Delisanya Abimanyu (Cinta & Harta)

Delisanya Abimanyu (Cinta & Harta)
Delisanya Abimanyu


__ADS_3

33🌹


Tiga hari setelah kejadian itu, Abimanyu yang sedang bersama dengan Delisa di sebuah kedai langganan Delisa tersebut dan tidak lupa juga dihadiri oleh Romi dan Ranti, saat mereka menikmati makan pagi bersama, ponsel Abimanyu pun berdering, dia menatap ke arah ponselnya itu dan pemanggilnya adalah Saras


" Halo Saras ada apa.?"


" Kakak bisa datang ke rumah sakit sekarang?"


Abimanyu terkejut dengan suara Saras yang ada di seberang sana, mereka yang ada di meja makan itu pun menoleh ke arah Abimanyu.


" Baiklah, kakak akan segera datang ke sana."


Kemudian pembicaraan itu pun terputus, Abimanyu menghela nafasnya dengan panjang dan menatap ke arah mereka saling bergantian.


" Ada apa Sayang,? telepon dari siapa?" Tanya Delisa.


" Dari Saras...."


" Memang ada apa? Apa yang terjadi dengan tante Henny?"


" Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan Mamah Henny, tapi Saras menyuruh aku segera ke rumah sakit."


" Ya udah sekarang kita berangkat aja ke sana."

__ADS_1


" Tapi kita masih makan, lebih baik selesaikan dulu makan kalian." Ucapnya.


" Tidak apa-apa Tuan, kami juga sudah kenyang." Dianggukan oleh Ranti.


"Baiklah, kalau seperti itu."


Kemudian Abimanyu pun berdiri dan menuju ke arah kasir dan membayar makan Mereka, kemudian mereka pun melajukan kendaraan mereka menuju ke arah rumah sakit yang sudah dikatakan oleh Saras, tidak memakan waktu lama kedua mobil itu pun memarkirkan kendaraannya di tempat parkir rumah sakit yang sudah disediakan oleh pihak rumah sakit, mereka berempat melangkah menuju ke arah ruang UGD di mana terlihat Sarah sedang duduk sendirian, Abimanyu pun kemudian menyentuh pundak adiknya itu.


" Ada apa? Apa yang terjadi dengan Mama Henny?"


" Saras juga tidak tahu, saat Saras berada di belakang, Mama sudah mengalami kejang-kejang dan sekarang lagi di tangani oleh pihak dokter."


Belum selesai Saras berbicara pada Abimanyu, seorang dokter pun datang mendekati mereka.


" Saya sendiri dok, memang kenapa dok?"


" Pasien ingin bertemu."


" Mama sudah sadar?"


" Iya, tapi keadaannya masih sangat lemah sekali, ini adalah permintaan sang pasien, jadi kami harus mewujudkan permintaannya itu, karena kondisinya juga sangat tidak memungkinkan."


" Sakit apa yang telah diderita oleh Mamah saya dokter, sehingga membuat Mamah saya kejang-kejang dok."

__ADS_1


" Sementara ini kami masih observasi, kami akan mencari tahu apa yang diderita pasien saat ini, lebih baik bapak segera menemui pasien."


" Baiklah, saya akan menemuinya." Abimanyu pun kemudian melangkah diikuti oleh Saras, karena Saras meminta pada dokter agar bisa bertemu dengan ibunya tersebut


Abimanyu menatap ke arah Ibu Henny, terlihat wajahnya pucat dan menahan sesuatu yang sulit untuk dikatakan olehnya pada anaknya dan Abimanyu, namun seakan-akan dia tahu akan keadaannya sekarang ini.


" Ada apa Mama memanggilku?" Tanya Abimanyu.


" Maafkan Mama Nak, Mama harus berkata jujur, sebelum akhir hayat Mama, Mama ingin berkata jujur pada kamu sebelumnya Mama memohon kepadamu agar kamu selalu menjaga Saras, karena Saras adalah anak Mama yang memang benar-benar baik, Mama mohon padamu juga untuk memaafkan Rehan dan Syarif, satu lagi maafkanlah atas kesalahan Mama selama ini, karena Mama membuat Almarhum Papah kamu mengalami sakit yang tidak pernah bisa berhenti dan tidak bisa sembuh-sembuh, mungkin ini adalah karma yang telah Mama lakukan di masa lalu, Maafkan Mamah Nak!" Mendengar ucapan dari Ibu Henny Abimanyu mengepalkan kedua tangannya, namun tanpa disadarinya Delisa ada di belakangnya, karena Delisa tahu apa yang akan dikatakan oleh Ibu Henny walaupun sebenarnya Delisa tidak mengetahui kalau ibu Henny lah penyebab dari kepergian calon mertuanya tersebut, yaitu bapak Brata Prakash, Delisa kemudian meraih tangan calon suaminya itu, dia kemudian mengusapnya seakan-akan Abimanyu mendapatkan air yang melegakan tenggorokannya, karena saat itu dia merasakan berada di padang gurun pasir yang membuat tenggorokannya kering dan merasa kepanasan, saat Delisa mengusap tangannya Abimanyu pun menoleh ke arah Delisa, Delisa pun menganggukkan kepalanya dan diisyaratkan dengan kedua matanya agar Abimanyu sabar dan tidak termakan dengan emosinya sendiri.


" Kamu berhak marah Nak, kamu berhak marah." Ucap Ibu Henny tersengal-senggal berbicara.


" Kak Abimanyu...Maafkan Mama, mungkin ini adalah kesalahan Mama yang sangat besar sekali, Saras pribadi memohon kepada Kak Abi untuk memaafkan Mama, Mama mungkin berambisi sangat kuat untuk mendapatkan harta Papah, dan Mama juga termakan omongan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab seperti kak Rehan dan kak Syarif, sampai akhirnya Mama khilaf melakukan itu pada Almarhum Papah."


Abimanyu kemudian menatapkan kearah Saras, dia menatap jauh kebening bola mata adiknya itu, dia mendapatkan kejujuran di mata itu, karena dia merasa kasihan dengan adiknya tersebut, di satu sisi Saras sangat mengharapkan Mamanya segera sembuh dan di sisi lain Saras sudah mendapatkan kebahagiaannya kasih sayang yang diberikan oleh Almarhum Papahnya itu.


Ibu Henny menatap ke arah Abimanyu, Abimanyu pun dengan lapang dada menyentuh tangan Ibu Henny sembari mengganggukan kepalanya.


" Aku memaafkan Mama, aku bersyukur karena Mama sudah mengakui kesalahan Mama."


Mendengar ucapan dari Abimanyu, Ibu Henny pun merasa lega, dia mengukir senyum di wajahnya dan menarik nafasnya dengan panjang dan melepaskannya dengan sedikit pelan beriringan dengan matanya tertutup dan terlihat buliran bening keluar di sudut matanya, dokter yang berdiri di samping Saras pun terkejut dan memegang tangan pasiennya itu untuk memeriksa denyut nadi Ibu Henny, namun sayangnya Ibu Henny sudah berpulang ke hadapan yang maha kuasa, dokter itu pun menggelengkan kepalanya, melihat dokter menggelengkan kepalanya itu pun Saras terkejut, Begitu juga dengan Abimanyu dan Delisa, Saras langsung memeluk Mama,terlihat wajah Ibu Henny yang menyunggingkan senyum dan menutup matanya itu pun terlihat bahagia di akhir berpulangnya menghadap yang Maha Kuasa dengan membawa Maaf dari Abimanyu, Abimanyu kemudian menghapus buliran bening di sudut mata ibu tirinya tersebut, sembari berucap.


" Tenanglah di sana Mama, aku memaafkan semua kesalahan Mama." Ucapnya kemudian dia pun mendekati Saras dan membawanya untuk keluar ruangan, Saras pun menangis sembari di pangkuan sang kakaknya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2