
07 🌹
Hari ketiga Abimanyu ada ditempat Delisa dan ia pun menunggu Romi datang sesuai dengan kesepakatan yang dikatakan Abimanyu pada Romi disaat ia menghubungi Romi waktu itu.
Romi yang sudah mempersiapkan keperluan Tuan Mudanya itupun melajukan mobilnya menuju kearah tempat tinggal Tuan Mudanya sekarang, Namun Romi melajukan mobilnya kearah lain karena ia melihat ada sebuah mobil yang sangat mencurigakan mengikuti laju kendaraannya tersebut. Mobil yang dikendarai oleh Romi pun memasuki halaman sebuah Mall terkenal yang ada di kotanya itu, ia memarkirkannya dengan rapi kemudian ia pun keluar dari mobilnya tersebut menuju ke arah dalam, namun sebelum ia keluar dari mobilnya itu ia melihat Rehan saudara tirinya Tuan Mudanya itu berada di dalam mobil yang mengikutinya itu.
Setelah mengetahui siapa penguntit tersebut, Romi tetap melangkah menuju ke arah dalam Mall dan Rehan mengikuti langkahnya masuk ke dalam Mall itu, Rehan tahu Romi adalah orang kepercayaan dari keluarga Prakash yang sangat dipercaya oleh Almarhum Ayah tirinya itu.
Saat berada di dalam Mall mata Rehan menatap dengan tajam mencari sosok Romi sampai akhirnya Rehan mengetahui kalau Romi berada di salah satu aksesoris wanita.
" Sial! Ternyata aku salah! Tidak ada yang mencurigakan dari Romi, buang-buang waktu aku mengikutinya, lagi pula Abimanyu memaang benar-benar udah tiada menurut keterangan pihak rumah sakit kalau seseorang yang berada di dalam ruangan Caffe itu adalah Abimanyu." Gumamnya, kemudian dia pun meninggalkan Mall itu menuju ke arah mobilnya, beberapa saat kemudian mobilnya pun meninggalkan Mall, karena kecurigaannya tentang Romi tersebut tidak benar.
Rehan kemudian menghubungi sang kakak.
" Ya Rehan, bagaimana? Apakah benar kalau ada yang disembunyikan oleh Romi dari kita.?"
__ADS_1
" Tidak ada Kak! aku memang mengikuti laju kendaraan Romi, tapi sayangnya dia menuju ke arah Mall dan menuju ke arah aksesoris wanita, mungkin dia membelikan aksesoris tersebut untuk kekasihnya, tidak ada kecurigaan kalau dia ingin menemui seseorang."
" Baiklah, kalau seperti itu berarti kecurigaan kita yang pertama tentang Romi salah."
" Iya Kak." ucap Rehan sembari memutus sambungan bicara pada sang kakak, Rehan menghela nafasnya dengan panjang, kemudian dia pun menuju ke arah lain, bukan untuk pulang ke rumah melainkan dia menuju ke sebuah rumah mewah di mana rumah tersebut milik seorang wanita, siapa lagi kalau bukan kekasih gelapnya Rehan, mobil Rehan pun memasuki halaman rumah tersebut karena Rehan sering berkunjung ke rumah itu, tanpa sepengetahuan sang istri, Rehan memarkirkan mobilnya itu di tempat khusus yang ada di halaman rumah itu, Rehan pun keluar dari mobilnya dan melangkah menuju ke arah pintu samping, karena saat ia memasuki garasi, garasi itu memiliki pintu otomatis dan langsung menutup sendiri, jadi tidak diketahui kalau mobil Rehan berada di dalam garasi tersebut dan Rehan pun melewati pintu samping di mana sang kekasih gelap sudah menantinya sejak tadi.
***
Romi yang sempat melirik kehadiran Rehan itu mengetahui kalau Rehan sudah meninggalkan Mall itu, kemudian Romi meninggalkan Mall tersebut dan kembali melajukan mobilnya Di persimpangan dia menghentikan mobilnya dan menitipkan mobil tersebut pada teman dekatnya yang memang tidak jauh dari tempat tinggal Tuan Mudanya sekarang berada, atas bantuan dari temannya itulah Romi mempunyai profesi baru yaitu sebagai pedagang jajanan kecil anak-anak.
Romi laki-laki berusia 27 tahun memiliki tubuh yang tinggi tampan dan putih bersih itu berubah drastis dengan dandanan yang dekil, kulit yang lusuh serta tidak terlihat seperti seorang lelaki berwajah tampan.
Romi memang belum lama menjadi orang kepercayaan dari Almarhum Brata Prakash, namun Romi dapat diandalkan dengan kejujuran yang dimilikinya tersebut, sehingga Almarhum Papah Abimanyu menyukai kinerja dari Romi, sampai akhirnya Romi bisa menjadi orang yang sangat dipercaya oleh pak Brata Prakash.
Orang kepercayaan Brata Prakash lebih dari satu, tapi yang sangat dipercaya oleh Almarhum Pak Brata Prakash saat beliau masih hidup adalah Romi, walaupun Romi dipercaya sepenuhnya oleh Almarhum, orang-orang kepercayaan yang lainnya tidak ada keirian terhadap Romi, karena mereka juga merasa senang kalau Pak Brata Prakash saat itu mempercayai Romi sepenuhnya, dikarenakan Romi adalah orang yang masih muda di antara mereka semua.
__ADS_1
Romi berada di depan rumah dengan ciri-ciri yang sudah diberitahukan oleh Abimanyu melalui email Delisa.
Abimanyu yang sedari tadi menunggu di dalam rumah Delisa pun menatap ke arah luar dia memang sudah mengetahui kehadiran seseorang yang sudah berjualan jajanan anak-anak di depan rumah Delisa, namun Abimanyu tidak menyadari kalau orang yang menggunakan topi hitam lebar berbaju warna hijau muda itu adalah Romi, Abimanyu hanya menatap beberapa anak kecil yang mendekati Romi serta membeli jajanan yang dijual oleh Romi tersebut.
Namun Abimanyu mulai sadar di saat penjual jajanan itu menatap terus ke arah rumah tersebut dan dia pun menyadari kalau itu adalah Romi, ia kemudian membuka pintu rumah Delisa dan melangkah mendekati Romi yang sedang melayani anak-anak kecil membeli dagangannya tersebut.
" Tuan Mud... " Belum sempat Romi menyebut Tuan Mudanya, Abimanyu sudah memberikan isyarat pada Romi agar dia tidak menyebut kata-kata itu di depan para anak-anak yang sedang membeli dagangannya.
" Kamu cocok juga ya mempunyai profesi seperti ini, dengan berpenampilan yang dekil kayak gini." Ucap Abimanyu tersenyum.
" Tuan juga cocok kok berpakaian seperti itu tidak menampakkan seorang yang luar biasa."
Romi dan Abimanyu pun berbicara seolah-olah membicarakan dagangan dari Romi, Kemudian Romi pun memberikan kantong keresek yang berisi keperluan Abimanyu saat berada di rumah Delisa yaitu sebuah ponsel serta beberapa uang cash yang diberikan oleh Romi pada Tuan mudanya tersebut, sesuai dengan permintaan Abimanyu.
Setelah anak-anak itu pun berlalu dari Romi hanya mereka berdua saja yang berbicara dan tidak terlihat kecurigaan di antara orang-orang yang melintas di depan rumah Delisa, karena mereka sudah tahu kalau Abimanyu adalah keluarga Delisa dari ibunya yang datang ke kota itu untuk mencari pekerjaan dan sementara waktu harus tinggal di tempat Delisa, itulah yang di berikan Delisa jawaban pada orang-orang yang bertanya tentang Abimanyu padanya ataupun pada Ranti.
__ADS_1
" Aku tidak ingin Ibu tiriku mengetahui aku masih hidup dan berada di sini, jangan sampai mereka mengikuti kamu untuk menemui aku disini, aku akan menghubungi kamu melalui ponsel pribadiku ini nantinya." Ucapnya sembari menatap ke arah Romi dan Romi pun menganggukkan kepalanya.