
25 🌹
" Sejak kapan kalian berdua saling kenal ? Kenapa kamu tidak berbicara padaku Edward kalau kamu kenal dengan Saras adikku." Ucap Abimanyu sembari menarik sebuah kursi dan duduk di samping Edward yang masih duduk di atas tempat tidur rumah sakit tersebut.
Edward tersenyum saja sembari berkata.
" Aku tidak tahu kalau Saras adalah adik kamu, lagi pula kamu tidak pernah bertanya siapa wanita yang dekat denganku." Ucapnya sembari terkekeh.
" Kenapa kamu baru aja datang ke sini Saras, padahal kejadiannya sudah beberapa minggu yang lalu." ucap Abimanyu menatap sang Adik.
" Saras tidak tahu sama sekali tentang kejadian ini kak, awalnya Edward mengatakan kalau dia ada pekerjaan, biasanya Edward berkata seperti itu dia memang tidak bisa diganggu dalam pekerjaannya, tapi entah kenapa Saras kemudian menghubungi nomor pribadinya, tapi tidak pernah aktif, Edward tidak biasanya seperti ini, dia tidak pernah tidak mengaktifkan ponsel pribadinya, makanya aku ke rumahnya dan dari keterangan keluarganya lah aku tahu kalau Edward sedang berada di rumah sakit ini, Aku sempat kecewa pada Edward, karena dia tidak mau mengatakannya kepadaku, namun setelah melihat kondisinya dan ceritanya aku pun tidak jadi kecewa dan tidak jadi marah padanya." Ucap Saras sembari melirik ke arah sang kekasih dan memegang tanganya itu dengan erat.
Edward tersenyum dan membalas pegangan tangan sang kekasih sembari menatap ke arah Saras.
" Maafkan aku karena aku tidak memberitahu padamu, Aku tidak ingin kamu menjadi khawatir denganku, Aku juga tidak tahu kalau umurku masih panjang saat ini, aku tidak bisa memikirkan apa-apa di saat kejadian itu, lagi pula kamu di sana masih dalam masa pendidikan Aku tidak ingin mengganggu kuliah kamu." ucap Edward sembari tersenyum bahagia karena sang kekasih berada di sampingnya.
" Ehem...Ehem..." Abimanyu merasa dianggurin.
Edward dan Saras pun menyadari kalau Abimanyu tidak mereka hiraukan kemudian mereka berdua pun tertawa lepas.
" Maafkan kami, beginilah kalau kami saat bertemu, karena selama ini kami berdua selalu menjalani hubungan melalui virtual aja bila Kami merasa rindu."
" Tidak apa-apa, aku paham kok, tapi jangan kelewatan juga masih ada orangnya di samping sini..Hehehe..." Ucap Abimanyu sembari terkekeh.
" Oh ya Bi sekarang kan keadaanku sudah mendingan, tolong ceritakan ada apa sebenarnya saat pertama kali kamu mengunjungi aku."
Abimanyu pun menghela nafasnya dengan panjang.
" Apakah Saras tidak menceritakannya padamu?"
Edwar menatap ke arah Saras, Saras hanya tersenyum saja, karena dia merasa tidak pantas untuk mengatakan semua yang terjadi itu, karena itu adalah kesalahan dari pihak keluarganya.
" Aku tidak ingin mengatakan itu kepada Edward kak, karena ini adalah kesalahan dari keluargaku, Aku tidak enak dengan kak Abimanyu."
__ADS_1
Abimanyu menghela nafasnya dengan panjang.
" Ada apa Bi, kenapa kamu tidak cerita pada aku langsung?"
Lagi-lagi Abimanyu menghela nafasnya dan kemudian Abimanyu pun menceritakan semua kejadiannya sampai akhirnya dia bersembunyi sementara waktu, serta bertemu dengan sahabatnya pun dengan penyamaran yang dia lakukan saat itu, Abimanyu terus menceritakan semuanya sampai selesai Edward mendengarkan cerita Abimanyu.
" Begitulah Edward ceritanya, sampai akhirnya aku merasa ada perasaan dengan wanita itu."
" Kenapa kamu tidak langsung mengatakan kepadanya tentang perasaan kamu? Aku takut kalau dia mengetahui sekarang kamu tidak menghiraukannya, mungkin dia beranggapan kamu sudah melupakannya, kalau dipikir memang iya sih, di saat seseorang hilang ingatan kemudian dia mendapatkan ingatannya kembali, orang itu akan melupakan orang yang sudah menolongnya. Apakah selama ini dia melihat kamu ataupun pernah bertemu kamu, setelah kamu mendapatkan ingatan dalam sandiwara kamu itu?"
Abimanyu menggelengkan kepalanya, walaupun sebenarnya dia tidak sadar, kalau baru saja dia bertemu dengan Delisa di restoran tersebut namun dia tidak melihat kehadiran Delisa di restoran itu.
" Dia tidak pernah bertemu denganku. Tapi kalau aku sering Bertemu dengannya."
" Kenapa Kakak tidak langsung aja menemuinya, dan kakak berterus terang padanya, karena dari cerita Kakak, Kakak sangat menyayangi dia jangan sampai orang lain mendapatkan cintanya sebelum kakak mengakui perasaan kakak padanya." Ucap Saras, Abimanyu pun hanya menganggukkan kepalanya.
" Benar apa kata kamu Saras, kakak memang mencintainya, tapi Kakak belum berterus terang padanya, itu juga yang Kakak takut kan, takut kalau dia menerima cinta orang lain sebelum kakak."
" Yah, rencananya Nanti malam aku akan menemuinya."
" Kenapa mesti malam Kak? Kenapa nggak sekarang aja?"
" Karena dia masih bekerja, Aku tidak ingin mengganggu dia bekerja."
Saras menganggukkan kepalanya, Begitu juga dengan Edward.
Kemudian mereka pun hening sesaat tidak ada suara sama sekali, sama-sama menghela nafasnya dengan panjang.
" Kakak, apapun keputusan Kakak Saras akan mendukung kakak."
" Terima kasih Dek." Ucapnya sembari tersenyum pada adiknya tersebut.
" Semoga perjuangan kamu akan membuahkan hasil dalam percintaan yang selama ini kamu dambakan dan aku juga tidak menyangka kalau keluarga kamu bersikap seperti itu padamu."
__ADS_1
Saras hanya menundukkan kepalanya, kemudian Edward pun menyentuh bahu sang kekasih.
" Kamu jangan tersinggung sayang, aku berkata seperti itu bukan untuk menyinggung perasaan kamu, aku tahu kalau itu adalah keluarga kandung kamu, tapi aku salut pada kamu karena kamu sudah berdiri di antara yang benar." Ucap Edward sembari menatap ke arah Saras.
Saras hanya tersenyum, walaupun di hatinya merasa tidak nyaman, karena kesalahan dari keluarganya membuat dia tetap menanggung rasa bersalah yang dilakukan oleh keluarganya tersebut pada kakaknya Abimanyu.
" Baiklah, kalian lanjutkan saja bicaranya, Aku akan kembali ke kantor, setelah dari kantor aku akan menemui Delisa, aku akan mengatakan semuanya padanya." Ucap Abimanyu sembari berdiri dari duduknya, dianggokan oleh Edward dan Saras.
Kemudian dia pun berlalu dari mereka berdua dan melangkah menuju ke arah mobil pribadinya, dia pun kemudian melajukan mobil tersebut menuju ke arah kantornya.
***
Delisa yang berada di rumahnya itu pun hanya bisa menghela nafasnya dengan panjang, dia menyandarkan tubuhnya di dinding rumahnya tersebut, sembari mengingat saat dia bertemu dengan Abimanyu di restoran mewah itu.
Menghela nafasnya...
" Ternyata memang benar dia sudah tidak mengingat aku sama sekali." Ucapnya pelan kemudian dia pun dikejutkan dengan suara Ranti.
" Delisa... Kamu nggak berangkat lagi ya ke kantor?"
" Sepertinya aku tidak berangkat lagi ke sana, Aku sudah izin kok dengan Bos, aku merasakan kurang enak badan."
" Kamu sakit ya?" Tanya Ranti sembari tangannya menyentuh jidat Delisa.
Delisa pun kemudian menepiskan tangan Ranti sembari tersenyum.
" Ranti .. Aku tidak sakit, aku cuma rasa tidak enak badan aja."
" Tidak enak badan itu ya sama aja sakit Delisa..."
" Tidak enak badan itu bukan sakit aja, tapi melainkan pegal-pegal semua badanku." Ucapnya.
" Oh gitu ya...Kirain kamu sakit hehehe..." Ucap Ranti sembari terkekeh, mereka berdua pun hanya bisa tertawa bersama.
__ADS_1