
31🌹
" Jangan Abimanyu! Jangan berikan hak keluarga kamu pada mereka, karena mereka tidak pantas menerima harta dari keluarga kamu, mereka tidak akan bisa menyakiti aku, walaupun mereka menyakiti aku Aku tidak apa-apa karena keluarga kamu lebih penting." Ucap Delisa.
" Diam kamu!! Kamu tidak perlu ikut campur karena ini bukan urusan kamu!" Ucap Rehan.
" Kamu bilang ini bukan urusan aku? Kalau kamu mengatakan seperti itu kenapa kamu membawa aku ke sini! Dari tadi aku sudah mengatakan pada kamu kalau aku tidak ada urusan dalam urusan keluarga kamu itu, tapi sekarang sudah menjadi urusanku! karena kamu sudah membawa aku ke sini!!"
Lagi-lagi Rehan merasa geram dan tidak disadari oleh Delisa begitu saja terasa di pipinya.
" Plakkk "
Delisa langsung memalingkan wajahnya rasa panas di pipinya terasa oleh tangan Rehan, melihat sang calon istri mendapatkan stempel dari Rehan, Abimanyu pun naik pitam, Dia kemudian berteriak sembari memberikan bogem mentah pada Rehan.
" Heyyyy!!! Jangan sentuh calon istriku! kalau kamu Sekali lagi menyentuhnya tidak akan pernah aku maafkan seumur hidupku!!"
Terlihat beberapa kendaraan memasuki halaman rumah tersebut, Mereka pun kemudian terkejut dan dengan cekatan orang-orang yang dibawa oleh Romi itu pun langsung memasuki rumah itu dan langsung berhambur mendekati mereka Syarif dan Rehan tidak bisa berkutik, Mereka pun langsung dibuat tidak berdaya oleh kawan-kawan Romi.
" Tuan Muda Anda tidak apa-apa?"
" Aku tidak apa-apa.." Kemudian dia pun mendekati Delisa dan langsung memeluknya, Delisa juga langsung memeluk Abimanyu, Abimanyu mengusap pipinya Delisa yang masih ada stempel tangan dari Rehan dan terlihat merah di pipinya itu, karena kulit Delisa putih bersih warna merah karena stempel itu pun terlihat sangat jelas, Rehan merasa kesakitan dan hidungnya mengeluarkan cairan merah karena bogem mentah yang sudah diberikan oleh Abimanyu padanya itu, dia meringis kesakitan dia pun kemudian berontak namun dia tidak berdaya karena kedua tangannya dipegang oleh kedua orang teman Romi tersebut.
__ADS_1
" Bagaimana Tuan, kita bawa ke mana?"
" Bawa aja ke pihak yang berwajib, karena aku sudah tidak bisa dibawa kompromi lagi, mereka berdua sudah sangat keterlaluan dengan menculik calon istriku, biar mereka merasakannya berada di hotel prodeo, aku akan mengurusnya nanti di kantor polisi, biar mereka merasakan apa yang mereka dapatkan, aku sudah memperingatkan Mereka jangan sekali-kali menyentuh calon istriku, kalau sampai dia menyentuhnya Aku tidak akan bisa memaafkannya seumur hidup, tapi karena mereka tidak mengindahkan apa yang aku katakan mereka akan menerima akibatnya." ucap Abimanyu sembari melangkah meninggalkan mereka menuju ke arah luar. Walaupun dia tidak berbicara lagi dengan Romi namun Romi sigap dan tahu apa yang harus dia lakukan, kemudian Abimanyu pun meninggalkan rumah kediaman keluarga dari peninggalan ayahnya Rehan bersama dengan Delisa, sedangkan Romi pun kemudian membawa mereka ke pihak yang berwajib, mereka berdua harus mempertanggungjawabkan semuanya.
Di dalam mobil Abimanyu diam dia tidak bersuara sama sekali, mobil yang dikendarai oleh Abimanyu melaju dengan kecepatan sedang menuju ke arah rumah Delisa.
Delisa melirik sesaat ke arah Abimanyu, dia pun bingung apa yang harus dia ucapkan pada Abimanyu, namun dia memiliki inisiatif sendiri dia pun kemudian menyentuh tangan Abimanyu, Abimanyu menoleh sesaat ke arah Delisa, lalu dia menatap ke arah depan dan dia fokus dengan menyetirnya.
" Terima kasih sudah menyelamatkan aku dari mereka."
" Kamu berhak untuk diselamatkan dan kamu juga berhak untuk diperjuangkan."
" Tidak apa-apa, aku mengerti, mungkin kamu masih belum percaya dengan keterangan aku tadi."
" Aku percaya kok dan aku juga baru tahu semuanya kalau kamu memang benar-benar mencintai dan menyayangi aku dari Ranti."
Abimanyu menghela nafasnya dengan panjang, kemudian dia tersenyum ke arah Delisa, dia pun meraih kepala Delisa dan merebahkannya di pundaknya dengan satu tangan yang menyetir mobil pribadinya tersebut menuju ke arah rumah Delisa.
Delisa tersenyum dan dia merasa bahagia karena dia menemukan laki-laki yang memang benar-benar menyayangi dan mencintainya, serta mengharapkan dia menjadi pendamping hidupnya, beberapa saat kemudian mobil Abimanyu itu memasuki halaman rumah Delisa.
Mereka berdua turun dari dalam mobil, Ranti yang mendengar kehadiran mobil Abimanyu di halaman rumah Delisa pun bergegas keluar rumah, dia melangkah dengan cepat walaupun kakinya masih terasa sakit, dia langsung memeluk sahabatnya tersebut begitu juga dengan Delisa.
__ADS_1
" Syukurlah kalau kamu tidak apa-apa, aku sangat khawatir dan pikiranku tidak tenang."
" Iya aku tidak apa-apa, Abimanyu dengan cepat datang menemukan Aku. Kaki kamu bagaimana?"
Kakiku tidak apa-apa, sakitnya sudah mulai berkurang."
" Tapi tidak patah ataupun tidak retak kakimu?"
" Tidak, kamu jangan khawatir kakiku ini kaki besi, jadi tidak terasa sakit setelah melihat sahabatku sudah berada di hadapanku ini." ucapnya tersenyum, kemudian memeluk Delisa kembali, begitu juga dengan Delisa.
" Maafkan aku ya, karena aku yang mengajak kamu untuk ke rumah Abimanyu." ucap Delisa
"Tidak apa-apa, bukan kamu yang mengajak tapi aku."
Terlihat sebuah mobil berhenti di depan rumah kontrakan Ranti, mobil itu adalah mobilnya Romi, Romi pun kemudian turun dari mobil pribadinya dan melangkah menuju ke arah mereka bertiga.
" Apakah mereka sudah berada di kantor polisi?"
" Sudah Tuan Muda, mereka sudah ada di kantor polisi dan pihak yang berwajib ingin meminta keterangan dari Nona Delisa dan Tuan sendiri, namun saya bilang pada pihak mereka kalau besok pagi kami akan segera datang dengan alasan kalau Nona Delisa masih dalam keadaan syok dengan mengalami kejadian ini."
" Terima kasih Romi, besok pagi kami akan datang ke sana." Ucap Abimanyu, Mereka pun kemudian masuk ke dalam rumah Delisa dengan senyum kebahagiaan, Walaupun baru saja mereka dapat musibah namun dengan cepat semua itu bisa ditangani.
__ADS_1