
30🌹
Karena kemarahannya menguasai kepalanya Rehan pun hendak melayangkan pukulannya pada Delisa, namun dari arah luar terdengar suara siapa lagi kalau bukan suara Syarif sang kakak karena rumah itu masing-masing mereka memiliki kunci serefnya terkecuali Saras yang tidak ingin memegang kunci rumah tersebut.
" Rehan! Hentikan, Apa yang kamu lakukan Rehan?"
Rehan pun kemudian menurunkan tangannya karena tangan itu hendak dilayangkannya ke arah Delisa, Delisa menutup pipinya dengan kedua tangannya sembari memejamkan matanya, dia pun hanya pasrah kalau seandainya Rehan melayangkan pukulannya ke pada dirinya, Rehan mendesis Dengan kesal, Syarif mendekati Rehan dia menatap ke arah Delisa yang masih duduk di lantai ubin keramik rumah tersebut.
" Ada apa dengan kamu Rehan, siapa wanita ini? Kenapa kamu membawa wanita ini ke rumah kita, apa yang akan kamu lakukan dengan wanita ini, dan siapa dia?"
" Dia adalah kekasihnya Abimanyu."
" Buat apa kamu membawanya ke sini?"
Kenapa Kakak bertanya seperti itu,? dia adalah kunci dari segala-galanya, Kakak sakit hati kan karena hak kita tidak diberikan oleh pengacara keluarga Prakash gara-gara Abimanyu datang di saat itu, aku mengetahui kalau dia adalah kekasihnya Abimanyu karena saat Abimanyu menemui dia aku mengikutiny tanpa sepengetahuannya, sampai akhirnya aku bawa dia ke sini."
"Terus kamu mau apa dengan dia?"
" Kita ganti dia dengan hak kita, ditambah hak Abimanyu jadi milik kita, aku yakin Abimanyu sangat menyayangi wanita ini, kamu tahu Abimanyu tidak pernah jatuh cinta, Kalau dia sampai menemui seorang perempuan berarti dia sudah sangat mencintai wanita itu." Ucap Rehan.
Mendengar ucapan dari Rehan kalau Abimanyu tidak pernah memiliki seorang wanita, Delisa terkejut dia bergumam di dalam hatinya.
" Apa mungkin Abimanyu tidak pernah mengenal seorang wanita bersemayam di hatinya? Apakah memang benar Abimanyu mencintai aku apa adanya dan memang sangat menyayangi aku." Gumamnya.
" Aku ingin menukar dia dengan semuanya dari Abimanyu!" Ucap Rehan lagi.
" Bagaimana kamu menghubungi Abimanyu?"
__ADS_1
" Aku memang sengaja tidak membuat teman wanita ini kenapa-napa, aku tahu temannya pasti menghubungi Abimanyu dan aku juga tahu Abimanyu pasti mencari wanitanya ini."
Syarif terdiam, dia memahami apa yang dikatakan oleh adiknya tersebut kemudian dia mengukir senyum di wajahnya dan menuju ke arah sofa Syarif menghentakkan tubuhnya dan mengangkat satu kakinya bertopang ke kaki yang lain dia menganggukkan kepalanya.
" Kamu setuju kan Kak rencanaku ini?"
" Ini rencana tidak terduga." Ucap Syarif, mereka berdua pun tertawa dengan lepasnya kemudian dia menatap ke arah Delisa.
" Hemmm... Pintar juga Abimanyu mencari seorang wanita, coba kamu lihat wanita itu dia melebihi dari istri-istri kita, bahkan mungkin melebihi dari selingkuhan kamu juga!" Ucap Syarif membuat Rehan terkejut dengan ucapan kakaknya itu.
" Dari mana kakak tahu kalau aku selingkuh?"
" Rehan, Kakak itu tahu siapa kamu sebenarnya dan sikap kamu itu juga Kakak tahu, kamu itu tidak cukup dengan satu wanita, Aku tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya kalau istri kamu tahu, karena tadi sore istri kamu datang ke rumah."
" Apa? dia datang ke rumah? "
" Terus Kakak jawab apa?"
" Kakak jawab kamu masih ada pekerjaan di luar, tapi sepertinya dia sudah mulai curiga,"
Rehan menghela nafasnya dengan panjang.
Hening! Tidak ada suara sama sekali, mereka dikejutkan dengan cahaya lampu kendaraan memasuki halaman rumah tersebut, mereka bertiga pun langsung menoleh ke arah pintu.
" Siapa yang datang ke rumah, tidak mungkin Abimanyu, karena Abimanyu tidak mengetahui rumah ini."
" Aku juga tidak tahu kak, apakah tadi saat kakak menuju ke rumah ini tidak ada yang mengikuti kakak?"
__ADS_1
Syarif menggelengkan kepalanya.
" Kenapa kalian takut ??" Ucap Delisa bersuara, mereka berdua pun langsung menoleh ke arah Delisa, Syarif mendekati Delisa.
" Kamu pasti menghubunginya kan? karena kamu tidak kami ikat sama sekali kaki dan tangan kamu!"
" Bukan urusan kami! Makanya kalau jadi penjahat itu pakai otak! kalau mau jadi penjahat itu dipikir dulu, jangan asal culik begitu saja." Ucap Delisa membuat Rehan geram, dia pun kemudian mencengkram kedua pipi Delisa dengan satu tangannya, Delisa langsung memegang tangan Rehan sembari menatap tajam ke arah Rehan.
" Abimanyu tidak akan melepaskan kalian kalau seandainya aku terjadi apa-apa, kalian akan merasakan akibatnya,!!" ucapnya dan Rehan pun semakin kuat mencengkram kedua pipi Delisa, Abimanyu yang berada di luar pun langsung berteriak memanggil Rehan.
" Rehan!! keluar kamu!! tidak perlu kamu bersembunyi di dalam rumah ini!! kamu sudah ketahuan, kalau kamu tidak keluar dari rumah ini aku akan bisa teriak lebih kencang lagi agar semua orang-orang yang ada di luar sana, mengetahui kalau di rumah ini ada seorang lelaki yang sudah membawa seorang wanita yang tidak tahu apa-apa!!" Ucap Abimanyu.
" Rehan lepaskan dia! Kamu tidak bisa menyakiti dia, kalau Abimanyu sampai bersuara lebih keras lagi kita berdua di rumah ini akan celaka!" Ucap Syarif.
Kemudian dengan sedikit kuat dia melepaskan cengkraman nya dari pipi Delisa, Delisa kemudian mengusap kedua pipinya yang terasa sakit sembari meringis.
Sayangnya saat Syarif memasuki rumah itu namun dia tidak menguncinya kembali, memudahkan Abimanyu untuk membukanya pintu itu, Pintu terbuka Mereka pun menatap ke arah Abimanyu, Abimanyu langsung menatap ke arah Delisa yang masih terduduk di lantai ubin keramik itu.
" Delisa..." Ucapnya dia menatap kedua kakak beradik tersebut dengan wajah sinisnya dia melangkah mendekati mereka berdua.
" Apa yang kalian lakukan dengan calon istriku hah!!" Ucap Abimanyu sembari mendekati Rehan, karena Delisa langsung diraih oleh Syarif.
" Hahaha... Akhirnya kamu datang juga dan mengetahui kalau calon istri kamu ada bersama denganku! Aku memang sengaja mencari masalah dengan kamu! Asal kamu tahu, kamu telah datang di saat penandatanganan hak kepemilikan keluarga dari Prakash dan karena gara-gara kamu juga sebagian dari hak kami tidak jadi berpindah tangan pada kami sendiri, itulah yang membuat aku benci pada kamu Abimanyu Perwira Prakash!!" Ucap Rehan sembari mendorong pundak Abimanyu dengan kedua tangannya, karena dorongan itu membuat Abimanyu mundur selangkah.
" Kalau kamu punya urusan denganku tidak perlu dengan dia, karena dia tidak tahu apa-apa dalam permasalahan ini, kalau kamu menyakiti dia aku tidak akan bisa melepaskan kalian berdua! Ingat!! Jangan harap kalian bisa seperti orang yang lain bisa menikmati hari-hari kalian lagi, camkan itu!!"
" Wowwww!! Hebat sekali dengan ancaman kamu itu." ucap Rehan sembari menepukkan kedua tangannya dan tersenyum sembari berbalik ke arah lain, namun kemudian dia berbalik lagi dengan tatapan sinisnya menatap ke arah Abimanyu
__ADS_1
" Tapi sayangnya tidak semudah itu mengancam kami, kalian berdua akan aku lenyapkan begitu saja dan tidak ada yang bisa mengalahkan Rehan di sini, terkecuali ada satu syaratnya, kalau kamu ingin membawa calon istri kamu ini dengan tidak ada satupun celah di tubuh kekasihmu ini, Oh ya tepatnya calon istri kamu, kamu bisa menyerahkan semua hak kamu dan hak Kami keluarga Tirimu, kamu harus menyerahkan semua hak keluarga Prakash atas nama kami. Bagaimana Abimanyu Perwira Prakash?? Apakah kamu mau menyetujuinya atau kamu masih mempertahankan harta kamu daripada cinta kamu ini?!" ucap Rehan, Abimanyu terkejut dia menatap ke arah Rehan dengan tatapan tajamnya.