
Edward nampak terduduk lemas di samping Reyhan. Sahabatnya itu nampak sangatlah tak bergairah dalam berbincang.
" Ed? Kenapa selemah ini?" tanya Reyhan memberikan minuman dingin pada sahabatnya.
" Kau benar-benar sialan Rey! Bahkan perempuan yang ku incar pun dia juga istrimu. Tidak cukup satu saja istrimu itu!" keluh edward membuat Reyhan tertawa getir.
" Aku maunya hanya azura saja ed! Tapi lihatlah mantan kekasihku khansa itu. Dia tak membiarkanku hidup bahagia bersama istriku. Dia mengambil alih bisnis keluargaku sehingga membuat azura memilih meninggalkanku meskipun hanya sementara. Aku sangat buruk bukan ed???" tanyanya dengan sedih tapi sempat-sempatnya tersenyum getir.
" Kau ini masih saja laris manis seperti dulu! Tapi lihatlah sahabatmu ini masih saja seperti ini," lirihnya sambil sambil tertawa miris kedengarannya di telinga.
" Kau ini! Pengusaha sukses kok ya mental tempe begini. Pasti laris kalau di publish ed. Noh, model terkenal Alyah Saputri dia pasti mau jika gandeng loe!" seru Reyhan.
" Maunya mau Rey ... Tapi daya tarik istrimu itu membuatku terpikat!" seru Edward seperti orang gila. Tawa Reyhan pun merambah ke seluruh ruangan. Bagaimana tidak edward mengatakn bahwa azura sangat menarik di matanya itu.
" Diamlah kau ed!" seru Reyhan melempar bantal ke arah sahabatnya itu.
" Bantulah aku sekali lagi ed. Aku butuh seseorang sepertimu," lanjut Reyhan. Edward menoleh ke arah Reyhan.
" Sialan loe Rey! Loe pikir gue apaan???!" tawa miris edward.
" Aku titip Azura selama aku menjalani pernikahan dengan khansa. Please!" pinta Reyhan. Edward pun mengernyitkan alisnya.
" Aku juga titip Khansa ... Jangan berani-berani menyentuhnya!" seru edward membuat Reyhan melongo dengan ucapan sahabatnya itu.
" Wait ed! What happen?" tanya Reyhan mempertanyakan hal yang aneh baginya.
" Istri bodohmu itu meminta bantuan padaku untuk supaya bisa tidur dengan suaminya sendiri. Konyol bukan? Dia memintaku dan aku membantunya," belum selesai edward bercerita Reyhan menaboknya dengan bantal.
" Kau mempraktekkannya ed! Sialan loe ..." sungut Reyhan.
" Eiitts Dah ... Dengerin dulu napa Rey! Belum selesai nih gue cerita. Gue ceritanya kasihan nih sama dia Rey. Gue pikir gila nih suami cewek ini. Cantik loh! Kok gak mau gak waras kali lakinya. Nah, iba nih gue di buatnya gue beliim tuh obat laknat. Loe tahu apa yang dia lakuin??? Karena dia gak percaya sama gue dia coba noh obat itu efeknya bikin gue kayak cacing kepanasan sumpah. Gue udah berendam 2 jam tapi gak sembuh-sembuh. Entah berapa yang dia masukin. Berasa kayak mampus gue Rey. Ya, dengan terpaksa gue serang tuh bini kedua loe. Sorry ya Rey gue perawanin dia. Jadi, please jaga dia juga buat gue. Gue takut dia hamil!" ucap Edward sambil memasang mimik yang melas banget.
__ADS_1
" Sekate-kate loe! Terus kalau gak hamil loe gak mau tanggung jawab! Gue deportasi beneran loe jadi sahabat gue," Reyhan pun sedikit marah. Tapi mau bagaimana lagi kesalaham bukan pada edward saja khansa pun ikut andil di dalamnya.
...----------------...
Perdebatan tadi pagi sudah memperbaiki hubungan keduanya. Entah apa yang mereka jalani. Yang jelas saat ini edward bertugas menjaga Azura dan Reyhan menjaga Khansa demi edward. Mereka sama-sama seperti orang bodoh.
Hari ini mereka sama-sama berjalan ke tujuam masing-masing. Nampak Azura di buat aneh saat melihay edward sudah rapi dengam setelan jasnya. Dia nampak menghampiri azura.
" Zura ... Kita harus segera kembali. Kita akan kedatangan tamu dari jerman untuk propertimu Grand New Azura Family," Bisiknya membuat azura paham.
" Tapi .. Ed yang tak gimana?" tanya azura. Edward tersenyum, dia tahu jika azura gadis yang baik pasti dia merasa tak enak dan sebagainya.
" Lupakan saja sejenak. Ada yang lebih penting dari hal itu! Kita harus segera kembali dengan jet pribadiku," jawabnya dengan mengajak azura segera berlalu dari sana.
" Kau! Rachel bawalah kebutuhan azura besok. Bersenang-senanglah dengan suamimu itu. Kami harus pergi!" seru edward dengan dinginnya dan segera pergi. Azura mengekor di belakangnya dan menoleh ke arah mereka berdua.
Kepergian mereka berdua membuat Dzul berdecak sebal. Rachel pun melihatnya dengan aneh.
" Tidak sesuai rencana. Ternyata edward bawaannya tenang. Jadi, untuk apa khawatir berlebihan sebab bukan dialah ancaman bagi azura. Lihatlah! Pemuda itu sedikit pun tak memperlihatkan sebuah kemarahan," ucap Dzul membuat adik Reyhan itu mengangguk setuju.
" Kita kembali ke kamar sekarang!" ajak Dzul yang kemudian berjalan menuju cottage.
Sesampainya mereka di sana Dzul di buat tercengang dengan keadaan kamarnya.
" Kamar ini siapa yang mendekor ulang??? Apa salah masuk kamar ya!" pikir Dzul yang masih terdiam. Sedangkan di depan istrinya bertemu dengan pegawai cottage bahwa kamarnya di dekor ulang atas permintaan tuan edward. Rachel di buat kembali meremang namun dia mencoba tersenyum padanya.
Saat berada di dalam kamar ...
" Mas!" serunya.
__ADS_1
" Chel ... Ini aku salah masuk kamar ya? Kenapa ada yang dekor ulang? Apa sudah di pesan orang lain??" tanya Dzul pada istrinya. Sedangkan Rachel bernafas panjang.
" Ini benar kamar kita. Dekorasi ini edward yang memintanya," jawabnya dengan lirih. Seketika Dzul menoleh ke arah istrinya tak percaya.
" Kenapa sedih? Tidak mau melewatkan malam denganku sebelum aku bertugas 1 tahun lamanya ke perbatasan? Apakah setega itu pada suami sendiri?" dzul terus mendekati istrinya yang mundur sampai mentok dan terduduk di ranjang. Saat Dzul mendekati wajah istrinya dia malah di buat tertawa oleh perkataannya.
" Jangan sembarang menanam benih," ucapnya.
" What????" memangnya mau ku tanam dimana??" tanya Dzul terkekeh.
" Mana ku tahu! Kan mas tugasnya lama banget 1 tahun. Apalagi misalkan malam ini benihnya jadi pasti akan menjadi ibu sendirian selama 1 tahun lamanya," cebik Rachel. Dzul tahu isi hati gadis di hadapannya ini. Semua ini tak luput dari pandangannya. Di sana Dzul mendampingi prajuritnya tapi bukan berarti nganggur. Semua istri TNI harus siap di tinggal kapanpun untuk berdinas tak terkecuali istrinya.
Mereka pengantin baru jadi wajar jika tugas Dzul adalah hal berat baginya.
" Chel ... Lihatlah mas! Percaya kan? Memangnya udah cinta? Kok ada acara kehilangan segala," Goda Dzul pada istrinya. Rachel jadi kesal di buatnya.
" Kamu ini menyebalkan sekali," cebik Rachel.
Namun Dzul yang sudah gemas langsung saja meraup rachel yang menurutnya sangat cantik. Dzul menikmati setiap inci yang menjadi miliknya. Rachel pun merasa ada yang aneh dadanya berdenyut nyeri kala suaminya itu berpamitan tugas. Padahal kemarin di tinggal 3 bulan fine saja.
Ada apa dengan hati??? Apa kabar???" batinnya sambil menikmati sentuhan yang membuat dirinya meracau tidak jelas. Saat rachel menikmati pun sempat-sempatnya Dzul berbisik.
" Aku menyukainya sayang," bisiknya. Namun detik berikutnya.
" Aaaah ......... " rintih rachel yang berada di bawah kungkungan bada tegap Dzul.
Mereka pun menikmati dengam tanpa melewati satu apapun. Tugas gagal karena tak mendapat keseruan. Maalah mendapatkan servis sangat sempurna dari sang istri.
Likeeee
Voteeeee
__ADS_1
Komenin ya makasihhhhh.