Denyut Jantungku

Denyut Jantungku
Pertengkaran


__ADS_3

Seusai memgantarkan Adelia pulang. Reyhan pun segera bergegas kembali ke kediamannya. Dia sudah nampak lelah seharian berada di luar rumah. Ketika berada di rumah niat hati ingin beristirahat. Namun saat baru masuk suara murka sang mertua menggema di ruang tamu.


" Apakah kamu sudah bosan melihat keluargamu bahagia?! Hmmm ... " teriak Ayah Khansa. Sebenarnya Reyhan nampak terkejut saat melihat papa, mama, dan omahnya tak di beri makan oleh ayah atau papa khansa itu.


Biadab! Batinnya.


Dengan tenang Reyhan berjalan ke arah keluarganya. Dia mencoba tersenyum saat hatinya merasa pilu akan perilaku yang mereka terapkan pada keluarganya. Sakit. Jelas jangan di tanya lagi. Namun dia harus menahannya demi sebuah kebahagiaan keluarganya agar seperti dahulu.


" Istirahatlah!!!" seru Reyhan. " Reyhan yang akan memasakkan untuk kalian. Jika pembantu rumah ini sudah tak bisa menggunakan tangannya untuk memasak karena takut maka biarkan saja," ucap Reyhan membantu sang omah.


" Berhenti jangan kemana-mana!" seru papa khansa dengan murka.


" Jika kamu tidak ingin melihat putrimu jadi janda dan ku buang dari rumah ini. Keluarlah dari rumahku!!!! Ingatlah aku akan membalaskan sakit hatiku malam ini pada putrimu itu. Camkan perkataanku dengan baik!!!" teriaknya tak kalah murka.


Deg.


Khansa merasa dirinya kali imi tersentil. Reyhan yang kalem yang melindunginya bahkan hari ini menunjukkan bahwa dia makin benci bukan makin cinta pada dirinya. Reyhan memapah sang omah yang telah di makan usianya melewati mereka semua. Tak ingin ada dendam di antara mereka tapi kali ini keluarga khansa melampau batasnya.


" Mas ... !" serunya dengan lirih dan memegang tangan Reyhan.


" Lepaskan! Akan ku buat perhitungan denganmu. Selama ini aku diam karena aku masih sabar dengan kelakuan papamu itu. Tapi, lihatlah sifat angkuhnya bahkan melukai orang lain!!!" seru Reyhan sambil mendorong khansa hingga terjerembab.


" Hei ... Anak muda!!!!!" teriak sang papa.


" Jangan membuatku murka tuan!!! Pulanglah daei rumah menantumu ini. Kau tidak berhak atas kami!!!! Jika kau mau aku akan menalak putrimu detik ini juga kau bisa ambil seluruh harta kami!!!! Cih, aku bahkan sangat tidak peduli sama sekali," hardik Reyhan dengan kasar.


" Kau ini !!!!!" bentaknya.


" Papa ... Please! Kali ini biarkan khansa yang menyelesaiknnya. Cara yang papa gunakan selama ini membuat kami semakin jauh. Please pa! Khansa butuh waktu ... Khansa tidak ingin membuat keluarga khansa berantakan," rengek khansa pada papanya. namun reyhan nampak tak peduli. Dia terus saja menaiki tangga. Dia tak peduli akan sikap khansa yang melunak. Dia sudah berada di ambang batas dirinya.


" Kau ini! Benar-benar di butakan oleh cinta khansa," marah sang papa. Kemudian dia pun pergi dari sanaa.


Sejak kejadian malam itu khansa setiap hari bahkan melayani keluarga reyhan tanpa kurang satu apapun. Khansa tak mengizinkan sang ayah merusak usahanya kali ini.


" Makanlah dulu sayang!" seru khansa pada suaminya yang baru saja turun dari tangga.

__ADS_1


" Baiklah! Akhir-akhir ini aku akan sering pulang terlambat. Pa, ma, omah Reyhan ada keperluan akhir-akhir ini. Kalian jangan sampai terlambat makan atau apapun itu," ucap Reyhan dengan nada yang sangat jelas. Khansa senang meskipun Reyhan belum mau menyentuh dirinya hingga detik ini. Tapi nyatanya dia saat ini sudah mau makan bersama dengan dirinya itu adalah sebuah kemajuan.


" Aku pergi dulu! Jagalah keluargaku dengan baik!" pamitnya dengan datar. Khansa mengangguk sambil tersenyum.


...----------------...


Seperti biasanya Reyhan menghabiskan waktu pagi sampai tengah siang untuk mendidik mahasiswanya. Setelahnya dia akan berkunjung ke rumah putra dan istrinya itu. Pagi tak ada laporan tentang mahasiswa yang terlalu urgent dia sedikit santai. Dia segera bergegas menuju rumah sakit.


" Pak??!" tanya Adelia.


" Aku akan berkunjung lagi," jawabnya tanpa basa basi.


" Tapi saya tidak keluar di jam tugas seperti ini," jawabnya dengan nada memelas.


" Berikan saja jas dan penyamaran kemarin. Aku akan pergi dengan seseorang yang kau percaya," ucapnya. Adelia pun terpaksa mengangguk.


Hari ini ada operasi CS.


" Masuklah pak!" ajak adelia ke ruangannya. Reyhan mengangguk patuh.


Sesampainya di rumah Edward ...



Reyhan masuk dengan langkah tergesa namun di hentikan oleh suara seorang perempuan yang amat dia kenal sekali.


" Berhenti!!! Siapa anda datang dan tiba-tiba hendak naik ke atas tanpa permisi!!! Jangan kurang ajar di sini," ucapnya dengan tegas.


" Kami ingin mengecek kondisi nyonya Zura," jawab Reyhan dengan suara agak bergembung.


" Tapi kau bisa berpamitam dulu pada kami sebelum naik ke sana!!! Kau begitu lancang sekali. Ck.," ejek Rachel dengan mencibir.


Reyhan yang ingin tertawa dengan sikap adiknya yang begitu sayang itu membuat zura serasa di lindungi bodyguard yang handal.


" Bagus ... Ya! Kau juga mencurigai kakakmu sayangku!!!" seru Reyhan. Rachel yang tadinya membawa secangkir kopi di buat tercengang dan menjatuhkannya. Matanya sembab dan...

__ADS_1


Tess. Pyarrrrrr.


Serpihan kaca berantakan di lantai marmer rumah ini dan Air mata itu tiba-tiba saja mengalir dengan tanpa permisi. Membuat jiwa kekanakan rachel muncul dan sangat antusias untuk menghampiri kakaknya.


" Kakak!!!!! I miss you so much .... " Rachel berlari tanpa memandang siapapun saat ini. Dia sangat merindukan kakaknya itu sangat.


" Hai ... Tadi udah garang loh?!!!! Kok sekarang nangis. Eah, gak bener ini harus kayak tadi lagi," goda Reyhan.


" Kakak!!! Kemana aaja???? Kenapa tidak pernah menghubungi rachel??? Bagaimana papa, mama, omah. Kaliqn jahat tidak melibatkanku," protes adiknya itu.


" Kami semua baik chel. Thank's udah jagain mbak zura dengan baik," jawabnya dengan tersenyum.


" Gak segampang itu!!! Mana honor rachel???" ucapnya dengam mencebik heboh.


" Kau minta apapun akan kakak kasih asal jangan meminta menikah kembali hahah. Bisa di bunuh aku oelh suamimu itu," jawabnya dengan bahagia.


" Kau merindukanku???? Kenapa menyebut namaku!!!" seru Dzul dari arah belakang. Reyhan seketika menoleh.


" Dzul! Kau di sini juga!" serunya.


" Ck. Kau benar-benar gila! Membuatku frustasi dengan masalah kalian itu. Lihatlah kami sibuk mengurus kalian," senyum Dzul mengembang.


" Thank you!" jawabnya.


" Temuilah zura setelah ini kita berbincang!" seru Dzul. Reyhan pun mengangguk dan berlari melewati tangga.


" Lihatlah!! Kakakmu itu pasti dia sangat merindukan istrinya.


" Hanya kau yang tidak merindukanku!" cebik Rachel. Sedangkan Dzul hanya menggeleng ketika melihat respon istrinya.


Ketika berada di kamar zura ...


Pemandangan indah saat melihat zura tidur bersama putranya. Mereka nampak sangatlah menikmati tidurnya hingga tidak menyadari dia datang. Senyuman Reyhan terbit begitu sjaa kala melihat wajah cantik dan wajah tampan putranya.


Likeeeee donggg!!!!! Maaciw.

__ADS_1


__ADS_2