Delisanya Abimanyu (Cinta & Harta)

Delisanya Abimanyu (Cinta & Harta)
Delisanya Abimanyu


__ADS_3

06 🌹


" Syukurlah kalau kamu tidak apa-apa, aku takut sekali kalau terjadi sesuatu padamu,ntar Delisa akan marah padaku."


" Hem...Ternyata wanita ini tidak mengetahui kalau aku memasuki kamar sahabatnya." Gumam Abimanyu tersenyum.


" Maksudnya ada apa ini.?" Tanya Abimanyu berpura-pura terkejut.


" Aku tadi ingin mengecek keadaan kamu, karena ada Delisa menghubungi aku agar melihat kamu di dalam, Delisa merasa khawatir kamu kan sendirian di dalam rumah, apalagi dengan keadaan kamu yang sedang gangguan jiwa." ucap Ranti membuat Abimanyu terkejut dengan ucapan Ranti tersebut.


" Apa Mbak, gangguan jiwa? Aku bukan gangguan jiwa Mbak, aku masih waras." ucapnya sembari tersenyum.


Ranti pun menyadari ucapannya dan dia pun langsung menepuk jidatnya sendiri sembari bersuara.


" Astaga! Maafkan aku ya, karena aku memang bicara asal aja, kadang-kadang tidak tersadar dengan apa yang aku ucapkan, sebab kebingungan dikarenakan pintu rumah Delisa terkunci dari dalam, aku pun sudah menghubungi Delisa, namun tidak dijawabnya, mungkin karena pekerjaannya terlalu banyak."


" Iya Mbak, oh ya lebih baik kita bicara di dalam aja daripada bicaranya kaya gini, tidak enak didengar dan dilihat juga, nanti apa kata orang-orang yang ada di sini." ucap Abimanyu kemudian melangkah menuju ke arah pintu utama rumah Delisa, ia kemudian membuka pintu tersebut Ranti tersenyum dan langsung duduk di dekat pintu rumah Delisa dan diikuti Abimanyu duduk di hadapan Ranti.


Abimanyu memilih duduk di depan Ranti sedikit terlindung dari arah luar, karena ia tidak ingin menjadi pusat perhatian beberapa orang yang melintas di depan rumah Delisa, ia harus menyesuaikan dirinya terlebih dahulu sebelum ia melancarkan aksinya sebagai saudara bohongan dari Delisa, ia tidak ingin melibatkan Delisa terlalu jauh, Abimanyu hanya sementara waktu tinggal di tempat Delisa, setelah semuanya aman ia akan pergi dari rumah tersebut.


Ranti menatap ke arah Abimanyu dengan tatapan penuh tanda tanya besar dikepalanya, Ranty merasa heran dengan Abimanyu karena Abimanyu terlihat menyembunyikan dirinya dari tatapan orang-orang yang melintas di depan rumah tersebut, Ranti pun bergumam di dalam hatinya.


" Sepertinya laki-laki ini tidak hilang ingatan deh, kalau seandainya dia memang benar-benar hilang ingatan, dia pasti akan duduk santai saja, tapi ini terlihat sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan, ada apa dengan laki-laki yang ada di hadapanku ini? jangan-jangan dia hanya pura-pura saja lupa ingatan dan memang sengaja bersembunyi dari kejaran seseorang atau dia adalah orang yang jahat yang butuh perlindungan?" gumamnya di dalam hati sembari terus menatap lekat ke arah Abimanyu.


Abimanyu pun merasa sadar kalau dia ditatap oleh Ranti.

__ADS_1


" Ada apa Mbak, Kenapa Mbak menatap aku seperti itu? Memangnya ada yang salah ya dengan diriku.?"


" Nggak ada yang salah sih, cuma aku merasa heran aja kenapa kamu duduknya terlalu terlindung?"


" Maksudnya.?"


" Maksudku kenapa kamu duduknya sedikit berlindung dari tatapan orang-orang yang lewat di depan rumah Delisa ini.?"


Deg! Jantung Abimanyu seakan berhenti, ia terkejut mendengar pertanyaan dari Ranti, dia tidak menyangka Ranti bertanya seperti itu padanya, namun dia berusaha menyembunyikan rasa terkejutnya dengan tersenyum lebar sembari bergumam di dalam hatinya.


" Aku harus memperlihatkan kalau aku ini adalah seorang yang benar-benar hilang ingatan dan tidak mengingat siapa sebenarnya diriku ini, karena wanita yang ada di hadapanku ini sekarang terlihat sangat curiga padaku."


" Kenapa kamu tertawa.?"


" Aku hanya tertawa saja karena pertanyaan Mbaknya itu sangatlah aneh."


" Aku memang sengaja menyembunyikan diriku ini dari pandangan orang-orang yang seliweran di depan rumah Delisa ini,Aku takut mereka menganggap aku yang bukan bukan."


" Tapi seharusnya kamu bisa memperlihatkan diri kamu itu, siapa tahu di antara mereka mengenali siapa kamu, jadi memudahkan Delisa untuk menemukan keluarga kamu."


Abimanyu pun kemudian menundukkan kepalanya.


" Kamu kenapa.?"


" Sebenarnya keinginanku ingin sekali mereka melihatku, tapi aku merasa pusing kepalaku kalau terlalu banyak orang memperhatikanku." Ucap Abimanyu sembari memegang kepalanya, Ranti melihat Abimanyu seperti itu membuat Ranti pun merasa bersalah dengan ucapannya.

__ADS_1


" Lebih baik kamu istirahat aja, maafkan aku ya, sepertinya kamu kurang sehat."


" Ya Mbak, aku akan istirahat karena kepalaku pusing sekali."


" Baiklah, Apakah kamu bisa berdiri dan menuju ke kamarmu sendiri? Kalau kamu tidak bisa biar aku membantumu menuju ke kamarmu."


" Nggak Mbak, Aku bisa kok sendiri." ucapnya sembari terus memegang kepalanya dan bergumam di dalam hatinya.


" Yes! Ternyata dia percaya dengan alasanku!" Kemudian Abimanyu pun berdiri dari duduknya dan diperhatikan oleh Ranti dengan sedikit sandiwara berjalan agak sempoyongan dan memegang kepalanya dengan kedua tangannya, Ranti hanya bisa menatap kepergian Abimanyu menuju ke arah kamarnya tersebut.


" Mungkin memang benar dia itu lupa ingatan kalau diajak berbicara tentang keluarganya kepalanya merasa sakit atau jangan-jangan dia di celakain oleh keluarganya? Sehingga membuat kepalanya sakit, bila mengingat kejadian yang sudah terjadi menimpanya itu." ucap pelan Ranti sembari memegang handle pintu rumah Delisa dan menutupnya kembali, ia pun kemudian merasa lega karena Abimanyu tidak apa-apa berada di dalam rumah Delisa, ia melangkah menuju ke arah rumah kontrakannya sambil menghubungi Delisa melalui ponsel pribadinya tersebut.


Delisa yang masih wara-wiri mengantar paket itupun berhenti di tengah jalan karena mendengar ponselnya berdering, ia melihat layar ponselnya si pemanggil adalah sahabatnya, ia buru-buru melepas helm yang dipakainya dan menjawab panggilan dari Ranti.


" Ya Halo Ranti ada apa? apa yang terjadi dengan si Gaje.?"


" Ia tidak apa-apa kok, aku sudah berbicara dengannya, ia sepertinya memang hilang ingatan...." Kemudian Ranti pun menceritakan semuanya pada Delisa, tenyang pembicaranya dengan Abimanyu tersebut. Delisa merasa lega kalau Abimanyu tidak apa-apa dan baik-baik saja berada di rumahnya itu.


Setelah berbicara dengan sahabatnya itu, Delisa kemudian melajukan kembali kendaraannya untuk menyelesaikan pengantaran paket tersebut.


***


Dua hari sudah Abimanyu tidak berada di rumah kediaman orang tuanya itu, Di mana rumah itu hanya ditempati oleh keluarga Tirinya, istri kedua dari Almarhum sang Papah.


" Fakih! sudah dua hari ini, kenapa rumah sakit tidak menghubungi kita? Apakah benar itu adalah Abimanyu atau bukan, karena Mama sudah tidak sabar ingin mendengar kabar yang sesungguhnya, kalau Abimanyu itu sudah lenyap dari keluarga kita ini!"

__ADS_1


" Tunggu besok Mah, aku akan datang ke sana menemui pihak rumah sakit yang menangani semua kejadian itu, karena saat kejadian bukan hanya Abimanyu aja yang ada di dalam Cafe itu, melainkan banyak orang yang ada di sana. Mama harus bersabar kemenangan itu pasti akan ada bersama kita, kalau seandainya memang itu benar-benar adalah Abimanyu kita akan langsung memanggil pengacara keluarga Prakash, agar mengganti semua wasiat dari almarhum suami Mama itu." ucap Fakih sembari tersenyum dianggukan oleh Rehan, mereka berbicara tanpa ada yang mendengarkannya, karena mereka berbicara di ruang kerja Almarhum Pak Brata Prakash yang tidak bisa didengar dari luar, mereka sudah mulai curiga dengan salah satu asisten rumah tangga yang ada di rumah tersebut, mereka memilih ruang kerja itu menjadi tempat rapat mereka sekarang ini, untuk membicarakan tentang rencana mereka selanjutnya.


__ADS_2