
24 🌹
Keesokan harinya dikantor Prakash Group...
Abimanyu yang sudah menyelesaikan masalah dikantornya itu pun langsung keluar dari ruangannya dan meminta sekretarisnya untuk membawakan beberapa berkas Clientnya untuk diketahuinya dan akan ditemuinya itu.
Karena beberapa hari yang lalu Client yang harusnya menjalin kerjasama dengan kantornya itu sudah ditemui oleh Fakih dan Fakih sudah bercerita semuanya kalau dirinya itu sudah tidak ada lagi di kantor tersebut dan sudah diserahkan kepada Fakin tentang kepemimpinannya, bahkan Fakih juga berbicara kepada Client itu kalau dirinya sudah tiada.
Beberapa saat dia menunggu sekretarisnya itu pun datang menemuinya dan memberikan beberapa berkas yang ada. Setelah dia memeriksanya dia menganggukkan kepalanya pada sekretarisnya itu, sembari berbicara.
" Apakah kamu sudah menghubungi semua Client yang sudah dibatalkan oleh pak Fakih itu.?"
" Sudah semua pak, setelah Bapak memerintahkan pada saya untuk menghubungi mereka dan mereka sudah menunggu kita di tempat yang sudah ditentukan."
" Baiklah sekarang kita berdua akan menemui Client tersebut." Ucapnya.
Sekretarisnya itu pun menganggukkan kepalanya.
" Baik Pak." Ucapnya kemudian mengambil berkas yang ada di atas meja itu, kemudian mengikuti langkah Abimanyu keluar dari ruangannya.
Abimanyu dan sekretaris itupun memasuki mobil kantor, karena Abimanyu tidak menggunakan mobil pribadinya. Mereka pun kemudian menuju ke tempat yang sudah ditentukan karena Abimanyu ingin meluruskan semua permasalahan yang telah dibuat Fakih.
Fakih sengaja membatalkan semua kerjasama yang diajukan oleh beberapa perusahaan pada perusahaannya itu dan Abimanyu sendiri yang akan menjelaskan secara langsung pada semua Client tersebut, Dia tidak ingin mengecewakan Clientnya itu yang memerlukan suntikan dana pada perusahaannya dengan cara menjalin kerjasama dengan perusahaannya itu.
__ADS_1
***
Delisa yang baru saja keluar dari tempat kerjanya itu pun melajukan motornya dengan kecepatan sedang, dia terus melaju ke arah yang dituju untuk mengantarkan paket pada tuannya, Delisa tidak menyadari mobil yang dikendarai oleh Abimanyu berpapasan dengannya, mobil itu pun terus melaju dengan kecepatan sedang menuju ke arah sebuah restoran mewah yang ada di kota tersebut, mobil itu pun masuk ke dalam area parkir restoran itu, begitu juga dengan motor Delisa dia pun masuk ke dalam area parkir restoran itu, dia memarkirkan motornya di area parkir khusus roda dua, dia pun turun dari motornya dan mengambil paket yang harus di berikan pada pemilik paket tersebut, dia tidak menyadari kalau Abimanyu pun keluar dari mobil menuju ke arah dalam restoran itu.
Delisa yang memang sudah ditunggu oleh pelayan restoran itu pun kemudian mengambil paket yang sudah diberikan oleh Delisa Dan Pelayan itu pun menandatanganinya, setelah Delisa mau berbalik arah dia melihat Abimanyu melangkah masuk ke dalam bersama dengan sekretarisnya tersebut, Delisa terkejut dia pun kemudian menatap ke arah Abimanyu, namun Delisa tidak bersuara sama sekali karena Abimanyu pun tidak menyadari akan kehadiran Delisa di restoran tersebut.
" Gaje..." Gumamnya pelan, Dia menatap terus ke arah Abimanyu yang bersama dengan sekretarisnya itu, terlihat di wajah Delisa penuh tanda tanya besar melihat kehadiran seorang wanita cantik di samping Abimanyu.
Abimanyu pun bertemu dengan Clientnya itu dan mereka berdua saling bersalaman dan berjabat tangan. Kemudian mereka pun duduk di salah satu kursi yang sudah dipesan oleh Client tersebut, Delisa hanya menghela nafasnya dengan panjang.
" Aku tidak boleh mengganggu Gaje, mungkin dia sudah bertemu dengan keluarganya dan mungkin juga itu adalah kekasihnya atau istrinya, sadar Delisa! Gaje sudah memang melupakan kamu, terbukti saat ini dia sudah tersenyum dan tertawa bersama dengan teman-temannya, begitu juga dengan wanita yang ada di sampingnya, terlihat sangat romantis sekali." Gumamnya pada dirinya sendiri.
Delisa lagi-lagi menghela nafasnya kemudian dia pun melangkah meninggalkan restoran itu keluar menuju ke arah motor inventarisnya itu, beberapa saat kemudian dia pun melajukan motornya menuju ke arah tempat yang lain untuk mengantarkan paket-paketnya itu pada sang pemiliknya.
" Mungkin benar aku tidak ada apa-apanya di hadapan Gaje, aku pun sudah mengira kalau Gaje itu adalah orang yang berada, tidak seperti aku. Seharusnya aku sadar sejak dulu, aku salah menempatkan hati ini padanya, walaupun sebenarnya sampai saat ini aku tidak bisa melupakannya, tapi aku harus belajar. Delisa Ayo semangat!" Gumam Delisa sembari terus melajukan kendaraannya sampai ke tempat pemilik paket yang harus diberikannya itu.
***
Abimanyu yang sudah memberikan penjelasan pada para Clientnya itu bergegas keluar dari Restoran itu dia memerintahkan pada sopirnya itu untuk membawanya kerumah pribadi orang tuanya, sang sopir hanya mematuhi titah pak Bosnya tersebut.
Selang beberapa saat kemudian mobil itupun berhenti didepan rumah kediaman keluarga Prakash.
" Kalian berdua silahkan kembali kekantor, aku nantinya akan menyusul." ucapnya.
__ADS_1
" Baik pak.." mereka berdua menganggukkan kepalanya dan menuju kembali kekantor.
Abimanyu melangkah menuju mobil pribadinya dan melajukan mobilnya itu kearah rumah sakit dimana sang sahabat berada.
Mobil terus melaju dan diapun berhenti sesaat dijalan pertama kali bertemu dengan Delisa, Abimanyu tersenyum sembari menyandarkan tubuhnya disandaran jok mobilnya mengingat awal pertama dia ketemu dengan Delisa.
Saat dia hendak menyalakan mobilnya dari arah belakang Abimanyu melihat motor Delisa dari kejauhan dia memperhatikan motor tersebut dari kaca spion mobilnya dan beberapa saat motor yang dikendarai Delisa melintasi mobil Abimanyu.
" Sayangku Delisa..." Gumamnya pelan sembari tersenyum. Dia kemudian melajukan mobilnya dengan pelan dan mengikuti laju kendaraan roda dua milik Delisa.
Delisa yang sadar sebuah mobil mewah mengikutinya diapun berhenti, melihat Delisa berhenti Abimanyu pun langsung memutar arah kendaraannya kejalan lain seakan-akan dia tidak mengikuti Delisa.
" Huhh! (Menghela nafasnya) Aku kira tadi dia orang jahat, jika seandainya orang jahat sudah aku teriaki dia, tapi ternyata aku salah, dia mau berbelok arah." Ucapnya sembari melajukan kembali motornya menuju kearah rumah.
" Hampir saja aku ketahuan kalau mengikutinya,(Menghela nafasnya) Aku harus segera menemuinya,karena Delisa adalah miliknya Abimanyu." ucapnya pelan berbicara sendiri sembari tersenyum. Mobilnya menuju kearah rumah sakit, sesampainya di rumah sakit dia memarkirkan mobil tersebut dan menuju kearah ruangan sang sahabat, saat dia berada didepan ruangan tersebut dia mendengar suara perempuan yang sangat dikenalnya.
" Suara itu sepertinya sangat aku kenal sekali..." Ucapnya sembari berpikir sesaat. Abimanyu langsung membuka ruangan itu dan saat pintu terbuka dia melihat Saras berada didalam ruangan tersebut sembari menyuapi Edward sang sahabat.
" Kak Abi...?" ucap Saras terkejut melihat sang kakak masuk ruangan itu, begitu juga dengan Abimanyu merasa heran karena sang Adik berada diruangan sahabatnya.
" Saras...? Kalian berdua saling kenal?"
Mereka berdua tersenyum sembari mengangguk.
__ADS_1
" Bukan hanya kenal tapi lebih dari itu." Ucap Edward. Dianggukkan saras, Abimanyu pun tersenyum.