
22 🌹
" Tuan Muda, maafkan saya, di hadapan mereka saya mengatakan yang sebenarnya." Ucap Mimin sembari menundukkan kepalanya.
Abimanyu tersenyum, dia pun kemudian berkata pada Mimin.
" Kamu jangan takut, karena kamu sudah benar dengan kejujuran yang sudah kamu katakan di hadapan mereka semua."
" Tapi saya sebenarnya takut Tuan Muda, kalau seandainya mereka marah pada saya."
" Mereka tidak akan marah padamu, karena yang diincarnya adalah harta dari keluargaku, kamu percaya padaku tidak akan ada yang menyakiti kalian, dan yang ada di rumah ini, termasuk kamu yang sudah melakukan sikap yang benar." Ucapnya sembari tersenyum, Mimin pun menganggukkan kepalanya.
" Baiklah, Tuan Muda, Saya permisi dulu, saya akan melanjutkan pekerjaan saya kembali."
Dianggukan oleh Abimanyu sembari menatap langkah kepergian Mimin dari hadapannya itu, dia pun menghela nafasnya dengan panjang dan menyandarkan kepalanya sembari menatap langit-langit ruang tengah rumahnya tersebut, dan bergumam di dalam hatinya.
" Hahhhh... Akhirnya aku kembali di rumah Papa, Papa aku akan menjaga semua aset milikmu, tidak akan pernah Aku melepaskannya untuk orang-orang yang tidak bertanggung jawab, Papa tentanglah di sana, aku akan selalu mendoakanmu." Gumamnya sembari mengusap wajahnya kembali dengan pelan.
Saras menatap ke arah sang kakak. Walaupun dia merasa sangat kehilangan dengan orang tuanya dan saudara-saudaranya, tapi dia rela mengorbankan saudara dan ibunya itu demi membela kebenaran.
" Aku akan selalu berpihak di samping Kak Abimanyu, karena keluarga ini sangat baik denganku, terutama Almarhum Papa, aku menganggapnya seperti ayah kandungku sendiri, berbeda dengan ayah kandungku yang sebenarnya, dia tidak peduli denganku tapi ayah sambungku sangatlah peduli denganku dan memberikan kasih sayangnya yang tidak aku dapat dari ayah kandungku sendiri." Gumamnya di dalam hati sembari menghela nafasnya dengan panjang, dia menatap ke arah sang kakak sembari tersenyum, Abimanyu pun menatap ke arah adiknya dia pun tersenyum dan menghela nafasnya dengan panjang, terlihat lega tarikan nafasnya itu, satu permasalahan di keluarganya sudah bisa dihadapi olehnya.
" Baiklah Kak, Aku tinggal dulu ya, aku mau ke makam Papah." ucap Saras dianggukan oleh Abimanyu, dia memang berencana juga ingin berkunjung ke tempat sang Papa tapi tidak saat ini, karena dia masih ada urusan yang harus diselesaikannya dengan cepat, Saras melangkah meninggalkan sang kakak menuju ke arah luar, beberapa saat kemudian mobil Saras pun melaju meninggalkan rumah tersebut. Abimanyu lagi-lagi menghela nafasnya dengan panjang dia berdiri dan membenarkan letak dasinya serta mengancingkan jasnya, dia melangkah menuju keluar diikuti Romi, sampai di mobil Romi dia pun bertanya pada Tuan Mudanya itu.
__ADS_1
" Sekarang kita mau ke mana Tuan?"
" Kita ke kantor.."
Romi menganggukkan kepalanya, kemudian mereka berdua memasuki mobil tersebut, beberapa saat kemudian mobil itu pun meninggalkan rumah tersebut sebelumnya Abimanyu berpesan pada security itu, untuk mengunci pintu gerbang rumahnya agar tidak ada yang memasukinya, selain dia tidak boleh ada yang masuk begitu juga dengan keluarga tirinya, tanpa seijinnya tidak diperbolehkan lagi masuk ke dalam rumah tersebut, karena mereka sudah memutuskan untuk tidak tinggal lagi di rumah itu, setelah menganggukkan kepalanya security itu pun dengan cepat menutup pintu gerbang rumah Tuannya itu sembari menatap kepergian Tuan Mudanya sampai menghilang dari tatapan matanya.
Beberapa saat mereka berada di jalan bebas tanpa hambatan mobil itu melaju menuju ke kantor Prakash Group, mobil Romi pun berhenti di depan pintu lobby, Romi turun dari mobil tersebut untuk membukakan pintu Tuan Mudanya, di saat Romi membuka pintu mobil tersebut seorang wanita yang tidak jauh dari depan kantor Prakash grup itu pun terkejut melihat Romi membukakan pintu mobil dan keluarlah seseorang.
" Bukankah itu Gaje? Kenapa Romi bersama Gaje?" Gumam Ranti sembari terkejut, dia pun kemudian menyeberang jalan ingin menemui Romi namun sayangnya kendaraan terlalu banyak sehingga membuat Romi meninggalkan kantor tersebut dengan cepat, Ranti merasa heran dan penuh tanda tanya besar di kepalanya, dia pun kembali ke tempat semula dimana motor pribadinya yang ada di sebuah bengkel karena motornya mengalami kerusakan sedikit, dia membaca kantor tersebut Prakash group.
Pemilik bengkel itu pun menatap ke arahnya.
" Kenapa Paman? kok Paman menatap aku seperti itu?"
" Tidak apa-apa Nona, karena Nona tadi menyebutkan Prakash grup, itu adalah kantor terbesar, perusahaannya di mana-mana."
" Bapak Brata Prakash, tapi beliau sudah meninggal dunia, sekarang digantikan dengan anaknya. Kalau tidak salah namanya Abimanyu Perwira Prakash."
" Abimanyu Perwira Prakash?"
" Kenapa Nona, apakah Nona mengenalnya.?"
" Tdak paman, aku tidak mengenalnya, cuma bagus aja namanya, pasti orangnya tampan ya .." Ucap Rabti tersenyum.
__ADS_1
" Saya memang belum pernah melihatnya, tapi orang yang sering singgah di bengkel saya ini selalu mengagumi ketampanannya, walaupun saya membuka bengkel ini sudah puluhan tahun tapi saya tidak pernah melihat secara langsung pemilik penerus Prakash Group itu, walaupun bengkel saya ini berada tepat di depan kantornya itu."
Ranti pun menganggukkan kepalanya
" Selesai Nona...."
" Berapa Paman.?"
" Lima puluh ribu Nona..."
Ranti pun mengeluarkan uang lima puluh ribu, kemudian pemilik bengkel itu pun mengeluarkan motor Ranti, beberapa saat kemudian Ranti pun meninggalkan bengkel tersebut, setelah mengucapkan terima kasih pada pemilik bengkel itu, dia pun melaju kembali ke tempat kerjanya, walaupun di kepalanya penuh tanda tanya besar tentang Romi dan Abimanyu.
" Ada hubungan apa Romi dan Gaje? Apakah Gaje itu pemilik penerus Prakash Group? Berarti Gaje itu namanya Abimanyu Perwira Prakash, aku harus menceritakan semuanya pada Delisa, agar dia tahu semuanya kalau yang dia tolong itu adalah generasi penerus Brata Prakash."
Beberapa saat kemudian motor Ranti pun memasuki tempat kerjanya. Walaupun dia sedikit terlambat karena mengalami kerusakan di kendaraan pribadinya itu, saat dia hendak melangkah menuju ke dalam Mall ponselnya pun berbunyi.
Ranti menatap layar ponselnya ternyata sang kekasih memanggilnya, siapa lagi kalau bukan Romi, dia pun langsung dengan cepat menjawab panggilan dari Romi itu.
' Kamu sekarang di mana? Aku ingin bicara denganmu." ucap Ranti sebelum suara di seberang sana bersuara.
" Kebetulan aku juga ingin bicara denganmu, setelah pulang kerja Aku akan menemui kamu di tempat biasa kita bertemu." ucap Romi.
" Baiklah,! Aku tunggu di sana." ucap Ranti kemudian mereka berdua pun menutup pembicaraan mereka tersebut.
__ADS_1
Ranti melangkah menuju ke arah kios tempat dia bekerja sembari bergumam di dalam hatinya.
" Apa yang ingin dia bicarakan? Apakah dia ingin menjelaskan kalau dia ada punya hubungan dengan Gaje eh salah, maksudnya Abimanyu Perwira Prakash itu. Apakah aku sekarang harus menghubungi Delisa? Tapi...Nanti aja, aku tidak ingin mengganggu dia sekarang, apalagi sekarang dia sudah mengalami perubahan yang sangat drastis, setelah kepergian Gaje dari rumahnya " Gumamnya sembari terus melangkah menuju ke arah tempat dia bekerja, dengan membawa pikiran yang penuh tanda tanya besar di kepalanya yang perlu mendapatkan jawaban yang sebenar-benarnya.