Delisanya Abimanyu (Cinta & Harta)

Delisanya Abimanyu (Cinta & Harta)
Delisanya Abimanyu


__ADS_3

18🌹


Satu minggu sudah berlalu di saat Abimanyu tidak tinggal di tempat Delisa lagi, hari-hari Delisa lalui dengan rasa kerinduannya terhadap Abimanyu, namun apalah daya baginya dia tidak bisa mencari tahu di mana Abimanyu sekarang berada, hari-harinya pun berubah drastis, biasanya Delisa sangat ceria penuh tanda tawa tapi setelah kejadian Abimanyu tidak lagi tinggal di rumahnya perubahan itu pun dialaminya. Bahkan Pak Wahyu pun tidak pernah lagi memarahinya sejak kejadian itu, Pak Wahyu selalu memberikan perhatian khusus untuk Delisa, karena Delisa sudah dianggapnya seperti anaknya sendiri, Pak Wahyu berulang kali menanyakan kepada Delisa tentang kejadian yang selama ini dialaminya, namun Delisa tidak pernah menceritakan sama sekali kepada Pak Wahyu, selain pada Ranti.


Namun Pak Wahyu memahaminya dia tidak mau mengganggu Delisa dengan kesedihannya yang terlihat di wajahnya, walaupun keadaannya sedih dan terlalu banyak pikiran serta kerinduannya pada Abimanyu Delisa masih konsisten dengan pekerjaannya.


***


Di rumah Romi Abimanyu yang sedang duduk di ruang tengah rumah Romi itu pun sibuk mengotak-atik ponselnya, selama seminggu dia tidak keluar rumah karena dia tidak ingin orang lain melihat dirinya, terdengar suara mobil memasuki halaman rumah tersebut, setelah memarkirkan mobilnya Romi turun dari mobil itu dan melangkah menuju ke pintu utama rumahnya, dia membuka pintu tersebut dan melihat Tuan Mudanya sedang duduk santai di ruang tengah rumahnya tersebut, dia pun kemudian mendekati Tuan mudanya itu, dia duduk di depan Tuan Mudanya. Abimanyu menatap ke arah Romi.


" Apa ada kabar ?"


Romi menganggukkan kepalanya.


" Kabar apa?"


" Ada dua kabar penting pertama, Nona Delisa keadaannya baik-baik saja, Tapi menurut keterangan Nona Delisa sangat bersedih karena Tuan Muda tidak pernah balik lagi ke rumahnya, bahkan dia berubah tidak seperti biasanya."


" Dari mana kamu tahu tentang Delisa sampai sedetail ini, padahal aku menginginkan kamu cuma menjaganya dari jauh."


Romi tersenyum, Abimanyu menatap ke arah Romi dia merasa heran dengan senyuman Romi itu.


" Kamu.... Apakah Kamu bertemu dengan Delisa,?"


Romi menggelengkan kepalanya.


" Terus bagaimana Kamu tahu sedetail tentang Delisa?"


" Maafkan saya Tuan, saat pertama saya ingin bertemu dengan Tuan, karena ada yang mengikuti, jadi saya mengalihkan mobil saya menuju ke arah Mall, saat saya di dalam Mall itu saya melangkah menuju ke arah aksesoris perempuan, di sana saya bertemu dengan seorang wanita cantik, tapi bagi saya dia sangat cantik, saya tidak tahu kalau bagi Tuan Muda mungkin Nona Delisalah yang paling cantik." ucapnya sembari tersenyum.

__ADS_1


" Oh...Jelas itu!" Abimanyu pun tersenyum.


" Lanjutkan!" ucap Abimanyu.


" Perempuan itu adalah sahabatnya Nona Delisa."


" Ranti?"


Romi menganggukkan kepalanya, lagi-lagi tersenyuman.


" Sekarang Ranti menjadi kekasih saya, dari dialah saya mendapatkan kabar tersebut, saya juga lebih dekat mengawasi Nona Delisa, rumah Ranti berdekatan dengan rumah Nona Delisa."


Abimanyu menganggukkan kepalanya.


" Aku tidak menyangka kalau kamu terjerat cinta dengan Ranti, dia wanita yang baik, Dia sangat menjaga Delisa, tapi apakah dia tahu kalau kamu adalah orang kepercayaan ku?"


Romi menggelengkan kepalanya.


" Baguslah! Aku sangat bersyukur kalau kamu bisa lebih dekat mengawasinya."


" Tuan Muda dari kisah Ranti Nona Delisa sangat sedih sekali, saran saya lebih baik Nona Delisa mengetahui siapa sebenarnya Tuan Muda."


Abimanyu menghela nafasnya dengan panjang.


" Dan menurut kabar lagi, Nona Delisa terang-terangan mengatakan pada Ranti kalau Nona Delisa sangat menyukai Tuan Muda dan dia jatuh cinta pada Tuan Muda."


Mendengar ucapan Romi Abimanyu tersentak, dia menatap Romi dengan lekat.


" Apa kamu bilang? Uangi sekali lagi ucapan kamu, aku merasa tidak percaya dengan ucapan kamu itu."

__ADS_1


" Nona Delisa sangat menyukai Tuan Muda dan dia jatuh cinta pada Tuan Muda, Ranti sendiri yang mengatakannya pada saya, karena Delisa tidak ada kebohongan dan tidak ada ketertutupan di antara Ranty dan Nona Delisa, semua diceritakan Nona Delisa pada Ranti."


Antara senang dan sedih, Abimanyu mendengar kata dari Romi, dia merasa tidak yakin kalau Delisa memang menyukainya dan mencintainya seperti gayung bersambut, kalau Abimanyu juga sangat menyukai dan mencintai Delisa, setelah pergi dari rumah Delisa sampai sekarang Delisa tidak pernah hilang dari ingatannya, bahkan terlihat sangat jelas ada di pelupuk matanya.


" Lebih baik saran saya tuan muda berkata yang sebenarnya, siapa sebenarnya Tuan pada Nona Delisa sebelum Nona Delisa mengetahuinya dari orang lain."


Abimanyu menghela nafasnya dengan panjang, ingin rasanya Dia sekarang menemui Delisa dan mengatakan kalau dia juga menyukai dan mencintai Delisa, tapi dia tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan, karena dia ingin menemui pengacara sang Papah, di saat pengacara itu berada di rumah peninggalan Almarhum orang tuanya tersebut.


" Bagaimana Tuan Muda, Apakah sekarang kita menemui Nona Delisa?"


" Aku tidak akan menemui Delisa saat ini, aku ingin bertemu dengan pengacara itu, di saat pengacara itu berada di rumah Papa."


" Ya Tuan Muda, berita yang kedua masalah pengacara tersebut, karena besok pagi pengacara sudah datang dari kota sebelah dan langsung menuju ke rumah keluarga Tuan Muda, dia ingin mengesahkan tentang aset yang seharusnya milik Tuan Muda menjadi milik ibu tirinya Tuan."


" Bagus! aku akan menemui mereka di saat mereka berada lengkap di rumah itu, aku minta tolong padamu."


" Tolong apa Tuan Muda saya akan lakukan."


" Bisakah kamu membawa Saras ke sini, Aku ingin bicara dengannya, karena aku tidak ingin besok aku hadir di antara mereka Saras bingung tentang masalah yang dihadapi keluarganya, Aku ingin dia mengetahuinya lebih awal sebelum dia mengetahuinya besok pagi."


" Baiklah Tuan, saya akan membawa Nona Saras ke sini, Tuan Muda tunggulah di sini saya akan keluar menjemput Nona Sarah."


" Tapi, bagaimana caranya? Aku yakin dia pasti diawasi."


" Saya akan menghubungi Nona Saras."


" Baiklah Aku tunggu."


Romi pun menganggukkan kepalanya kemudian dia berpamitan dengan Abimanyu dia melangkah meninggalkan Abimanyu dan menuju ke arah mobilnya, beberapa saat kemudian mobil tersebut meninggalkan rumah pribadinya.

__ADS_1


Di dalam mobil Romi menghubungi Saras, beberapa saat dia berbicara dengan Saras, kemudian keduanya pun memutus sambungan bicaranya. Saras yang berada di rumahnya itu pun bergegas bersiap-siap meninggalkan rumah keluarga Prakash. Sisi yang melihat Nona Saras nya itu meninggalkan rumah, di hanya tersenyum saja, karena target utama Sisi adalah Mimin, bukan Nona Saras nya tersebut, Sarasvati memberhentikan taksi karena dia tidak ingin menggunakan mobil pribadi yang ada di rumah keluarga Prakash tersebut, semua permintaan dari Romi untuk menggunakan taxi agar bertemu dengan Romi dengan segera.


__ADS_2