauh dari depan rumah Delisa saat aku pulang kerja."


" Benar apa kata kamu, dia pasti mengikuti Tuan Muda Abimanyu."


Terlihat dari kejauhan cahaya lampu dari kendaraan Abimanyu menuju ke arah mereka, Abimanyu pun menghentikan laju Mobilnya di belakang mobil Romi, Dia kemudian turun dari mobilnya dan setengah berlari menuju ke arah mereka.


" Siapa yang menculik Delisa,? Apakah kamu mengenalnya Ranti.?"


" Tuan Muda Rehan." Ucap Romi sebelum Ranti berbicara Romi terlebih dahulu menjawabnya.


" Rehan?! Kenapa dia mengganggu Delisa, kenapa dia malah menculik Delisa, Apa hubungannya dengan Delisa."


" Ada hubungannya Tuan Muda, karena Nona Delisa adalah orang yang sangat berarti bagi Tuan Muda, dia ingin membuat Tuan Muda tidak bisa mengikuti keinginan mereka."


" Sial! nomor Rehan tidak aktif."


" Apa mungkin ponselnya dimatikan?" Ucap Ranti.


" Bisa jadi, tapi Ranti apakah Delisa membawa ponsel?" Tanya Abimanyu.


Ranti menganggukkan kepalanya, Abimanyu pun kemudian melacak keberadaan Delisa, Karena Abimanyu sempat mengatakan pada delisa kalau dia harus mengaktifkan fitur pelacak diponselnya saat mereka masih tinggal bersama.


" Kita sudah mengetahui Delisa ada di mana." Ucapnya sembari memperlihatkan ponselnya pada Romi.


" Baiklah Tuan muda sekarang apa yang harus kita lakukan."


" Kamu hubungi teman kamu yang lain."

__ADS_1


" Baik Tuan Muda."


" Aku akan segera ke sana."


" Tapi Tuan Muda..."


" Kamu lebih baik antarkan dulu Ranti pulang ke rumahnya, karena dia pasti merasa terkejut dengan kejadian ini, setelah itu kamu bisa mengikuti lokasi yang sudah aku kirimkan padamu tadi."


" Baiklah Tuan Muda,.."


Kemudian Abimanyu pun meninggalkan mereka menuju ke arah mobilnya, beberapa saat kemudian mobil itu pun perlahan-lahan meninggalkan mereka berdua, Ranti kemudian melajukan motornya untuk pulang kembali ke rumah diiringi oleh Romi dari belakang, beberapa saat kemudian Ranti pun sampai di depan rumah kontrakannya, Romi kemudian mengantarkan kekasihnya itu masuk ke dalam rumahnya dan memasukkan kendaraan sang kekasih ke dalam garasi yang memang sudah disediakan oleh pihak kontrakan, setelah berpamitan dengan Ranti, Romi pun kemudian meninggalkan rumah kontrakan Ranti menuju ke arah tujuan yang sudah diketahui olehnya tempat di mana Delisa dibawa oleh Rehan, Namun sebelumnya Romi menemui beberapa temannya ditempat kumpul mereka dan membawanya kesana.


Rehan sudah sampai di tempat sebuah rumah besar, terlihat sepi diapun memarkirkan Mobilnya di bawah pohon yang rindang, kemudian dia membawa Delisa masuk ke dalam rumah itu, Delisa berontak berusaha melepaskan pegangan tangan Rehan.


" Sudah aku bilang lepaskan tanganku! Kamu mencengram tangan ku dan membuatnya sakit tahu!"


" Ini tidak seberapa seperti apa kekasih kamu menyakiti kami!" Ucap Rehan.


" Itu urusan kamu! kalau kamu tidak ingin disakiti kamu jangan menyakiti orang lain!!" jawab Delisa, Walaupun dia tidak tahu apa yang dikatakan oleh Rehan, yang hanya dia ketahui cerita dari Abimanyu tentang saudara tirinya yang menginginkan harta dari Almarhum Ayahnya tersebut, namun dia tidak pernah mengenal saudaranya itu.


Rehan kemudian membuka pintu rumah tersebut, karena dia memang sudah membawa kunci rumah itu, rumah yang digunakan oleh Rehan untuk menyekap Delisa itu adalah rumah warisan dari Ayahnya untuk mereka bertiga, setelah pintu terbuka Delisa pun disuruh masuk namun sedikit didorong agak kuat, membuat Delisa terhubung dan terjatuh di lantai ubin keramik tersebut.


" Awww!! sakit tahu!!" Ucapnya sembari meringis, Rehan pun kemudian menutup pintu rumah itu dan menghidupkan lampu ruang tengahnya, dia menghentakkan tubuhnya di sofa dia tidak membantu sama sekali Delisa yang terjatuh itu sambil memijit pelantangan tangannya itu, karena tangannya terasa sakit saat menahan tubuhnya yang terjatuh, terpaksa kedua tangannya dia jatuhkan terlebih dahulu daripada kepalanya yang jatuh mengenai lantai ubin keramik akibat dorongan yang kuat oleh Rehan.


Rehan yang duduk di sofa dengan mengangkat satu kakinya bertopang ke salah satu kakinya itu pun hanya tersenyum sinis ke arah Delisa.


" Kamu seharusnya bersyukur karena aku tidak menyakiti kamu lebih dari itu!"


" Kamu yang gila! kenapa urusan keluarga kamu, kamu campur adukkan dengan aku, Aku tidak tahu menahu tentang urusan kamu."


" Karena kamu adalah kekasihnya Abimanyu, dia yang memiliki semua kekuasaan dari Pak Prakash yang sudah tiada itu, kamu tahu bagian dari kami pun ditahan oleh pengacara keluarga prakash disaat kehadiran Abimanyu! Awalnya aku tidak tahu kalau kamu adalah kekasihnya Abimanyu, tapi karena Tuhan berpihak padaku akhirnya aku mengetahui kalau kamu adalah kekasihnya, Abimanyu pasti akan memberikan apa yang kami inginkan jika dia mengetahui kamu berada di tanganku!! sudah paham kamu kenapa kamu aku bawa kesini!!"


" Cih!! Abimanyu tidak akan memberikan sepeser pun dari haknya ataupun hak kalian, karena kalian mendapatkannya dengan cara tidak semestinya, seharus sekalian sadar diri! Baguslah pengacara dari keluarga Prakash tidak jadi memberikan sebagian hak kalian, karena oengacara itu tahu kalau kalian sangatlah jahat sekali!!"

__ADS_1


Mendengar ucapan dari Delisa seperti itu seakan-akan Delisa mengetahui semua akar permasalahan yang ada di keluarga Prakash, Rehan pun berdiri dari duduknya dengan muka geramnya pada Delisa.


__ADS_2