Demi Yumna

Demi Yumna
Ketakutan


__ADS_3

"Lancang sekali kamu! Sudah berani kamu melawanku sekarang?"


"Aku bukan Naya yang dulu yang sering mengalah dan takut padamu. Sekarang aku adalah seorang ibu yang tak akan diam saja melihat anaknya disakiti oleh siapapun."


Kayla menyeringai penuh kelicikan.


"Kamu sedang merasa di atas awan karena bersuamikan Kevin. Jadi kamu berani melawanku seperti ini."


"Aku tak sama sepertimu yang merasa berkuasa hanya karena memiliki lelaki kaya. Aku berani melawanmu karena aku tahu jika Yumna hanya akan kamu manfaatkan saja. Sepertinya karena tubuhmu ini sudah tak laku kamu jajakan untuk menggaet para pria kaya lagi." Naya menaik-turunkan pandangannya menunjuk Kayla.


Kayla dibuat naik pitam mendengar perkataan Naya, tangannya diangkat ingin sekali dia daratkan di pipi sepupunya.


Namun seseorang secera tiba-tiba memegang tangan Kayla dari belakang, lalu mendorongnya hingga wanita yang tengah emosi itu terhuyung.


Sepertinya Kevin datang pada waktu yang tepat, dia berhasil menahan Kayla yang ingin menampar istrinya.


"Jangan berani-berani kamu menyakiti istriku."


Kayla dibuat tak percaya, dia tersenyum sinis dengan matanya masih memancarkan kemarahan yang berapi-api.


"Kamu boleh lolos dari jeratan hukum, tapi jangan berharap kamu bisa menemui Yumna apalagi ingin menyakitinya lagi," desis Kevin geram.


"Kita lihat saja nanti, Yumna yang akan datang sendiri padaku. Kalian bersiap-siaplah, ucapkan kata perpisahan padanya karena setelah dia ada di tanganku, kalian tak akan pernah lagi bisa menemuinya lagi."


Naya akan kembali bersuara namun Kevin menahannya.


"Sebaiknya kita segera menjemput Yumna," ucapnya sambil menarik tangan Naya menuju mobil.


Kayla melihat kepergian pasangan suami istri itu dengan dongkol, hingga masuk ke mobil dan memasuki gerbang sekolah, dia terus berdiri memperhatikan dengan geram.


Beberapa saat kemudian, Naya mengalihkan perhatian Yumna dengan memberinya banyak pertanyaan, hingga putri kecilnya itu tidak sempat melihat Kayla yang rupanya masih berdiri menunggu mereka di luar gerbang.


Setelah mobil mereka menjauh dari sekolah, Naya menghembuskan napasnya kasar, lega karena Yumna tak sempat melihat ibunya.


Namun sejurus kemudian dia terbuai dalam lamunan, tak bisa dipungkiri perkataan Kayla membuatnya takut dan cemas.


Dia tahu jika Kayla serius dengan ucapannya, juga dengan tekadnya yang ingin mengambil Yumna darinya. Jika mereka akan bertemu di pengadilan, akankah dia yang memang bukan siapa-siapa Yumna bisa mempertahankan putri kecilnya itu agar tetap bersamanya.


Naya memejamkan mata sambil menghela napas panjang, tak terbayangkan jika Yumna harus terpisah darinya.


"Jangan khawatir. Yumna tetap akan bersama kita selamanya." Kevin seolah tahu kegalauan hati istrinya. Dia memegang tangan Naya lalu menggenggamnya erat.


Naya menoleh melihat Kevin di sampingnya. Dia tahu lelaki di sisinya ini juga tak akan tinggal diam jika Yumna diambil begitu saja, dia yakin jika Kevin akan melakukan apapun agar Yumna tetap bersama mereka.


***

__ADS_1


Mendengar kasus penganiayaan terhadap cucu mereka dihentikan oleh kepolisian, membuat Yanti dan suaminya tentu saja geram dan marah, hingga Yanti membatalkan niatnya untuk mengunjungi rumah sang cucu karena suasana hatinya yang sedang tidak baik.


"Tidak bisa dibiarkan. Aku tak ingin wanita itu bebas berkeliaran. Bisa saja kan wanita itu kembali menyakiti Yumna," ucap Yanti sambil melihat suaminya.


Cahyo hanya terdiam membisu karena kemarahannya saat ini melebihi rasa geram istrinya, terlebih kini dia yakin jika ternyata Kayla punya bekingan bukan orang sembarang yang telah berhasil membuatnya lolos dari jeratan hukum.


Tiba-tiba seorang pegawai menghampiri keduanya, dan memberitahu jika ada Kayla mendatangi rumah mereka.


Yanti dan Cahyo tentu saja kaget. Tak menyangka jika wanita itu berani menginjakkan kakinya di rumah mereka lagi.


"Suruh dia masuk." Cahyo dengan sigap menunggu kedatangan Kayla.


Yanti dengan hati menggebu-gebu menahan amarah juga bersiap menemui Kayla, tak sabar rasanya dia melihat wajah wanita yang tak punya hati karena sudah dengan tega menyiksa anaknya sendiri.


Tak lama Kayla datang dengan jalan gontai, tanpa rasa bersalah dia menebarkan senyuman.


"Mau apa kamu kesini lagi?"


Kayla tersenyum.


"Aku hanya ingin mengambil beberapa barangku yang masih ketinggalan di rumah ini," jawabnya santai.


Yanti memanggil salah seorang pegawai rumahnya.


"Bawa kesini semua barang wanita itu yang sudah kalian kemas kemarin. Berikan pada dia."


Yanti kembali melihat Kayla dengan gurat penuh kebencian.


"Jangan begitu mantan ibu mertua. Aku ini hanya korban fitnahan Naya dan Kevin saja, mana mungkin aku menyiksa anakku sendiri."


Yanti dibuat tak percaya, bukannya meminta maaf, wanita di depannya ini malah masih berusaha untuk berkilah.


"Dasar wanita licik. Kami sudah tidak akan mempercayai semua perkataanmu lagi!"


"Percayalah. Aku sangat menyayangi anakku. Tak mungkin aku menganiaya dan menyiksanya. Itu alasan kenapa polisi tak melanjutkan kasus ini karena memang bukan aku pelakunya. Mungkin itu hanya akal-akalan Naya saja."


"Aku kesini juga hanya ingin meminta restu kalian untuk mengambil hak asuh Yumna dari Naya, karena tak akan ada yang lebih menyayangi seorang anak melebihi kasih sayang ibu kandungnya sendiri. Yumna akan hidup bahagia bersamaku." Kayla memelas.


Yanti dan suaminya tercengang.


"Apa katamu? Mengambil hak asuh Yumna?"


"Iya, Yumna anak kandungku. Aku yang lebih berhak mengurus dan membesarkannya. Aku yakin jika ayahnya Yumna di atas sana juga menginginkan aku yang mengurus anak kami. Bukan Naya dan Kevin. Mereka hanya orang asing bagi anakku."


"Diam kamu!! Tutup mulutmu itu!" Cahyo yang duduk langsung berdiri dengan sorot mata penuh kebencian dia menatap Kayla dengan marah.

__ADS_1


"Jangan berani kamu bawa-bawa anakku yang sudah tiada. Dan ingat Kevin juga adalah anakku, jangan kamu menyebutnya dia adalah orang asing bagi Yumna. Dia pamannya," ucap Cahyo berapi-api.


"Maaf-maaf jika perkataanku menyinggung anda tuan." Kayla tersenyum sendiri.


Sementara Yanti tampak menggelengkan kepalanya tak percaya jika Kayla bisa mengatakan itu semua.


Tak lama, seorang pegawai datang dengan membawa koper Kayla.


"Pergilah dari sini. Jangan pernah berani menampakkan dirimu di rumah ini lagi. Oh iya, jangan juga kamu mencoba mengambil Yumna cucuku dari tangan anakku, karena aku tak akan membiarkannya." Yanti mengusir Kayla.


Kayla hanya tersenyum menyeringai mendengar ancaman mantan ibu mertuanya, dia membalikkan badannya lalu berjalan pergi sambil menarik koper.


Yanti memegang kepala kesal, tak jauh beda dengan Cahyo yang kembali menghempaskan tubuhnya pada sofa, meredakan napasnya yang memburu.


***


Acara jalan-jalan ke mall bersama putrinya terpaksa harus Naya batalkan, dia tak tahu apa yang bisa dilakukan oleh Kayla, bisa saja jika wanita itu mengikuti mereka dan memaksa ingin bertemu dengan Yumna.


Kini ia hanya berharap jika Kayla tak mengetahui tempat tinggal mereka saat ini, biar bagaimanapun Yumna tak boleh bertemu dengan ibunya, karena itu hanya akan memantik ingatannya akan kekerasan yang telah dialaminya.


Naya yang kini diliputi kegundahan hanya terus memperhatikan sang putri yang tengah bermain dari kejauhan, dia terus dihinggapi rasa cemas kalau-kalau Kayla tiba-tiba datang mengambil Yumna darinya.


Bi Wati melihat kerisauan Naya mencoba menenangkannya, setelah mendengar cerita Naya padanya tadi, wanita paruh baya itu yakin jika Kevin dan keluarganya tak akan tinggal diam.


"Percayakan semuanya pada suamimu. Dia pasti tak akan membiarkan wanita itu mengambil Yumna dari kalian."


Malam menjelang. Naya berkali-kali memastikan jika jendela dan pintu rumahnya terkunci dengan benar, perasaan was-was masih menghantuinya akan kedatangan Kayla yang tiba-tiba.


Selesai belajar, Yumna meminta ibunya untuk menelepon sang ayah, Naya menuruti kehendak sang putri, namun sayang Kevin tak jua menerima panggilan telepon darinya.


"Mungkin ayah lagi sibuk sayang, sebentar lagi ayah pasti akan pulang."


Yumna akhirnya tertidur. Naya kembali ingin melihat luar rumahnya yang sudah sepi. Di balik tirai jendela dia dibuat tertegun melihat mobil yang sudah terparkir di seberang rumahnya dari tadi siang belum juga pergi, di bawah lampu jalan yang temaram mobil yang awalnya dia kira kosong itu ternyata berisi dua orang yang tengah melihat ke arahnya.


Naya menjadi cemas, dia takut jika orang itu adalah suruhan Kayla, dengan segera dia mengambil ponselnya ke kamar Yumna dan tangan gemetar Naya menghubungi suaminya yang rupanya sudah berkali-kali juga meneleponnya.


Panggilan tak tersambung karena jaringan sibuk, membuat Naya semakin ketakutan hingga hampir menangis sambil terus mengintip ke luar rumahnya.


Akhirnya tak lama kemudian terdengar sebuah mobil berhenti tepat di depan rumahnya, perasaannya lega seketika ketika dia tahu itu adalah suaminya.


Kevin segera masuk ke dalam, ketika akan memegang handle pintu dia kaget pintu sudah dibuka dari dalam.


Naya dengan cepat menarik tangannya untuk masuk lalu kembali menutup pintu rumah dengan cepat.


Setelah itu dia segera menghambur ke pelukan suaminya. Kevin dibuat bengong melihat Naya memeluknya begitu erat.

__ADS_1


"Syukurlah kamu cepat pulang." Naya mengeratkan pelukannya.


__ADS_2