
21 🌹
Abimanyu kemudian duduk di sofa sembari menyilangkan kakinya dan menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa sembari menatap mereka satu persatu, bukan keluarga Tirinya saja yang terkejut tapi melainkan Bapak pengacara tersebut pun terkejut melihat kehadiran Abimanyu di depannya.
" Pak Abimanyu ternyata kamu masih hidup dan tidak terjadi apa-apa denganmu."
" Iya Pak pengacara, aku masih hidup dan aku masih sehat-sehat saja, karena kejadian itu tidak merenggut nyawaku. Mungkin sebagian orang merasa senang dengan kejadian saat itu, dikarenakan ada yang menginginkanku tidak berada di dunia ini lagi." Ucap Abimanyu sembari menatap ke arah mereka berempat, terutama Ibu Henny sang ibu Tiri.
Mereka berempat pun menundukkan kepalanya dan duduk di sofa di hadapan Abimanyu sembari memainkan jari jemari mereka. Perasaan mereka mulai tidak menentu yang awalnya senang hendak mendapatkan durian runtuh, namun gagal total setelah Abimanyu muncul begitu saja dihadapan mereka.
Abimanyu kemudian berdiri dari duduknya dengan posisi kedua tangan berada di saku celananya sambil berbicara.
" Tidak ada yang bisa mengambil aset keluarga Prakash! Karena aset itu hanyalah milik Abimanyu Perwira Prakash! Tidak ada satu pun yang bisa mengambilnya dari tanganku! Baik itu kalian, ataupun istri kedua Almarhum papaku sendiri!" Ucapnya sembari menatap dengan sinis ke arah mereka, mereka berempat terkejut terutama Ibu Henny karena dia tidak menyangka akan mendapatkan perkataan seperti itu dari Abimanyu.
" Abimanyu! Kenapa kamu berbicara seperti itu, kami tidak ingin mengambil aset dari Almarhum Papa.!" Ucap Fakih karena dia tidak terima dengan ucapan Abimanyu seperti itu, seakan-akan mereka membuat rencana yang jahat untuk Abimanyu di hadapan pengacara tersebut, walaupun sebenarnya rencana mereka belum terlaksana, Fakih menutupi kejahatan keluarganya itu dengan mengatakan kalau keluarganya itu hanya ingin menyelamatkan aset dari papah Tirinya saja.
" Papah? Apa pantas kalian bilang papah pada Almarhum papah ku! Setelah kebaikan dia kalian salah gunakan!"
" Abimanyu! Apa maksud kamu bicara seperti itu, aku ini ibu mu, setidaknya kamu hargai."
" Ibu? Kamu hanyalah seorang Ibu Tiri! "
" Jaga mulutmu Abimanyu! Jangan sekali-kali kamu menghina Mamah ku!" ucap Rehan.
" Menghina? kalian tidak terima kalau aku bicara seperti itu? Seharusnya aku yang tidak terima pada kalian! karena kalian sudah merencanakan sesuatu untukku.!" Ucap Abimanyu dengan penuh penekanan dinada bicaranya.
__ADS_1
" Merencanakan sesuatu? Apa maksud kamu Abimanyu, kami tidak merencanakan sesuatu apapun padamu, kami malah merasa kehilangan dan sedih dengan kehilangan kamu dan kepergian Papah kamu." Ucap Ibu Henny sembari meneteskan air matanya.
Abimanyu hanya menatap kearah mereka satu persatu.
" Aku merasa kehilangan Papahmu dan aku merasa sedih, tapi kamu mengatakan kalau kami merencanakan sesuatu padamu, Aku tahu kamu tidak suka dengan kehadiran kami terutama aku ibu tirimu, tapi janganlah kamu bilang seperti itu pada kami karena kamu tidak ada buktinya."
" Mbak Mimin buktinya! Mamah dan kakak tidak bisa memungkiri apa yang sudah kalian lakukan terhadap kak Abi!" Ucap Saras bersama Mimin menemui mereka.
Untuk dua kalinya mereka terkejut mendengar Saras dan Mimin berada di hadapan mereka.
" Saras? Mimin? Saras! Apa yang kamu katakan Saras?" Ucap Fakih.
" Biarkan bukti yang bicara." Ucap Saras.
Mimin pun kemudian berbicara kalau dia mengetahui semuanya tentang rencana Nyonya Besarnya dan anak-anaknya untuk mencelakai Tuhan Mudanya, Mimin juga mengetahui semuanya tentang Tuan Mudanya masih ada dan terselamatkan dari insiden tersebut, mendengar cerita dari Mimin Bu Henny dan anak-anaknya terdiam, hanya menghela nafasnya dengan panjang, Bapak pengacara yang mendengar cerita dari Mimin pun terkejut, kemudian dia pun ikut bicara dalam masalah ini, karena dia adalah orang kepercayaan dari keluarga Prakash, dia tidak bisa menghianati keluarga Prakash terutama Abimanyu, karena Abimanyu adalah pewaris tunggal dari keluarga Prakash.
Mendengar ucapan dari pengacara tersebut, Fakih pun berbicara.
" Tidak bisa begitu pak Pengacara, pembagian aset sudah ditentukan, berarti kami sudah harus menerimanya, tidak mungkin untuk di batalkan lagi." ucapnya.
" Maafkan saya, karena saya harus mendalami semuanya ini dulu, sebelum kalian berubah, kalian tidak bisa mendapatkan seperempat dari aset kekayaan Almarhum Bapak Prakash." Ucap Bapak pengacara itu.
Kemudian memasukkan kembali semua berkasnya ke dalam tasnya, dia pun kemudian berdiri.
" Bapak Abimanyu, sementara waktu semua aset milik Bapak Prakash milik Anda, Andalah pemilik utamanya, seperempat dari bagian mereka tidak bisa saya berikan begitu saja, sebelum mereka menyadari dengan kesalahan mereka, mereka bisa memilih mau menerima keputusan ini, atau mereka akan berurusan dengan pihak yang berwajib, itu semua terserah padamu Pak Abimanyu." Ucapnya.
__ADS_1
Abimanyu pun tersenyum dan menganggukan kepalanya.
" Baiklah Bapak pengacara, saya menyetujui apa kata-kata Bapak, terima kasih atas waktunya."
" Baiklah Bapak Abimanyu, Saya permisi dulu." Ucapnya.
Kemudian dia pun meninggalkan rumah kediaman keluarga Brata Prakash, beberapa saat kemudian mobil yang dikemudikan oleh Bapak pengacara tersebut pun meninggalkan rumah tersebut.
Fakih dan yang lainnya pun hanya tertunduk, Abimanyu kemudian duduk kembali di sofanya tersebut dia menghela nafasnya dengan panjang.
" Sementara waktu kalian tinggal lah di paviliun keluarga Prakash, kalau kalian ingin merubah sikap kalian selama ini dan menyadari apa yang kalian lakukan pada keluarga Prakash." Ucap Abimanyu.
Fakih yang mendengar ucapan dari Abimanyu pun langsung berdiri, Dia kemudian menarik pelan istrinya dan menuju ke arah kamarnya tersebut tanpa ada sepatah kata pun.
Beberapa saat kemudian dia pun keluar dari kamarnya dengan membawa koper berisi pakaian seadanya, dia pun bersuara pada ibunya itu.
" Mamah, aku akan meninggalkan rumah ini dan tidak akan pernah tinggal di Paviliun itu, kalau Mama ingin ikut dengan kami silakan bersiap-siap, tapi kalau Mama ingin tetap tinggal di Paviliun itu Aku tidak akan pernah menginjak Paviliun itu.!" Ucapnya Fakih hendak melangkah keluar.
" Tunggu Fakih! Mama ikut dengan kalian." Ucapnya.
Kemudian mereka pun berlalu dari hadapan Abimanyu, Abimanyu hanya menatap mereka dengan tatapan tenangnya, mereka membalas tatapan Abimanyu dengan tatapan sinisnya beberapa saat kemudian ibu Henny beserta anaknya pun meninggalkan rumah kediaman keluarga Prakash,, mereka kembali ke rumah pribadi mereka tanpa berpamitan dengan Abimanyu.
Sedangkan Saras menolak untuk ikut dengan keluarganya, karena dia tidak sepaham dan tidak sepemikiran dengan mamah dan kakak-kakaknya tersebut. Dia memilih tetap tinggal bersama dengan Abimanyu.
Setelah kepergian mereka, Abimanyu menghela nafasnya dengan panjang.
__ADS_1
" Saras Maafkan kakak, bukan kakak ingin mengusir mereka, tapi ini Keinginan mereka sendiri keluar dari rumah ini, kakak menyarankan mereka untuk tinggal di paviliun kita, tapi Mama dan saudara-saudara kamu tidak mau dan memilih kembali ke rumah pribadi keluarga kalian."
" Biarkan saja kak, mungkin itu pilihan mereka, Saras tidak ingin sementara waktu bersama dengan mereka, karena Saras tidak suka dengan pemikiran mereka itu." ucapnya dan dianggukkan Abimanyu.