Demi Yumna

Demi Yumna
Ketahuan


__ADS_3

Kevin dengan sambil menggendong Yumna menghampiri Kayla dan Claudia.


"Yumna sepertinya tidak nyaman dengan kalian, jadi sebaiknya kalian pulang saja. Aku dan Yumna masih ingin jalan-jalan."


Keduanya berdiri dengan kaget. Namun Kevin tak memperdulikan kekagetan mereka, dia terus berjalan meninggalkan keduanya dengan sambil menggendong Yumna.


"Sayang. Tunggu! Kalian mau kemana memangnya?" Claudia memanggil Kevin.


"Yumna. Sini ikut mama." Kayla juga memanggil putrinya.


Tapi Kevin tak menggubris keduanya, dia terus berjalan sambil menggendong Yumna hingga ke parkiran mobil, dan meninggalkan kedua wanita yang keheranan itu.


"Ini semua salahmu. Anakku tidak nyaman karena ada kamu!" Kayla yang sewot berjalan meninggalkan Claudia.


Sementara Claudia berdiri mematung disana, dia kaget tak menyangka jika Kevin akan meninggalkannya seperti ini. Dia merasa jika Kevin memang telah banyak berubah, rasa sayang juga perhatian yang dulu seringkali dia tunjukkan kini sudah tidak ada, semenjak ada Yumna, kekasihnya itu seolah melupakannya.


Claudia juga yakin jika bukan hanya karena Yumna, akan tetapi karena wanita yang terpaksa dinikahinya juga, dia yakin jika Kevin juga telah berhasil digoda dan dirayu olehnya sehingga membuat Kevin dengan ragu untuk menceraikannya.


Sementara itu.


Kevin melajukan mobilnya dengan sedikit kencang, dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan detektif karena tak puas rasanya hanya mengobrol lewat sambungan telepon saja.


Terlebih dahulu, dia harus mengantarkan Yumna kepada Naya, dia tahu jika putrinya itu sudah tak sabar untuk bertemu dengan ibunya.


"Aku harus pergi dulu, nanti aku akan kesini lagi jika urusanku selesai," ucap Kevin berpamitan pada Naya.


"Kamu mau kemana?" Naya penasaran karena sepertinya Kevin sangat terburu-buru.


"Ada sesuatu yang penting yang harus aku segera ketahui."


Naya tak lagi bertanya, dia membiarkan Kevin untuk pergi, namun entah mengapa dia merasa jika sesuatu yang penting katanya tadi itu berkaitan dengan Yumna.


***


"Jadi dia meninggalkan putrinya untuk menikah dengan pria ini?" tanya Kevin sambil melihat foto-foto pernikahan Kayla dengan Indra.


"Jika dilihat dari lamanya mereka menikah dan usia anak itu sekarang, sepertinya memang seperti itu," jawab salah seorang detektif di depannya.

__ADS_1


Kevin tampak sangat geram. Apalagi ketika dia mengingat bagaimana Kayla datang ke rumahnya waktu itu dan memfitnah Naya dengan sangat keji. Beruntung firasatnya benar, dia tidak serta merta mudah terhasut seperti kedua orang tuanya dan dia lebih mempercayai Naya dan semua yang diceritakannya.


Satu lagi yang membuatnya kaget. Lelaki yang menikah dengan Kayla ternyata adalah Indra, kakak dari kekasihnya sendiri. Tak habis pikir olehnya, kenapa Claudia juga tak mengatakan hal itu padanya, kenapa dia tidak memberitahu dirinya jika Kayla adalah mantan kakak iparnya.


"Kenapa mereka bercerai?" tanya Kevin kemudian.


"Dari informasi yang kami dapatkan, bisnis suaminya mengalami kebangkrutan, Kayla yang hedonis sepertinya tak tahan dengan semua itu, dia lalu memilih untuk meninggalkan suaminya."


"Meninggalkan suaminya yang sudah bangkrut lalu masuk ke dalam keluargaku," gumam Kevin geram.


"Sementara hanya itu informasi yang kami dapatkan. Tapi kami tetap akan menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai wanita itu."


"Iya. Baiklah. Saya tunggu informasi lainnya. Terima kasih." Kevin bersalaman dengan keduanya.


***


Yumna tampak murung, tak seperti biasanya yang selalu ruang dan ceria, kali ini dia terlihat sangat pendiam. Hal itu tentu saja membuat Naya keheranan, dia yang mengenal betul watak sang putri merasa jika putrinya itu mempunyai sesuatu yang disembunyikan.


"Katakan ada apa sayang?"


Yumna menggelengkan kepalanya sambil memeluk sang ibu.


"Tidak ada bunda. Yumna hanya ingin seperti ini terus sama bunda."


Naya tertegun sedih. Dia tak bisa menjawab perkataan putrinya, karena sebenarnya diapun menginginkan hal yang sama, namun sayang keadaan tak mendukung keduanya untuk terus bersama.


Tiba-tiba bel apartemen berbunyi, Naya pikir jika itu Kevin segera membukanya.


Matanya terbelalak melihat ternyata jika itu adalah Kayla dan Yanti juga seorang wanita yang tak dikenalnya.


Yanti berjalan menghampirinya dengan penuh amarah. Tanpa aba-aba menampar wajah Naya dengan begitu kencangnya.


"Kurang ajar! Berani sekali kamu tinggal di apartemen saya!"


Naya memegang pipinya. Yumna yang melihat langsung berlari sambil menangis menghampiri sang ibu yang disakiti oleh neneknya.


Kayla juga Claudia hanya tersenyum puas melihat adegan di depannya.

__ADS_1


"Kurang ajar! Kamu diam-diam menemui cucu saya disini, di apartemen saya? Dasar wanita tidak tahu malu! Tunggu saja saya akan melaporkan kamu ke polisi." Yanti terus memaki Naya.


Naya hanya terdiam sambil memeluk Yumna yang menangis ketakutan.


Yanti lalu menarik paksa Yumna dari pelukan Naya, membuat Yumna meronta tak ingin dipisahkan. Kayla dan Claudia membantu Yanti untuk mengambil Yumna dari Naya.


Yumna menangis sejadi-jadinya, apalagi ketika kini dia sudah dipegang paksa oleh Kayla juga Claudia.


Naya yang melihat juga ikut menangis, dia tak tahan melihat putrinya seperti itu.


Sementara Kayla hanya terus tersenyum puas, dia merasa tak perlu melakukan apapun karena sudah ada Yanti yang mewakilinya, yang dilakukan Yanti pada Naya dirasanya sudah cukup membuat sepupunya itu kapok.


"Cepat pergi dari apartemen ini kalau tidak saya akan menelepon polisi dan menjebloskanmu ke penjara!" ucap Yanti sebelum akhirnya mereka pergi sambil membawa paksa Yumna yang terus meronta memanggil sang ibunda.


Naya terduduk lunglai di lantai lalu menangis sejadi-jadinya, dia tahu jika setelah ini dirinya tak akan bisa lagi bertemu dengan Yumna.


***


Kevin melihat ponselnya yang terus berdering, setelah tadi Claudia yang terus menghubunginya, kini giliran sang ibu yang juga meneleponnya tak henti-henti.


Dia tak berniat untuk mengangkatnya, Kevin yakin jika mereka menelepon hanya untuk menanyakan keberadaan dirinya dan Yumna.


Kevin sudah sampai di depan pintu apartemen. Segera masuk ke sana, namun tak mendapati siapapun. Dia mencari-cari ke seluruh ruangan namun Naya dan Yumna tak dia temukan.


Kevin merasa jika terjadi sesuatu, melihat ponselnya terus berdering, dia kemudian mengangkatnya.


"Dimana kamu? Cepat pulang! Ayah dan ibu menunggumu di rumah!" Suara ibunya terdengar sangat marah, tapi bukan itu yang membuatnya cemas, dibalik suara sang ibu, ada suara Yumna yang tengah menangis memanggil-manggil bundanya.


Kevin segera berlari menuju lift dengan tergesa-gesa, sepertinya ibunya sudah tahu jika dia menyembunyikan Naya di apartemen mereka, sepertinya juga tadi ibunya datang dan mengambil Yumna paksa dari istrinya.


Kevin telah sampai di parkiran mobil, dia segera melajukan kendaraannya sambil menelepon seseorang.


"Tolong cari dimana istriku sekarang. Sekarang juga!" Kevin menelepon detektif.


Dia sudah membayangkan ibunya pasti mengatakan sesuatu yang pasti menyakiti Naya. Setelah mengambil Yumna secara paksa darinya, sang ibu juga pasti juga mengusirnya.


Kini selain mengkhawatirkan Yumna, dia juga mencemaskan Naya.

__ADS_1


Semua ini karena kesalahannya, tadi dia telah lalai hingga tak menyadari jika mungkin saja Kayla ataupun Claudia mengikutinya hingga ke apartemen.


Kevin memukul kemudi berkali-kali.


__ADS_2