
"Ada apa ini?" Yanti melihat Naya dengan sangat geram.
Kevin juga yang tak mengerti kenapa Naya bisa semarah itu pada Kayla menghampiri istrinya lebih dekat.
"Apa yang terjadi?" tanyanya penasaran.
Naya langsung melihat Kevin, Cahyo dan Yanti bergantian.
"Aku salah telah memberikan Yumna begitu saja pada kalian. Aku pikir Yumna akan baik-baik saja jika bersama kalian tapi nyatanya aku salah. Mulai sekarang aku akan mengambil Yumna-ku kembali." Naya lalu berjalan meninggalkan mereka semua.
Yanti kembali dibuat tercengang oleh perkataan Naya, begitu juga dengan Cahyo.
Namun tidak dengan Kevin, dia merasa jika terjadi sesuatu pada Yumna hingga Naya mengatakan itu semua.
Kevin langsung mengejar Naya, diikuti oleh kedua orang tuanya. Sementara Kayla yang kini sudah berdiri sambil memegang pipinya, sedikit ketakutan karena sepertinya Naya sudah mengetahui jika dirinya kerap menyiksa Yumna.
"Naya tunggu. Ada apa ini?" Kevin memegang tangan Naya, mencoba meminta penjelasan darinya.
Naya menepis tangan Kevin.
"Aku paling berharap padamu. Aku pikir kamu bisa menjaga dan melindungi Yumna di rumah itu. Tapi nyatanya kamu sendiri juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya." Naya melihat Kevin sambil berkaca-kaca.
Kevin tertegun tak mengerti.
"Jangan asal bicara ya kamu. Memangnya apa yang terjadi pada cucu saya? Dia baik-baik saja selama tinggal bersama kami" Yanti mendekati Naya dengan emosi.
Naya tersenyum sinis.
"Baik-baik saja? Kalau dia baik-baik saja kenapa anak sekecil itu punya pikiran ingin melarikan diri dari rumah kalian?"
Naya berjalan mendekati Yanti.
"Anda juga. Benarkah anda sangat menyayangi Yumna? Kalau iya kenapa anda membiarkan ibu kandungnya yang sudah anda bela mati-matian itu menyiksa cucu kesayangan anda?" Naya menunjuk Kayla yang sedang berjalan menghampiri mereka.
Ketiganya langsung melihat Kayla dengan kaget, begitu juga para perawat dan dokter yang juga sedari tadi melihat semua kejadian itu.
Kayla langsung tertegun kaget.
"Menyiksa Yumna? Apa maksudmu?" Cahyo yang sedari tadi terdiam membuka suara.
"Iya. Menyiksa dan menganiaya." Naya menggeser gorden yang menjadi penyekat antara mereka dan Yumna yang terbaring di atas ranjang.
Semuanya langsung melihat Yumna yang sedang ditunggu oleh seorang perawat juga dokter.
Naya meminta dokter untuk memperlihatkan luka memar di sekujur tubuh Yumna pada mereka, sama seperti ketika tadi dokter itu memperlihatkannya padanya.
__ADS_1
Semuanya tercengang, membelalakkan mata tak percaya dengan apa yang sedang mereka lihat.
Yanti yang sangat syok langsung mundur, sambil menahan dadanya yang tiba-tiba sesak, dia langsung terduduk lunglai di kursi dengan dibantu oleh Kevin, begitu juga dengan Cahyo yang badannya gemetar kaget melihat semua luka di tubuh kecil cucunya.
Sementara Kevin, dengan matanya yang merah menahan amarah langsung menoleh melihat Kayla yang berdiri di belakang mereka. Tangannya mengepal.
Kayla yang juga sebenarnya kaget tak menyangka jika hasil dari pukulannya akan meninggalkan bekas seperti itu.
Dia mulai ketakutan. Apalagi ketika kini Kevin dan Cahyo menatap dirinya dengan sangat marah.
"Bukan aku! Bukan aku pelakunya." Kayla mencoba berkilah.
"Ini pasti akal-akalan Naya ingin memfitnah aku di hadapan kalian. Mana mungkin aku melakukan itu semua pada putriku." Kayla menunjuk Naya.
Rupanya suara Kayla langsung membangunkan Yumna yang tertidur. Melihat Kayla di dekatnya, Yumna langsung menangis ketakutan sambil memegang tangan Naya dengan erat.
Semua orang melihat itu, semakin memperkuat perkataan Naya jika memang Kayla yang telah melakukannya.
"Bunda. Bunda jangan tinggalin Yumna bunda." Yumna beringsut bangun untuk memeluk bundanya.
Naya langsung memeluk sang putri untuk meredam ketakutannya.
Yanti menangis tersedu. Hatinya merasa hancur melihat cucunya seperti itu.
Kevin dengan langkah cepat menarik Kayla keluar dari sana, menariknya paksa dengan mencengkram kuat lengannya.
Akan tetapi Kevin yang sudah sangat marah tetap menariknya paksa keluar dari ruangan IGD. Dia tak ingin Yumna masih mendengar suara Kayla.
Sampai di luar. Kevin melepaskan Kayla sambil setengah mendorongnya. Membuat Kayla terhuyung mundur ke belakang.
"Beruntung karena kamu adalah perempuan. Jika kamu pria, aku akan membalas setiap luka yang kau buat di tubuh Yumna."
Kayla berdiri ketakutan.
"Bukan aku. Aku tidak mungkin melakukan itu. Aku yakin jika ini adalah rekayasa Naya saja karena dia ingin mengambil Yumna dariku." Kayla masih terus berusaha untuk menyangkal.
Kevin tak menjawab karena rupanya di belakang Kayla, Naya sedang berjalan menghampiri mereka berdua.
Kayla langsung membalikkan tubuhnya melihat Naya.
"Aku memang akan mengambil kembali Yumna darimu."
Kayla tersenyum.
"Jangan pernah berharap. Yumna anak kandungku. Aku lebih berhak atas dirinya."
__ADS_1
"Baiklah. Kita bertemu di pengadilan. Hak asuh Yumna pasti akan jatuh kepadaku karena aku mempunyai bukti jika kamu telah menelantarkan anakmu, meninggalkannya saat dia masih sangat kecil padaku. Kekerasan yang sudah kamu lakukan pada Yumna juga akan melemahkan posisimu sebagai ibu kandungnya."
"Kita lihat saja nanti. Biar bagaimanapun seorang anak harus di urus oleh ibu kandungnya."
"Mana mungkin kamu bisa mengurusnya jika kamu akan mendekam di dalam penjara," kata Naya sambil tersenyum
Kayla kaget.
"Aku akan melaporkan penganiayaan ini pada polisi. Bersiaplah!" Naya kembali tersenyum sebelum akhirnya dia kembali berjalan memasuki ruangan.
Kayla nampak frustasi.
Kevin yang ada di belakangnya juga tersenyum senang.
"Aku sarankan untuk segera mencari pengacara yang bagus." Kevin juga berjalan meninggalkannya.
***
Yumna sudah dipindahkan ke ruang perawatan VIP.
Yanti dan suaminya hanya berani melihat Yumna dari kejauhan, keduanya hanya terus duduk termenung dengan sedih tak menyangka jika cucu mereka telah dianiaya tepat di depan mata mereka sendiri namun mereka sama sekali tak menyadarinya.
Dengan perasan bersalah, sesekali keduanya melihat Yumna yang terbaring lemah bersama Naya yang dengan setia terus mendampinginya.
Tak lama Kevin masuk ke dalam setelah mengurus beberapa hal.
"Kemana wanita itu sekarang?" tanya Cahyo melihat putranya.
"Dia sudah tidak ada di rumah sakit ini. Tapi dia juga sudah tak bisa masuk ke rumah kita. Aku sudah menyuruh penjaga untuk tak membiarkannya masuk."
Cahyo mengepal tangannya geram.
"Apa kamu sudah melaporkannya ke polisi?"
"Sudah. Aku yakin jika sebentar lagi polisi akan segera menangkapnya."
"Wanita itu. Aku tak menyangka dia tega melakukan itu kepada cucu kita." Yanti kembali menangis sedih. Merutuki kebodohannya yang tidak bisa menjaga cucu kesayangannya di rumahnya sendiri.
Dia merasa kecolongan juga tak habis pikir, seorang ibu yang baru saja menemukan putri yang dicarinya selama ini alih-alih memberikannya kasih sayang yang melimpah malah dengan teganya menyiksa anak itu tanpa alasan yang jelas. Padahal dia sangat tahu jika cucunya adalah anak yang baik dan manis, tak pernah sekalipun dia buat jengkel oleh tingkah lakunya. Yumna bukan anak nakal dan bukan anak yang seringkali membuat orang kesal.
Setelah memastikan jika putrinya sudah tertidur dengan nyenyak, Naya tiba-tiba berdiri lalu berjalan menghampiri mereka semua.
"Aku akan mengambil kembali Yumna anakku."
"Aku akan membawanya keluar dari rumah kalian. Aku tak peduli kalian setuju atau tidak." Naya menatap ketiganya dengan sinis.
__ADS_1
"Kalau kalian tidak setuju. Maka kita akan bertemu di pengadilan."