Delisanya Abimanyu (Cinta & Harta)

Delisanya Abimanyu (Cinta & Harta)
Delisanya Abimanyu


__ADS_3

15 🌹


" Siapa dia ini? Membuat aku semakin aneh, semua keanehan itu muncul setelah dia tidak ada di rumah ini." Ucapnya lagi. Kemudian parfum itu punya dijakan satu dengan uang yang dia temukan tersebut, dia pun keluar dari kamar Almarhum kedua orang tuanya itu, dia pun kemudian melangkah keluar dari rumahnya dan menuju ke arah tetangga di samping kanan rumahnya tersebut.


" Tante Nita...'


" Iya Delisa ada apa.?"


" Boleh aku bertanya dengan Tante.?"


" Iya sebentar, tunggu aja di situ ya, Tante nanti keluar, baru aja tante selesai mandi." Ucap Tante Nita yang dipanggilnya tersebut.


Tante Nita tetangga Delisa sekaligus teman sang ibu, dikala ibunya masih adaz selalu bersama dengan Tante Nita.


Kemudian seorang perempuan paruh baya pun keluar dari dalam rumah dan melangkah menuju ke bawah pohon asem yang rindang di depan rumahnya tersebut, di mana Delisa sedang duduk mengayun-ayunkan kakinya menunggu kedatangan Tante Nita tersebut.


Tante Nita duduk di samping Melisa sembari menatap ke arah Delisa, dia merasa heran karena melihat wajah Delisa yang murung dan dengan mata yang sembab seperti sehabis menangis.


" Kamu kenapa Delisa ? Terlihat sekali wajah kamu murung dan mata kamu sembab, kamu habis menangis ya? Kamu pasti kangen ya dengan kedua orang tuamu, kamu yang sabar ya nak, doakan kedua orang tuamu agar mudah melangkah tanpa beban darimu yang selalu merindukan dan menitikkan air mata untuk mereka." Ucap Tante Nita sembari mengusap pundak Delisa.


Delisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Oh ya, apa yang ingin kamu tanyakan pada Tante.?"

__ADS_1


" Begini tante, apakah tante melihat ada seseorang datang ke rumah Delisa tadi siang atau tadi pagi.?"


" Tidak ada siapapun yang datang ke rumahmu, cuma tante melihat saudara sepupu kamu itu keluar dari rumah dan menuju ke jalan besar itu, Tante hanya bisa melihat di depan rumah Tante ini, dan Tante lihat dia memasuki sebuah mobil yang terlihat memang menunggunya di ujung jalan, Tante sih tidak menegur ataupun bertanya padanya, Tante kira itu adalah temannya yang mengajaknya untuk mencari pekerjaan atau dia sudah mendapatkan pekerjaan, memangnya kenapa dia tidak pulang? atau dia sudah menemukan pekerjaannya.?"


" Dia sudah menemukan pekerjaannya dan juga sudah menemukan tempat tinggalnya yang baru, jadi dia tidak tinggal bersama aku lagi Tante."


" Syukurlah! Kalau dia sudah menemukan pekerjaannya.


Memang kenapa kamu bertanya siapa yang datang ke rumah kamu.?"


" Tidak ada apa-apa tante, Aku cuma bertanya aja, karena saudara sepupu Aku itu tidak mengatakan temannya itu siapa, siapa tahu Tante pernah melihat dia bersama yang lain."


Tante Nita pun menghela nafasnya dengan panjang, terlihat dia mengingat sesuatu.


" Ada Tante lihat saudara sepupu kamu itu, berbicara dengan seseorang, tapi bukan temannya, melainkan seorang penjual jajanan anak-anak, Tante memang satu kali aja melihat itu, terlihat baru pedagangnya itu masuk wilayah kita ini, tapi sekarang sudah tidak ada lagi, nah setelah dia berbicara dengan penjual itu, kemudian esok paginya setelah kamu berangkat bekerja dia keluar dari rumah kamu dan dijemput sebuah mobil, hanya itu yang Tante ingat, memang kenapa sih cerita pada Tante kalau kamu memang merasa aneh sama sepupu kamu itu."


" Beneran tidak ada yang aneh?"


" Iya Tante, aku cuma nanya seperti itu aja, kalau memang dia memiliki teman lain tidak masalah yang terpenting Dia sekarang sudah tidak tinggal di rumahku lagi, makanya aku bertanya dengan Tante, temannya itu siapa karena dia mengatakan tinggal sama temannya sekarang, siapa tahu Tante melihatnya.


" Terima kasih ya Tante, atas keterangannya, aku pulang dulu." ucapnya lagi-lagi Tante Nita menganggukkan kepalanya dan menatap kepergian Delisa dari hadapannya itu.


Delisa kemudian duduk menyandarkan tubuhnya di dinding rumahnya sembari menyeluruskan kakinya menatap langit-langit rumahnya tersebut.

__ADS_1


" Sebenarnya ini ada apa sih, kenapa Aku terjebak dalam kehidupan Gaje, Aku tidak tahu siapa dia, dia datang begitu tiba-tiba di hadapanku, dia pergi begitu saja tanpa keterangan yang jelas di saat aku menyukainya, dia membuat kesedihan di hati ini." Ucapnya Delisa menghela lagi nafasnya dengan panjang, dia benar-benar tidak bisa berpikir jernih siapa Gaje, dan apa hubungannya dengan parfum yang ditemukannya di dalam kamar kedua orang tuanya itu, dan juga apa hubungannya dengan uang yang dia temukan di kamar tersebut, Dia kemudian mengusap wajahnya dengan pelan dan menutup sebagian wajahnya dengan kedua tangannya sembari berucap.


" Ya Tuhan sebenarnya apa yang terjadi, keanehan yang aku rasakan begitu mendadak seperti ini, sama seperti aku bertemu dengan dia yang secara tiba-tiba itu." ucapnya.


Dia pun kemudian merebahkan tubuhnya di lantai tersebut tanpa alasan apapun, di kepalanya dia memejamkan matanya meresapi kesedihan dan keanehan yang dia rasakan saat ini.


***


Setelah pulang dari rumah sakit tersebut mobil yang dikendarai oleh Romi pun menuju ke arah rumah pribadinya, saat Romi masuk ke dalam rumah pribadinya dia pun langsung menitipkan pesan kepada Security rumahnya itu untuk segera menutup pintu dan tidak memperbolehkan orang lain masuk ke dalam halaman rumahnya tanpa seizinnya, dan tanpa dikenali oleh security nya itu.


Security Romi pun menganggukkan kepalanya kemudian mobil Romy pun terparkir rapi di garasi rumahnya tersebut, melihat keadaan aman Romi dan Abimanyu pun melangkah masuk ke dalam.


" Silahkan duluk Tuan Muda." ucapnya dianggukan oleh Abimanyu, dia pun menghempaskan tubuhnya yang penat dengan kelelahan dan rasa bersalah pada Delisa membuatnya menyadarkan tubuhnya di sandaran sopa rumah Romi dan menatap langit-langit ruangan tengah rumah orang kepercayaan sang Ayah dan sekarang menjadi orang kepercayaannya itu.


Abimanyu menghela nafasnya dengan panjang dan merubah posisi duduknya dengan menopangkan kedua tangannya di kedua pahanya, serta menutup sebagian hidung dan mulutnya dengan kedua tangannya, dia terdiam tanpa suara, pikirannya pun jauh menuju ke arah Delisa yang sekarang berada di rumahnya seorang diri.


" Baru beberapa jam saja aku tidak bertemu dengan Delisa kenapa aku dilanda rindu seperti ini?" Gumamnya di dalam hati, kemudian dia pun dikejutkan Romi dengan segelas minuman dinginnya dibawakan oleh Romi untuknya.


Dia kemudian mengangguk dan mengucap terima kasih pada Romi


" Kalau Tuan ingin istirahat kamar Tuan ada di lantai atas."


" Tidak usah, aku di sini aja dulu sebentar." Ucapnya sembari mengambil ponselnya di dalam saku celananya, dia membuka ponselnya tersebut terlihat ada notif email di ponselnya Dia kemudian membuka email tersebut saat dia membuka pesan email itu dia terkejut sembari berucap pelan.

__ADS_1


" Delisa...!" Gumamnya seolah-olah berpikir sesuatu.


" Ada apa Tuan ?" Tanya Romi sembari menatap Tuan mudahnya itu yang terlihat terkejut melihat layar ponsel itu


__ADS_2