
08 🌹
" Sepertinya Ibu Tiri Tuan muda dan saudara Tiri Tuan Muda mencurigai saya, saat saya keluar dari rumah saya sudah mencurigai sebuah mobil mengikuti laju kendaraan saya,...." Kemudian Romi pun menceritakan semua yang dialaminya sebelum dia bertemu dengan Abimanyu.
" Kamu harus hati-hati karena aku tidak ingin mencelakai wanita yang sudah menolongku untuk menampung ku tinggal di rumah ini."
" Apakah Tuan Muda merasa betah tinggal di sini? apa yang diperlukan Tuan Muda lagi akan saya berikan?"
" Sudah cukup, ini lebih dari cukup, kalau ada yang penting aku akan menghubungi kamu nantinya, apakah mereka mempercayai kalau aku sudah tiada dalam insiden kejadian itu?Seakan rencana mereka yang belum terlaksana itu menjadi lancar dengan insiden kebakaran itu."
" Sepertinya mereka sudah mencari tahu melalui pihak rumah sakit, tapi tenang saja Tuan Muda, saya sudah melobi pihak rumah sakit tersebut dan Tuan Fakih menemui saya dengan mengatakan kalau pihak rumah sakit sudah membenarkan kalau Tuan Muda itu sudah tiada, ditambah lagi mereka ingin bertemu dengan pengacara Almarhum Tuan Brata Prakash untuk membicarakan tentang hak Tuan Muda akan dialihkan pada ibu Tiri Tuan Muda." Terang Romi.
" Pengacara Almarhum Papah mengetahui kalau aku masih ada?"
Romi menggelengkan kepalanya, Namun sepertinya pengacara pak Prakash itu ada kesibukan untuk beberapa minggu ke depan, karena sekarang dia tidak berada di kota ini."
" Baguslah! kalau seperti itu, kamu awasi saja mereka dan beri kabar kepadaku bila ada yang mencurigakan."
" Oh ya Tuan Muda, ada berita lebih penting lagi kalau pak Fakih akan mengambil alih perusahaan dalam pengawasannya."
" Perusahaan...?"
Romi menganggukkan kepalanya.
" Pak Fakih terpaksa mengambil alih katanya karena beberapa hari sudah kantor tidak ada pimpinannya, dia akan melanjutkan pimpinan Tuan Muda sementara waktu, itu yang dikatakannya pada pengacara Almarhum, karena Pak pengacara sudah menghubungi saya."
Abimanyu menghela nafasnya dengan pelan.
Romi menatap ke arah rumah Delisa.
" Apakah Tuan Muda aman disini?"
Abimanyu hanya menganggukkan kepalanya.
" Saya harap Tuan Muda jangan lama-lama, kalau Tuan Muda lama-lama meninggalkan kantor dan rumah, semua aset dari Almarhum saya khawatir mereka akan berbuat lebih dari apa yang akan mereka rencanakan, apalagi mereka mengetahui kalau Tuan Muda benar-benar berada di insiden kebakaran itu."
__ADS_1
" Aku tidak akan lama hanya beberapa waktu saja aku berada di sini tidak selamanya aku menjadi orang lain."
" Baiklah Tuan Muda, saya permisi dulu, kalau kita lama-lama berbicara seperti ini orang-orang pasti akan merasa curiga."
Abimanyu hanya menganggukkan kepalanya, kemudian Romi pun membenahi dagangannya dan Abimanyu meninggalkan Romi menuju masuk ke dalam rumah Delisa sembari membawa kantong kresek berwarna hitam, Abimanyu pun menutup pintu rumah tersebut sembari dilirik oleh Romi dan dari arah dalam Abimanyu menatap kepergian Romi dari hadapan rumah Delisa tersebut, berhubungan Ranti tidak berada di rumahnya memudahkan Abimanyu untuk keluar rumah Delisa dan berbicara dengan Romi.
Abimanyu mengela nafasnya dengan dalam dia menatap terus langkah demi langkah Romi yang membawa dagangannya menjauh dari depan rumah Delisa.
" Aku tidak akan lama-lama berada di rumah Delisa, Aku harus menyelesaikan semuanya."
Kemudian dia pun menghubungi kantor utama dari semua cabang yang ada dimiliki oleh Almarhum Ayahnya tersebut.
Ia menghubungi sekretarisnya yang bernama Ratih.
Sambungan pun tersambung dan terdengar suara perempuan di seberang sana.
" Halo.... Ini dengan kantor Prakash Group, saya berbicara dengan siapa.?"
" Ratih!ini aku Abimanyu."
" Ratih kamu nggak usah bersuara keras seperti itu, nanti ada yang mendengar kamu, dengarkan saja apa yang aku bicarakan."
" Iya Pak, Saya sangat senang sekali karena Bapak menghubungi saya, saya yakin kalau bapak tidak masuk dalam insiden itu."
Abimanyu hanya menelan nafasnya dengan panjang.
" Oh ya pak, besok kantor ini akan diambil alih oleh Pak Fakih."
" Aku sudah tahu, ikuti saja perintahnya."
" Bapak ke mana aja, kapan Bapak kembali?"
" Sebentar lagi aku akan kembali, jangan bilang pada siapapun kalau kamu mengetahui aku masih ada, apapun yang dikatakannya kamu turuti saja, hanya satu pintaku semua berkas dan surat-surat berharga yang ada di dalam brankas saya titipkan padamu dan amankan semuanya karena saya percaya padamu."
" Siap pak segera akan saya mengamankannya."
__ADS_1
" Terima kasih, satu lagi pesan ku, jangan sampai orang mencurigai kalau kamu sudah berbicara dengan ku jangan sampai kamu membuat curiga pada Fakih nantinya, kalau ia berada di kantor menggantikan Aku "
" Iya Pak."
Kemudian mereka pun memutuskan sambungan bicaranya, lagi-lagi Abimanyu menghela nafasnya dengan panjang.
" Aku tidak akan membiarkan mereka bahagia di atas penderitaan Papah, aku merasa yakin kalau rasa sakit yang dirasakan oleh Papah saat itu adalah perbuatan dari mereka semua, karena mereka menghalalkan segala cara agar mendapatkan semua kekayaan Papah, aku tidak akan membiarkan itu." gumamnya sembari menatap tajam keluar jendela.
Abimanyu melangkah menuju ke arah kamarnya dan duduk di bibir ranjangnya.
" Pasti yang mereka kira, aku di dalam ruangan itu, tapi mereka salah, itu pasti Edward. Ya Tuhan kalau memang benar itu adalah Edward aku merasa berhutangbudi sekali padanya, tapi aku lupa menanyakan siapa sebenarnya korban itu pada Romi, apakah Romi sudah sampai di tempat di mana dia menyewa dagangannya itu?" Gumamnya di dalam hati, kemudian dia pun mengambil ponselnya kembali dan menghubungi Romi.
Romi yang memang kebetulan sudah sampai di tempat sahabat karibnya itu pun duduk bersantai untuk membersihkan dari penyamarannya yang melekat di tubuhnya tersebut.
Romi mendengar ponselnya berdering ia pun kemudian mengambil ponselnya dan melihat layar ponselnya si pemanggil adalah Tuan Mudanya, dengan cepat ia pun menjawab panggilan dari Abimanyu.
" Ya Tuan, ada apa.?"
" Aku lupa menanyakan tentang korban yang berada di dalam ruangan Cafe saat kejadian itu."
" Itu adalah pelayan cafe yang kebetulan menyiapkan beberapa pesanan dari Tuan Muda."
Mendengar keterangan dari Romi ia pun langsung berdiri terlihat di wajahnya merasa senang karena yang ada di dalam ruangan itu bukanlah Edward sahabatnya.
" Kalau bukan Edward, jadi Edward di mana? sudah 3 hari sejak kejadian itu Edward tidak menghubungi aku, kalau memang dia tidak ada di insiden Cafe tersebut."
" Jangan khawatir Tuan Muda, sahabat Tuan Muda yang bernama Edward itu dalam keadaan baik-baik saja,ia menghirup asap terlalu banyak dan mengalami sedikit luka bakar dan sedang ditangani oleh pihak rumah sakit yang terkenal yang ada di kota ini, lagi pula keluarga Tiri Tuan Muda tidak mengetahui kalau Tuan Muda bersama Edward akan bertemu di kafe itu."
" Syukurlah kalau seperti itu..."
" Maafkan Tuan, saya lupa mengatakan kalau nomor ponsel Tuan Muda saya ganti, namun kontak di ponsel itu masih sama dengan nomor yang lama, nomor yang lama terpaksa saya buang karena di nomor itu mudah dilacak oleh mereka."
" Bagus!"
" Agar mereka tidak mengetahui keberadaan Tuan Muda, sekarang memudahkan Tuan Muda untuk menggunakan ponsel tersebut."
__ADS_1