
23🌹
Tepat jam pulang kerja Ranti langsung menuju kesebuah kios aneka jus buah,tempat dimana awal pertama kalinya Romi mengatakan cinta pada Ranti.
Ranti langsung memesan jus kesukaannya dan menunggu sang kekasih datang menemuinya.
Romi yang melajukan kendaraan yang menuju ke arah kios jus buah tersebut terus melaju dengan kecepatan sedang, beberapa saat kemudian mobil pun memasuki halaman parkir kios penjual jus buah tersebut, dia memarkirkannya dengan rapi kemudian dia turun dan melangkah dengan pasti menuju ke arah sang kekasih yang sudah menikmati jus kesukaannya tersebut.
Romi pun duduk di samping kekasihnya itu sembari tersenyum, Ranti membalas senyuman sang kekasih dia menghela nafasnya dengan panjang, setelah memesan jus kesukaan sang kekasih pun dia menatap lekat ke arah Romi namun Romi hanya tersenyum.
" Kamu pasti penasaran ya tentang yang ingin aku bicarakan denganmu."
" Aku bukan penasaran aja, tapi aku hampir mati penasaran gara-gara kamu."
" Gara-gara aku? Maksud kamu.?"
" Kamu ngapain berada di kantor Prakash Group dan siapa laki-laki yang bersama dengan kamu itu, apakah kamu mengenalnya dengan dekat sehingga kamu membukakan pintunya seperti dia itu adalah pimpinan kamu."
" Hemmm... (Sembari tersenyum) Terkaan kamu itu memang benar, dia adalah Bosku, aku bukannya kenal dekat sama dia, tapi aku sudah dianggapnya seperti keluarganya sendiri, inilah yang ingin aku katakan denganmu."
" Maksud kamu.?"
Lagi-lagi Romi tersenyum, Dia kemudian membelai rambut sang kekasih yang tergerai panjang itu.
__ADS_1
" Sayang....Maafkan aku ya, karena aku selama ini berbohong padamu."
" Berbohong soal apa? selama ini kamu tidak terlihat membohongi aku. Kenapa kamu tiba-tiba minta maaf padaku.?"
" Sebelumnya jangan kau potong ucapannya terlebih dahulu."
" Baiklah, aku akan mendengarnya sekarang, ceritakan semuanya padaku, kalau sekiranya kamu membuat kesalahan itu di luar batas ketidaktahuanku, Aku mungkin tidak akan memaafkan kamu, tapi kalau seandainya kamu berbohong demi kebaikan orang lain ataupun demi menutupi kesalahan orang lain tersebut, tapi di jalur yang baik ataupun yang benar, aku akan memaafkan kamu." ucapnya sembari tersenyum dianggukan oleh Romi.
" Gaje yang kamu ceritakan kepadaku dan Nona Delisa yang kamu ceritakan juga denganku yang berhubungan dekat dengan Gaje seorang lelaki yang kalian beri nama Gaze itu adalah Abimanyu Perwira Prakash."
Ranti terkejut mendengar perkataan Romi, saat dia hendak berbicara langsung dicegah oleh Romi.
" Dengarkan dulu pembicaraanku, Aku ingin menceritakan semuanya agar tidak ada lagi kesalahpahaman di antara aku, Tuan Muda Abi, kamu, dan Nona Delisa." ucap Romi.
Ranti menghela nafasnya dengan pasrah, Ranti menganggukan kepalanya sembari berucap.
Romi pun kemudian menceritakan semua kejadian yang menimpa Tuan Mudanya pada Ranti dari awal sampai akhir, Ranti mendengarkan dengan cermat tidak sedikitpun cerita yang tertinggal dari Romi, semuanya dia simpan di otaknya kemudian dia pun menganggukkan kepalanya setelah Romi mengakhiri ceritanya itu.
" Itulah yang membuat aku minta maaf padamu, karena aku tidak jujur denganmu, kalau aku dan Tuan Muda Abimanyu sebenarnya ada hubungan dekat sebagai orang kepercayaannya, aku harus menjaga semua rahasianya, baik di depan kamu ataupun di depan orang lain, aku tahu kalau kamu berada di depan kantor Prankas Group, karena aku melihat kamu berada di bengkel itu, aku tahu kamu juga ingin menemui aku, namun sebelum kamu bertemu denganku, Aku sudah terlebih dahulu meninggalkan kantor itu, sebelum kamu menemui aku di depan kantor tersebut."
Ranti hanya menghela nafasnya dengan panjang dia hanya menganggukkan kepalanya, tidak ada sepatah kata pun dia keluarkan dari mulutnya, untuk menyanggah ataupun protes dengan penjelasan Romi itu, karena dia masih bermain dengan pikirannya tentang Gaje yang sebenarnya adalah Abimanyu Perwira Prakash, pewarisnya tunggal dari keluarga Prakash.
" Kamu mau kan memaafkan aku atas semua ini, aku bersikap seperti ini hanya ingin menjaga Nona Delisa dari gangguan siapapun, karena Nona Delisa tidak tahu menahu tentang masalah yang terjadi, di samping itu Tuan Muda Abi tidak ingin Nona Delisa di ikut campurkan dalam masalahnya, Nona Delisa adalah orang yang sangat disayangi oleh Tuan Muda Abi."
__ADS_1
" Hah? Delisa orang yang disayangi oleh Tuan kamu? itu artinya cinta Delisa tidak bertepuk sebelah tangan. Ya Tuhan aku merasa senang dengan mengetahui ini semua, rasanya aku ingin mengatakan semuanya ini kepada Delisa."
" Tunggu sayang! Kamu jangan menceritakan terlebih dahulu siapa sebenarnya jati diri Tuan Abi tersebut, karena aku tidak ingin tuan Muda Abi marah padaku, aku sengaja memberitahu kamu karena kamu sudah terlanjur melihat aku bersama dengannya, aku harap kamu bisa menyimpan rahasia ini sementara waktu."
" Tapi sampai kapan aku menyimpan rahasia ini dari Delisa, aku kasihan dengan Delisa, dia hidupnya sekarang sudah berubah drastis setelah Gaje tidak lagi tinggal di rumahnya, ditambah lagi Gaje tidak ada berita sama sekali, dulu Delisa orangnya sangatlah periang, sekarang dia banyak diam, Aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan sahabatku itu."
" Aku mengerti dengan apa yang kamu katakan itu, tapi ini adalah permintaan dari Tuan Muda, jangan sampai Nona Delisa terlebih dahulu mengetahui siapa dirinya dari orang lain, karena dia sendiri yang akan menjelaskan tentang dirinya itu pada Nona Delisa."
" Hemmm... (sembari mengalihkan pandangannya ke arah lain) Kapan Tuan Mudamu itu datang menemui Delisa sebelum terlambat."
Romi terkejut mendengar ucapan Ranti, dia pun langsung meraih wajah Ranti agar menatap ke arahnya.
" Apa yang kamu maksud? sebelum terlambat ? Apakah Nona Delisa sekarang dekat dengan orang lain atau Nona Delisa akan melupakan Tuan Muda.?"
" Delisa tidak akan pernah melupakan Tuan Muda kamu itu, tapi dia ingin pindah dari kota ini dan mencari pekerjaan di luar kota, agar dia bisa melupakan sejenak rasa kesedihan yang sudah dia rasakan saat ini, aku juga tidak tahu kenapa dia merasa sedih sekali karena Tuan Muda kamu itu tidak pernah lagi menghubunginya, jangankan untuk menghubungi, menampakan wajahnya saja di hadapannya Tuan Muda kamu itu tidak pernah sama sekali, di situlah Delisa berpikir kalau Tuan Mudamu itu sudah menemukan ingatannya dan tidak akan pernah mengingat Dia sama sekali."
" Aku kan sudah cerita semuanya padamu, Tuan Muda menyelesaikan dulu masalah di keluarganya, karena masalah di keluarganya itu sudah setengahnya selesai dan tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh keluarga Tirinya nantinya, sekarang dia menyelesaikan masalah di kantornya, mungkin tidak terlalu lama dia pasti akan bertemu kembali dengan Nona Delisa, Aku harap padamu sayang agar kamu bisa menahan Nona Delisa tidak meninggalkan kota ini."
Ranti menghela nafasnya dengan dalam, dia menatap ke arah Romi, terlihat di mata Romi mengharapkan bantuan dirinya, dia pun kemudian menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.
" Aku akan berusaha menahannya, agar dia tidak meninggalkan kota ini, dan mencari pekerjaan serta menetap di kota lain."
" Terimakasih sayang, aku akan mengatakan semuanya ini kepada Tuan Muda, agar dia segera menemui Nona Delisa."
__ADS_1
Ranti menganggukkan kepalanya, kemudian tersenyum.
Mereka pun kemudian menikmati kembali jus pesanan mereka itu.