Denyut Jantungku

Denyut Jantungku
Nyali Edward


__ADS_3

" Ed ... Tenanglah! Aku sudah mempertimbangkannya," jawab Azura dengan hamble dengan emosi stabil. Sedangkan Rachel sudah bersungut-sungut tapi dia tahan dengan semampunya supaya tak meluap ke lelaki songong di hadapannya ini.


" Zura ... Dia berjalan saja tidak bisa dengan benar! Apalagi mengurus perusahaanmu ini," terang edward. Tangan rachel sudah mengepal di bawah meja.


Azura menatap tak suka dengan sikap edward yang menurutnya tak sopan itu. Tanpa berkata lagi azura hanya menatap edward. Pemuda itu langsung menciut nyalinya saat azura enggan berbicara. Nah, loh cinta itu aneh kan bikin laki-laki yang memiliki kesuksesan dimana-mana membuat diam tak berkutik.


" Keluarlah! Jika ingin marah-marah atau protes sampaikan pada rapat Dewan direksi nanti akhir bulan. Jangan menganggu moodku kali ini," jawab Azura dengan dingin sekali. Edward yang sedari tadi menatap azura dengan tegas malah luntur saat tatapan azura malah tak bersahabat saat ini. Tanpa menjawab edward keluar dengan perasaan berkecamuk.


Azura memang bukan gadis yang mampu di takhlukan bahkan dia tak takut perusahaannya. Aku pun bukan laki-laki yang tak gentle dengan menghancurkan perusahaan milik orang yang sudah ku bantu. Pantang bagiku mencurangi perusahaan yang baru berkembang dengan sempurna. Batin edward sambil keluar dari ruangan azura. Saat edward melintas angel melihatnya.


" Bos!" serunya tak sengaja memanggil dengan sebutan itu.


" Aku baik-baik saja. Ikutilah keinginannya," jawab edward kemudian keluar dari sana dengan di ikuti anggukan angel.


Di dalam ruangan ...


" Kak ... Apa tidak apa-apa mengatakan hal itu padanya??" tanya Rachel nampak ngeri dengan sikap lain kakak iparnya ini.

__ADS_1


" Dia orang baik Chel. Semua akan baik-baik saja," jawab azura dengan santainya. " Maafkan sikapnya yang mungkin nampak posesif padaku," ucap Azura melihat ke arah Rachel yang sedari tadi secara tak langsung di hina oleh edward namun dia menahan emosinya.


" Okelah kak. Kamu keren bisa menakhlukan mulutnya yang jahanam itu hahahah," tawa rachel jadi pecah. Azura hanya tersenyum saat rachel bisa menahan emosinya. Perkembangan yang bagus dalam diri rachel setelah menikah dengan Dzul. Laki-laki itu bisa merubah adiknya dengan menjadi lebih baik.


Perbincangan hari ini di ruangan azura menimbulkan kerenggangan antara azura dan edward. Tapi azura tak peduli bagaimana nantinya. Dia sudah tak ingin ambil pusing karena edward terlalu jauh ikut andil. Saat azura menyelesaikan sholatnya dia melihat ponselnya berbunyi. Nama edward terpampang di layar ponsel itu. Azura menghela nafas dan mengangkatnya.


" Assalamualaikum, Iya ed kenapa?" tanya Azura masih dengan tahap sopan.


" Waalaikumsalam. Maafkan aku azura sudah kasar padamu tadi," jawab edward dengan nada rendah. Azura gadis yang paling melo jika sudah pada posisi ini. Air matanya berseluncur dengan bebas. Namun selama ini berusaha tegar di hadapan siapapun.


" Zura ... Kamu menangis?" tanya edward khawatir.


" Aku baik ed. Aku tutup ya," azura pun menutup ponselnya tanpa menunggu jawaban edward lagi. Dia sudah merasa tak bisa menahan air mata itu.


Ya Allah apa aku menyakiti dia. Suaranya terdengar tak baik baru saja. Bodoh kau ed!!! Gara-gara kemarahanmu bisa jadi dia tersinggung. Aaaaarrggghhh. Geram edward pada mulutnya yang tak bisa di rem.


Ponsel edward berbunyi lagi ...

__ADS_1


" Iya .. Zur!" serunya tanpa melihat siapa yang menelpon.


" Zur siapa???? Aku butuh penjelasan ed!" teriak seseorang di seberang sana. Edward segera membola melihat siapa yang menelpon.


" Kau lagi!!! Tidak puas kamu mengangguku," seru edward.


" Kau yang menganggu pikiranku hari ini!" serunya dengan kesal.


" Khansa!!!" geramnya di kala hatinya sedang kalut gadis ini datang dengan membawa beribu kejengkelan namun itu malah menghibur edward.


" Temui aku ed. Please ... Kekasihmu belakangan saja," jawab khansa merajuk kembali.


Hah. Gadis ini selalu saja menguasai hatiku dan tak membiarkanku berfikir tentang Azura. Dia selalu merusak PDKT-ku. Khaansa!!! Teriaknya dalam hati.


" Oke! 1 jam lagi," jawab edward dan memutuskan sambungan ponselnya.


Udah dulu ya!!! Author mau masak dulu ^_^. Maksih loh ya yang udah mampir di novel ini dan udah likeeee . Kalian yang terbaik. Makasiihhhhh.

__ADS_1


__ADS_2