
"Mau apa kamu kesini?" Kevin menghampiri Claudia.
Sementara Naya berdiri tak karuan, sejujurnya dia merasa bersalah, dia mengerti kemarahan yang tengah dirasakan mantan pacar suaminya. Wanita mana yang rela kekasih yang dicintainya tiba-tiba berpaling pada wanita lain.
Kevin sudah berada di hadapan Claudia, namun tanpa disangka, mantan kekasihnya itu malah memeluknya erat sambil menangis.
"Kenapa kamu lakukan ini padaku?" Claudia terisak.
Kevin kaget. Dia berusaha melepaskan pelukan Claudia sambil memutar kepalanya melihat Naya.
"Apa yang kamu lakukan? Lepaskan!" Kevin terus mencoba melepaskan tangan Claudia yang melingkar erat di pinggangnya.
Namun Claudia tak akan melepaskannya begitu saja, dia malah semakin melingkarkan erat kedua tangannya.
Sementara Naya merasa jika mereka membutuhkan waktu untuk berbicara berdua, dia mengambil tasnya lalu mengayunkan langkahnya hendak meninggalkan ruangan itu.
Kevin yang tahu jika Naya akan pergi segera memegang tangannya ketika Naya melewatinya.
"Jangan pergi. Kumohon!" Kevin menggelengkan kepalanya.
Claudia yang masih setia memeluk mantan kekasihnya melihat tangan Kevin dan Naya saling bertautan membuatnya kembali murka, dia segera melepaskan tangan keduanya paksa.
Claudia akhirnya melepaskan Kevin, masih dengan tatapan penuh kebenciannya, dia menghampiri Naya.
"Kembalikan dia padaku. Kamu tak boleh mengambilnya begitu saja dariku. Aku sangat mencintainya." Bulir-bulir air mata keluar dari matanya.
Naya menatap Claudia nanar, timbul rasa kasihan melihat wanita di depannya nampak merana karena cintanya.
Naya melirik Kevin.
"Sebaiknya kalian berbicara berdua." Naya akan kembali melangkah.
"Tidak ada yang harus kami bicarakan lagi." Kevin kembali memegang tangan Naya.
Claudia menyeka air matanya lalu melihat Kevin.
"Aku tahu jika aku telah salah. Kesalahanku waktu itu tolong dimaafkan dan kembalilah padaku."
Kevin tak menjawab, dia hanya fokus melihat Naya di sampingnya.
__ADS_1
"Kayla yang memintaku melakukan itu, dia memintaku untuk berbohong jika selama ini aku tahu kalau dia sedang mencari anaknya."
Naya kaget. Dia langsung melihat Claudia.
"Apa maksudmu?" Naya meminta penjelasan.
"Dia adik dari lelaki yang bersama Kayla tadi. Mereka bekerja sama dan bersekongkol dengan Kayla." Kevin menjelaskan.
Naya tersentak, rasa iba dan kasihan pada wanita di depannya kini sirna seketika.
"Aku minta maaf. Aku tahu jika waktu itu aku tidak membantu Kayla dan kebohongannya cepat-cepat terbongkar, maka Yumna tidak akan sempat disiksa olehnya."
Naya kembali terkesiap. Kini dia menatap balik wajah Claudia dengan penuh kemarahan.
"Aku sudah mengakui semua kesalahanku. Jadi tolong maafkan aku." Claudia memohon pada Kevin.
Kevin tak menjawab, dia hanya menatap wajah Naya yang tampak sedih dan kecewa mendengar pengakuan Claudia.
"Aku mohon. Aku hanya melakukan kesalahan kecil saja tapi kamu tega meninggalkan aku, memutuskan hubungan kita yang sudah terjalin selama bertahun-tahun."
Naya terhenyak. Dia melepaskan tangan suaminya yang terus memegangnya erat.
"Kecil katamu? Kekerasan yang dialami anakku kamu bilang hanya karena kesalahan kecilmu?" Naya memelototi Claudia.
Claudia yang syok mendapatkan tamparan tiba-tiba hanya melihat Naya sambil memegang pipinya tak percaya.
"Kecil? Seluruh badan anakku memar dan biru kamu bilang itu masalah kecil?" Naya terlihat semakin emosi.
Sementara Naya melirik suaminya.
"Tadinya aku sempat kasihan padanya dan berpikir untuk menyerah pada hubungan kita, lalu menyerahkanmu lagi padanya, tapi setelah tahu jika alasanmu meninggalkannya karena Yumna. Aku merubah keputusanku."
"Apapun yang terjadi aku tak akan pernah melepaskanmu, apalagi untuk kembali padanya." Naya melirik Claudia.
"Aku akan mengikat suamiku untuk tetap bersamaku dan anakku, tak akan kubiarkan dia melirik atau bahkan mengingatmu lagi," ucap Naya pelan namun penuh penekanan.
"Masa lalu dan kisah cinta kalian akan kubuat suamiku melupakannya, bahkan aku pastikan jika suamiku tak akan pernah mengingatnya sama sekali. Dengan cinta yang akan aku berikan padanya aku akan membuatnya menghempaskan semua tentang dirimu di ingatan suamiku. Pegang semua perkataanku ini!"
Claudia terpaku kaget mendengar kata-kata Naya.
__ADS_1
"Pergilah dari sini. Jangan pernah berani menemui suamiku lagi atau kamu akan berhadapan denganku!" Naya mengusir Claudia.
Napas Claudia naik turun menahan amarah, perutnya kembang kempis menahan gejolak kebencian pada wanita di depannya.
"Pergilah." Naya menunjuk pintu sambil tersenyum simpul.
"Lihat saja. Aku tak akan membiarkan kalian hidup bahagia," ucap Claudia dengan masih membawa amarahnya lalu pergi dari sana.
Melihat Claudia yang sudah menghilang di balik pintu, Naya menarik dan menghembuskan napasnya kasar.
Dia melirik sang suami yang rupanya sedari tadi dibuat terpana akan semua kata-kata yang diucapkan istrinya. Kevin lalu tersenyum bahagia.
"Aku harap semua ucapanmu itu bukan hanya bualan semata." Kevin menatap istrinya masih tak percaya.
Naya kembali melihat Kevin, dengan emosi yang masih ditahannya pada Claudia dia menatap lekat wajah suaminya.
Tanpa di duga, Naya mendorong suaminya pelan hingga Kevin berjalan mundur dan berhenti karena ada meja kerja di belakangnya.
Kevin setengah duduk di atas meja kerjanya sambil melihat Naya yang berdiri di depannya heran.
Naya kini menatap Kevin dengan lugas, berani dan percaya diri. Dia lalu memegang kedua tangan suaminya kemudian menuntunnya agar tangan suaminya melingkar di pinggangnya.
Setelah tangan Kevin melingkar sempurna di pinggangnya, Naya lalu memegang dagu suaminya, sejenak menatap lekat wajah sang suami kemudian mengecup keningnya pelan, turun menciumi hidungnya dan yang terakhir mengecup mesra bibir suaminya.
"Aku tak pernah membual," ucapnya kemudian dengan pelan, menatap suaminya yang terpaku tak percaya mendapatkan perlakuan tak diduga dari istrinya.
Sekali lagi Naya mengecup bibir suaminya. Membuat Kevin yang sedari tadi terdiam tak percaya seakan tersadarkan.
Tiba-tiba Kevin mengeratkan pelukannya, menarik istrinya sehingga kembali tubuh mereka seakan menyatu.
Melihat bibir merah sang istri yang tadi mengecupnya dua kali, membuat Kevin kini ingin melahapnya.
Dia semakin mendekatkan wajahnya, lalu balik mengecup bibir istrinya.
Naya hanya tersenyum dengan kedua tangan yang sudah melingkar di leher suaminya.
"Lalu dengan apa kamu akan mengikatku?" tanya Kevin teringat perkataan Naya tadi pada Claudia.
"Adiknya Yumna," bisik Naya pelan.
__ADS_1