Denyut Jantungku

Denyut Jantungku
Pemilik RZ. property


__ADS_3

Hari ini kedua insan yang gagal merajut cinta kasih itu kembali dengan menggunakan Jet pribadi milik edward. Pemuda tampan itu sama sekali tak memperdulikan kegagalan yang dia alami untuk mendapatkan Azura. Istri Reyhan itu pun tak menyangka jika Respon Edward sedatar ini. Bahkan nampak seperti tak terjadi Apapun.


" Ed ... Kita akan bertemu klien dimana?" tanya Azura dengan menatap Edward.


" Di rumah makan jepang zura," jawabnya datar sambil melihat ponselnya.


" Kau baik-baik saja ed? Tak ingin menanyakan sesuatu padaku?" tanya azura menebak-nebak.


" Apa yang harus ku pertanyakan padamu? Sudah jelas kau adalah istri orang. Bukankah itu yang ingin kau sampaikan padaku???" tanya edward balik. Azura pun hanya mengangguk paham.


" Ya ... Sudah maka sudah cukup. Satu hal yang ku pinta gunakan angel sebagai sekretarismu! Dia adalah orangku kenapa aku meminta dia selalu di posisimu," ucap edward kembali tanpa basa basi.


Suasana hening sekali. Baik edward maupum azura sama-sama tak bergeming. Berharap tak asa dendam dengan orang baru. Namun jika di lihat dari gelagat edward semuanya terlihat baik-baik saja. Tapi sikapnya saat ini terlihat berbeda.


Semoga kamu profesional ed. Reyhan sahabatmu ak yakin hatimu itu saat ini sedang insecure. Bagaimana tidak dua orang yang selama ini di dekatmu itu adalah istri Reyhan semua. Batin Azura sambil memejamkan matanya.


Saat itu edward berhasil mencuri pandang ke arah perempuan yang sudah mengobrak - abrik hatinya itu. Bagaimana tidak dia sudah masuk tanpa permisi dan kembali membuat ulah dengan realita bahwa dia adalah suami orang.


Menyesal! No edward bukan tipe orang yang menyesal. Insecure pasti ada dalam jiwa ini zura. Tapi melihatmu dalam keadaan ini membuatku sakit. Dimana suamimu tak dapat melakukan apapum karena ulah ayah khansa. Gadis pecicilan itu juga sudah masuk dalam hidupku tanpa permisi. Batin edward sambil memandangi gadis itu dengan seksama.


Cantik. Reyhan kau benar-benar membuatku kesal dengan persahabatan kita. Ck. Batinnya saat melihat istri reyhan itu tidur dengan sangat cantik di hadapannya.


Sesampainya di perusahaan edward. Azura di persilahkan masuk ke dalam lebih dulu oleh edward.


" Masuklah dulu! Kita bersiap 1 jam lagi," edward memberikan paper bag untuk azura. " Gunakan itu! Jangan biarkan laki-laki mana pun menggunakan matanya untuk melihat wajah ayumu," seru edward membuat azura melotot. Pasalnya edward lebih garang daripada suaminya itu.


" Tapi ed?" tanyanya.


" Aku harus pergi! Gunakan saat perjamuan nanti," edward pun berlalu dari sana.


Kini azura yang di buat jengah dengan kesalnya masuk ke ruangan edward. Dia jadi bingung ada apa dengan mata laki-laki saat ini tidak bisakah mereka membiarkan seoramg perempuan tenang santai menjalani semuanya. Begitu menyebalkan bagi azura kala seperti saat ini.


Edward yang tadi melipir pergi ke mana. Tak tahu kemana akan pergi. Edward yang berjalan tegas melewati semua karyawannya memasuki ruangan pribadinya di perusahaan.


di kamar pribadi edward ...


" Sialan loe Rey! Bikin harga diri gue rusak di depan istri loe azura. Pasti saat ini di kira gue udah kayak suami posesif," kesal Edward oada reyhan di seberang sana.

__ADS_1


" Makasih loh ed! Bantuan saat ini adalah happy gue.," jawab reyhan dengan berbinar.


" Itu si cewek tengil gimana Rey??" tanya Edward menanyakan kabar Khansa. Reyhan jadi terkekeh di buatnya.


" Dia sedang tak berkunjung padaku. Dia beneran takut aku tahu Ed," jawabnya membuat edward menghela nafas.


" Ya ... Sudah aku harus segera merapat dengan klien," ucap edward pada Reyhan.


" Pergilah! Thank's," ucap Reyhan sebelum mengakhiri semua percakapan.


" Welcome tuan guru," jawabnya membuat Reyhan terkekeh.


Edwars kembali keluar ruangan dan meminta pegawainya untuk memanggil azura. Akrena dia menunggu di lobi.


" Panggil nona azura kemari!" perintah edward


" Baik pak!" seru sekretaris Edward.


Seusai memanggil Azura. Mereka pun segera berangkat menuju Okozune untuk memanjakan lidah klien mereka. Selera edward selalu tak bisa di remehkan. Azura sama sekali tak banyak bicar dia sedang memperaiapkan berkas yang di minta tuan Akayhana.


" Sudah siap berkasnya?" tanya edward.



mereka telah sampai di restoran yang di tuju oleh edward. Azura mengikuti edward layaknya asistennya.


Di ruang VVIp edward memulai percakapannya.


" Selamat malam ... Tuan Akayhana!" serunya pada pemilik perusahaan property terbesar ketiga di Asia.


" Selamat malam tuan Edward! Apakah bersama nyonya edward?" tanyanya dengan menatap azura. Edward tersenyum kecil.


Maunya seperti itu tapi malah keduluan orang lain. Batinnya lemas.


" Kenalkan tuan! Nona Azura adalah pemilik RZ. Property. Saya adalah rekan bisnis yang akan ikut menggandengnya dalam pameran kita nanti. Silahkan lihat berkas Rz. Property," tawar edward dengan tersenyuk sopan.


Tuan Akayhana pun mulai melihat berkas-berkas itu. Baik azura dan edward pun terlibat dalam pembahasan itu. Hingga akhirnya tuan Akayhana siap menaruh saham di Rz. Properti dengan jaminan dari edward.

__ADS_1


Edward memang telah memiliki nama baik di atas perusahaan baru yang melejit perkembangannya. Azura merasa tidak enak pada edward karena bantuannya sangat beesar padanya.


...----------------...


Setelah perjamuan makan malam itu. Azura jarang berkunjung ke edward karena melaksanakan pembangunan Program perumahan kedua miliknya. Yang sudah berdiri beberapa unit.


Pagi ini edward berkunjung di kantor azura. Niat hati ingin memberi tahu bahwa pekan depan mereka harus terbang ke Newzeland untuk proyek berikutnya. Edward memang gila kerja. Bahkan semenjak kejadian penolakan itu dia tak pernah membahasnya sama sekali. Bahkan hal itu terlihat lenyap seperti dibtelan bumi. Tak naik ke peredaran lagi.


" Zura ada?" tanya edward pada rachel.


" Ada pak. Silahkan masuk!" serunya yang kini tak pernah mengusik keduanya. Karena rachel yakin edward lelaki yang dapat di percaya.


" oke ... " jawabnya berjalan masuk ke arah ruang Azura.


Ketika masuk ...


Edward berlari saat azura nampak sangat pucat. Dia menangkap tubuh azura yang sudah mau ambruk ke lantai dengan tangan membawa berkas.


" Azura!!!" teriaknya dan menggendongnya di bawa ke kursi.


" Ed! Kamu ke sini. Ada hal pentingkah?" tanya azura. Edward merasa bersalah saat melihat istri sahabatnya ini nampak lemah seperti ini.


" Kau ini kenapa? Kenapa sampai pucat sekali. Jangan meniruku yang gila kerja. Kamu wanita terserah mau bagaimana tapi jangan lupa istirahat," omel Edward padanya.


" Ed ... Akhir-akhir ini badanku rasanya lemas sekali. Tapi jika aku manja semuanya akan terabaikan," jawab Zura.


" Kamu bisa menelponku dan meminta bantuan Zura! Bukan begini caranya membuatku khawatir saja," kesal edward. Azura jadi tersenyum.


" Apakah aku ancaman bagimu ed! Sehingga kamu menjadi menghilang akhir-akhir ini???" tanya zurq.


" Aku sedang memperjuangkan kisah kalian! Jadi jagalah dirimu baik-baik," ucap edward.


...****************...


" Masuklah chel! Tunda proyek kita sampai azura sehat kembali," perintaj edward yang kemudian pergi keluar dari sana.


Maafkan aku ed sudah merusak impianmu. Batin azura yang merasa sangat bersalah.

__ADS_1


Likeeeeee dong ya baru bisa up author nih.


__ADS_2