
Tak segampang itu ku mencari penggantimu
Tak segampang itu ku menemukan sosok seperti dirimu cinta
Kau tahu betapa besar cinta yang kutanamkan padamu
Mengapa kau memilih untuk berpisah
By mario gerardus
...----------------...
Sepercik lagu itu seakan menyiratkan sebuah kehidupan pada diri Reyhan dan zura. Mereka yang bukan siapa-siapa saat ini menjadi begitu sangat dekat. Hubungan yang berawal hanya dari dosen dan mahasiswi kini menjadi suami istri dan ada seorang anak di antara mereka yang kian mempererat hubungan.
Jangan di kata tidak cinta. Bahkan hati Reyhan tertaut begitu jauh pada mahasiswinya itu. Rasa kagum yang terkadang melampaui batas menurutnya sehingga tak semudah itu menggantikan posisinya. Bukan karena cantikk tapi karena kebaikannya.
Lama sekali Reyhan melihat istri dan putrinya dalam pelukan yang sama. Air mata itu terasa sangat menyedihkan. Lelaki kok ya melo.
Memalukan.
Tak segampang itu sayang kamu memintaku untuk mencoba bersama perempuaj lain. Bahkan sejauh ini aku tak pernah menyentuhnya. Bukan karena aku tidak tertarik. Tapi hatiku cukup tahu kemana harus pulang. Batin Reyhan sambil mengusap air matanya. Reyhan pun akhirnya keluar dari kamar membiarkan dua pengguni hatinya itu untuk menikmati tidur siang mereka. Reyhan menuju ruang keluarga di sana untuk menemui adik dan adik iparnya.
Dia sekilas melihat ibu mertuanya sedang sibuk di dapur. Dia mnyempatkan untuk menyapa beliau.
" Rey ... Sudah tadi?" tanya Sang mertua.
" Baru beberapa menit yang lalu bu," jawabnya dengan tersenyum. " Bu .. Reyhan pamit ke Dzul dulu," ucapnya. Sang mertua mengangguk mengiyakan. Karena beliau nampak sibuk dengan masakannya.
Di ruang keluarga ...
" Masuklah pak guru!" seru Dzul.
" Ck. Kau ini masih saja suka bermain-main," jawab Reyhan.
__ADS_1
Mereka pun berbincang cukup lama setelahnya. Reyhan menceritakan perihal dirinya yang seperti tahanan kota. Namun saat ini dia memang memberanikan diri untuk melawan keluarga Khansa meskipun taruhannya keluarganya yang di sana.
Reyhan memutuskan untuk bercerai kala itu pun karena tidak ingin membuat zura dalam masa sulit. Dia tak menyangka karena malam Anniversary itu zura malah hamil. Itu begitu membahaagiakan. Apalagi saat Sahabatnya edward menjaga istrinya dengan suka rela tanpa meminta imbalan apapun. Rasanya jasa edward begitu besar untuknya.
Perbincangan di ruang keluarga Reyhan akhiri. Dia kembali ke kamar istrinya untuk melihat. Benar saja saat ini zura membutuhkan bantuan seseorang. Spontan saja Reyhan menangkap tubuh istrinya itu dengan sigap.
" Ed! Jangan pegang-pegang gini. Bukankah kau sudah berjanji tidak akan memegangku dalam keadaan apapun," serunya tanpa melihat ke arah seseorang yang sedang menahan tubuhnya. Reyhan kini hanya tersenyum menampilkan senyumannya namun tak dapat di lihat oleh istrinya itu.
Ternyata Edward benar-benar menjaganya dengan baik. Maafkan sikapku dulu padamu Ed!" serunya dengan rasa bersalah di dalam hatinya.
" Jadi, bagini cara edward menjagamu sayang?!" tanya Reyhan dengan rasa sangat haru. Langsung saja zura menoleh.
" Mas ... Kok di sini??" tanyanya dengan nada bingung. Zura mulai membenarkan posisinya. Reyhan membantunya.
" Lain kali hati-hati ... Mas sudah dari tadi di sini. Tadi pas lihat ke kamar kalian sedang istirahat. Jadi mas memutuskan untuk berbincang dengan Dzul dan Rachel," jawabnya sambil mendudukan zura di ranjangnya.
" Oke bos," jawabnya.
" Kapan anak ini akan di kasih nama? Apa sudah lepas yang di pusarnya?" tanya Reyhan.
" Siapa namanya zura?" tanya Reyhan mengambil alih bayi dalam gendongan istrinya itu.
" Ahmad Zaidan Al Rafif mas. Panggil saja Zaid semoga saja dia menjadi orang yang baik dan membanggakan dan memiliki ilmu agama yang baik mas," jawab Zura dengan senyum dan menatap putranya.
" Aamiin," jawab Reyhan.
Beberapa saat lamanya Reyhan di kamar itu. Dia kemudian harus berpamitan pada istrinya. Dia sebenarnya ingin di sini tapi belum saatnya. Dia pun segera pergi karena mendapati panggilan dari Adelia. Akhirnya terpaksa Reyhan segera pergi dari rumah istrinya. Saat ini edward sedang ke luar kota. Tidak ada orang yang bisa mendengar keluh kesah adelia.
Sesampainya di rumah sakit ...
Mata Reyhan terbelalak kala papa khansa dengan lancangnya mengobrak abrik ruang kerja dokter adelia. Bahkan lelaki paruh baya itu bertindak kurang ajar. Untung aaja dirinya datang dan segera asisten adelia membantu adelia sednag dirinya memukul sang mertua.
" Banjingan kamu! Beginikah akhlakmu pada seorang perempuan!!!! Bedebah memang dirimu," marah Sang menantu.
__ADS_1
" kenapa kamu marah? Apa dia kekasihmu hah?" tanyanya dengan sarkas.
" Gila!" seru Reyhan.
" Apa karena dia kamu mempermainkan kembali anakku?! Hah! Jawab !" Teriak sang mertua. Namun Reyhan hanya tersenyum miring menanggapinya.
" Karena dia??? Apakah kau buta semenjak tadi. Apa ada aku di ruangan ini semenjak tadi???" tanya Reyhan dengan suara yang sangat marah. Kini mertuanya itu yang jadi tersenyum mengejek.
" Mana ada maling aku anak mantu!!! Kau pandai sekali bersilat lidah. Bukankah begitu???" ejeknya.
" Terserah kau saja!!! Jangan sekali-kali menganggunya jika tak ingin berurusan dengan kekasihnya. Kau begitu rakus akan dunia sehingga tak bisa membedakan sama sekali. Aku bahkan muak menjadi menantumu! Minggir ... " teriak Reyhan kemudian bergegas pergi dari sana.
Reyhan pun keluar dari sana sambil mengirim pesan pada edward agar menghubungi adelia. Karena saat ini dia tak bisa menenangkan gadis yang merupakan mahasiswinya itu. Dia tak ingin papa khansa kian kemana-mana.
Ed! Cepat hubungi Adelia jika kamu tidak sibuk. Dia di perlakukan tidak baik oleh ayah khansa. Bertanyalah perlahan apa yang mereka lakukan padanya. Aku khawatir tapi tak bisa membuatnya curiga saat ini. Pesan itu telah di baca oleh Edward sekilas.
Pemuda itu mengeratkan genggamannya saat mengetahui orang yang dia sayangi dalam keadaan seperti ini. Entah, semenjak kapan kini Edward sedikit memiliki perasaan pada gadis itu namun dia tahan karena khawatir adelia tak memiliki perasaan yang sama.
Baik Rey. Thanks. Jawabnya.
Reyhan pun yang sudah merasa di blas kembali meletakkan ponselnya di posisi yang aman tanpa di ketahui siapapun. Dia mengemudikan mobilnya menuju rumah. Sang mertua nampak mengikuti gerak langkah mobilnya dengan cepat.
" Laki paruh baya ini benar-benar membuatku muak saat ini. Bolehkah aku pergi sekarang saja. Tapi zura mengatakan tunggulah beberapa saat agar saham berpindah tangan kembali. Benar aangat menjengkelkan sekali," lirinya sambil memukul setir mobil.
Sesampainya di rumah ...
" Kenapa kalian memegang alat pembersih???" tanya Reyhan saat melihat keluarganya seperti babu.
" Khansa bilang itu perintaj ayahnya karena kamu sedang bersama perempuan lain," jawab sang mama.
" Omong kosong!!! Dia sendiri yang melecehkan perempuan itu. Apa dia buta??? Aku bahkan sedari tadi tak ada di sana. Buanglah alat-alat itu!!!" seru reyhan sambil melempar semua Alat kebersihan rumah.
Prannnkkkkkkk.
__ADS_1
Likeeee ya!!! Sorry baru up ya makasihhh sayangku ... Yg sudha setia.