Delisanya Abimanyu (Cinta & Harta)

Delisanya Abimanyu (Cinta & Harta)
Delisanya Abimanyu


__ADS_3

09🌹


" Terima kasih atas semua bantuan kamu."


" Sama Tuan Muda."


Mereka berdua pun memutus sambungan bicaranya, lagi-lagi Abimanyu menarik nafasnya dengan panjang dan melepaskannya dengan pelan ia meletakkan ponselnya di bawah bantalnya karena terdengar motor Delisa sudah datang.


Abimanyu hanya sempat melihat jam di ponselnya tersebut menunjukkan waktu istirahat siangnya Delisa.


Delisa membuka pintu rumahnya tersebut.


" Gaje! kamu di mana.?" panggil Delisa.


Abimanyu yang sudah mengetahui kedatangan Delisa itu pun langsung merebahkan tubuhnya dan menutup matanya seakan-akan dia tertidur tidak mengetahui kalau Delisa sudah datang dari kerjanya untuk istirahat siang.


Delisa kemudian membuka pintu kamar Abimanyu dia melihat Abimanyu tertidur dengan pulas Dia kembali menutup pintu tersebut.


" Gaje si pemalas, waktunya dihabiskan untuk malas-malasan di tempat tidur aja." Gumamnya di dalam hati sembari berjalan menuju ke arah dapur dan mengambil dua piring serta meletakkannya di lantai, dia pun kemudian duduk bersila sambil membuka dua bungkus nasi yang sudah dia beli untuk makan siang dia dan Abimanyu.

__ADS_1


Delisa menghela nafasnya dengan panjang sembari menatap dua bungkus nasi tersebut, karena dia mampu membeli 2 bungkus nasi saja dengan lauk telur dan tempe.


" Ya Tuhan, pengeluaranku akan lebih banyak lagi dari hari-hari sebelumnya, karena ada si Gaje yang harus aku rawat sampai ingatannya pulih, namun aku tidak tahu harus mencari kemana keluarganya, lama-kelamaan ia berada di sini aku merasa kasihan juga dengannya, pasti keluarganya mencarinya kesana kemari, sebenarnya ia ini siapa? sampai saat ini pun ia tidak bisa mengingat siapa dirinya, kalau ia hanya berdiam diri saja di rumah ini mungkin akan membutuhkan waktu lama untuk ia mengingat tentang keluarganya, aku harus bagaimana ya Tuhan? kalau aku membawa ia ke rumah sakit otomatis pengeluarannya lebih banyak lagi sedangkan gajiku tidak seberapa untuk menanggung ia berobat, Ya Tuhan aku harus bagaimana? kasihan Gaje, kalau ia tidak ingat apa-apa tentang keluarganya, lagi pula ia tidak bisa tinggal berlama-lama denganku, Aku dan ia tidak ada hubungan apa-apa, Aku takutnya nanti tetangga di sekitar sini dan orang-orang yang seliweran akan mengetahui kalau ia itu tidak ada hubungan keluarga denganku sama sekali." Gumamnya sembari menarik nafasnya dengan pelan dan ia pun tidak menyadari kalau Abimanyu berdiri di belakangnya.


" Kamu sudah datang? Kenapa lama sih? Aku sudah lapar banget nih, apakah itu nasi bungkus untukku?" Tanya Abimanyu sembari duduk di depan Delisa.


" Rupanya Kamu sudah bangun, cepat gih makan siang nanti kamu kelaparan lagi kayak kemarin, gara-gara aku terlambat datang kerumah." Ujar Delisa kemudian membuka nasi bungkus yang sudah dibelinya itu dan memberikannya kepada Abimanyu.


Abimanyu tersenyum sembari bergumam di dalam hatinya.


" Kamu itu cantik, walaupun kamu terlihat judes padaku dan kamu terlihat jutek di hadapanku, tapi hati kamu itu sangat baik sekali seperti wajah kamu yang cantik itu, lama-kelamaan aku menatap kamu semakin bergetar hati ini." ucapnya dalam hati sembari menatap Delisa yang mengunyah makan siangnya tersebut.


" Kenapa kamu menatap aku seperti itu, apa kamu tidak suka dengan lauknya? kalau kamu mau makan lauk daging ataupun makan lauk ayam aku tidak bisa memberikannya, yang hanya bisa aku berikan ya lauk seperti ini, ini juga melebihi dari seekor ayam, coba kamu pikir telur duluan atau ayam duluan, kalau kamu makan sebiji telur sama aja kamu makan satu ekor ayam, tapi kalau kamu cuma makan satu paha ayam tidak sama dengan satu biji telur, udah jangan terlalu dipandangi makan aja." ucapnya sembari tersenyum,Delisa pun berguman di dalam hatinya.


" Gaje... kamu itu tampan banget, kalau seandainya kamu mengingat siapa diri kamu itu, apakah kamu masih ingat akan aku? sebenarnya aku merasa senang kalau kamu berada di rumah ini dan aku tidak rela kalau kamu mengingat kembali siapa diri kamu, tapi aku tidak bisa untuk menahan mu dirumah ini, kamu harus mengingat semua keluarga kamu dan kembali kepada mereka." Gumamnya di dalam hati sembari melirik sesaat ke arah Abimanyu yang mulai mengunyah makanannya tersebut.


Delisa pun menundukkan kepalanya dan menikmati makanannya tidak ada suara sama sekali di antara mereka berdua, kemudian Delisa dikejutkan dengan Abimanyu memberikan dua lembar uang ratusan ribu padanya.


" Delisa, nih buat kamu."

__ADS_1


Delisa menatap ke arah Abimanyu dan merasa heran dengan uang kertas tersebut yang ada di tangan Abimanyu itu.


" Dari mana kamu mendapatkan uang ini? jangan-jangan kamu mencuri ya di tempat tetangga, saat aku tidak berada di rumah."


" Tidak! Aku tidak mencuri."


" Kalau kamu tidak mencurinya, terus kamu mendapatkan Uang ini dari mana? Apa kamu keluar dari rumah untuk bekerja? kamu kerja apa di luar sehingga kamu mendapatkan uang ini.?"


" Tadi ada penjual jajanan anak-anak, terus aku bantuin dia, karena jajanannya itu laku keras sama anak-anak di sekitar sini, nah jajanannya itu lakunya banyak sekali dan dia pun ngasih aku uang Ini, aku ambil aja buat tambah-tambah."


" Jangan kasih ke aku, uangku masih ada kok, simpan aja uang itu untuk kamu, karena itu adalah hasil kamu bekerja membantu orang dan kamu digaji berarti itu adalah hak kamu, buat apa kamu ngasihkannya untukku."


" Ambil aja, aku tidak tahu uang ini aku belikan untuk apa, lebih baik aku kasihkan buat kamu, Kamu kan bisa menggunakannya untuk membeli apa saja, ambillah!" Ucapnya sembari mengganggukan kepalanya dengan terlihat muka polosnya.


Dengan terpaksa Delisa pun mengambil uang yang diberikannya itu padanya, ia menatap lekat ke arah Abimanyu yang melanjutkan kembali makan siangnya tersebut.


" Ya Tuhan, apa yang harus aku katakan padanya, dia begitu baik banget padaku, hasil dari kerjanya membantu orang itu pun diberikannya padaku, di samping tampan, dia juga baik hati, aku tidak ingin ingatan dia itu pulih, tetapkanlah dia seperti ini agar dia dan aku tetap bersama di sini, aku tidak ingin dia pergi jauh dariku, Aku merasa senang bila pulang ke rumah aku akui rasa ini begitu aja tumbuh di dalam hati ini yang tanpa aku sadari, sejujurnya aku sangat menyukai dia, tapi aku tidak tahu apakah dia menyukai aku." Gumam Delisa sembari terus menatap ke arah Abimanyu.


" Maafkan aku Delisa, karena aku berbohong kepadamu, Aku tidak tahan melihat keadaan kamu seperti ini, Maafkan aku, kamu adalah wanita sederhana yang pertama kali aku kenal dan sungguh menyentuh hatiku, jujur aku menyukai kamu, tapi aku tidak tahu apakah kamu menyukai aku, setelah kamu tahu kalau aku hanya bersandiwara dan penuh kepura-puraan dalam sakit hilang ingatan ini, maafkan aku Delisa, Jangan benci aku kalau kamu suatu saat tahu siapa aku sebenarnya yang tidak pernah mengalami lupa ingatan ini." Gumam Abimanyu sembari terus mengunyah makanannya dan dia tidak menatap ke arah Delisa, karena dia tahu Delisa pasti terus menatapnya.

__ADS_1


__ADS_2