Denyut Jantungku

Denyut Jantungku
Murka Reyhan


__ADS_3

Reyhan bergegas menuju lantai dua di mana istrinya berada. Reyhan membuka pintu itu dengan terburu-buru. Nampak khansa sedang bersolek di sana. Saat dia melihat Reyhan masuk kamar gadis itu tersenyum sumringah.


" Hai sayang ! Sudah pulang dari rumah perempuan itu?" tanya khansa terdengar mengejeknya.


" Perempuan mana yang kamu katakan Hah??! Dasar kalian keluarga b*d*bah.," marah Reyhan. Khansa jadi tersenyum miring mendengarnya.


" Kenapa kamu marah sayang? Apa wanitamu itu sudah tidak di perlakukan dengan baik oleh papaku?" tanya khansa yang membuat harga diri Reyhan sebagai laki-laki di injak - injak sekian kalinya.


" Akan aku tunjukkan bagaimana papamu memperlakukan Adelia!!!" teriaknya saat ini dengan menyebut nama adelia.


" Cantik aku loh Rey daripada dokter itu. Hanya saja aku kalah muda darinya,Ck.," jawabnya terdengar mengesalkan sekali.


Tanpa basa basi Reyhan menarik khansa dan menamparnya dengan rasa yang sesungguhnya tidak tega.


Plakkkk.


" Aaahhhh! Apa yang kamu lakukan padaku Rey??!!!" teriak khansa.


Rey yang sudah nampak kesal saat ini pada istrinya yang bahkan sudah halal baginya itu. Dia sudah ingin mempraktikkan apa yang sudah ayahnya lakukan pada adelia. Dokter muda yang malang itu karena harus menolong dirinya dan keluarganya.


Reyhan kemudian mencium kasar khansa saat ini bukan karena dia cinta tapi karena dia ingin memberikan pembelajaran padanya. Dia mencumbu khansa dengan kasar sekali sehingga gadis itu merasa tidak nyaman sekali.


" Lepaskan!!!!" teriak khansa pada suaminya.


Reyhan melepaskan kain segitiga biru dengan melemparnya ke sembarang arah. Namun setelahnya dia meninggalkan khansa dengan posisi yang sudah sangat menggairahkan bagi pria mana pun.


" Aku bahkan tidak tertarik padamu sama sekali!" teriak Reyhan kemudian pergi meninggalkan kamar itu sambil menutup pintu dengan kasar. Khansa yang sudah di tinggal dengan setengah telanjang itu merasa harga dirinya sudah sangat tak berarti. Dia merasa malu sekali saat ini. Bahkan suaminya sendiri tak mau menjamahnya meskipun halal.


" Kamu bahkan sangat jahat padaku Rey. Kita bahkan pernah bersama-sama sebelumnya. Apakah kamu tidak ingat kebersamaan kita dulu, teganya kamu membuatku seperti ini. Keterlaluan sekali," tangis Khansa di dalam kamar dengan merasa tak ada gunanya menikahi Reyhan hingga detik ini. Dia merasa Reyhan sudah benar-benar tak menginginkan dirinya.


Tidakkah kamu mengingat masa-masa kita terdahulu Rey. Aku bahkan begitu mencintaimu. Hanya karena perubahan pada diriku kamu memilih orang lain untuk kamu nikahi. Dan aku di sini hanya ingin memperjuangkan hubungan kita yang belum selesai. Tapi hari ini kamu akhiri dengan perlakuan tidak baik padaku. Batinnya dengan begitu banyak penyesalan saat ini.


Di kamar Reyhan ...


" Apa yang kamu lakukan padanya Reyy???? Kau bahkan sangat kasar padanya. Walau bagaimana pun dia istrimu. Dia adalah tanggung jawabku kelak di akhirat. Ayo Reyyy! Penuhi nafkah lahir dan batinnya. Apa yang kamu lakukan dengan menghindarinya dengan seperti ini??? Dia hanya ingin haknya," marah Reyhan di dalam kamar kerja.

__ADS_1


Saat Reyhan merasa sudah menjadi orang jahat sekali. Ponselnya berbunyi dan itu telpon dari edward. Reyhan segera menetralkan rasa kalutmya serta segera mengangkat telpon.


☆ Bagaimana Ed keadaannya ???


☆ Aku baru saja sampai Rey. Bagaimana menurutmu aku bingung? Apa hakku padanya sehingga datang ke rumahnya


☆ Bilang saja aku yang menyuruhmu datang ke sana. Saat ini kamu berada dimana?


☆ Di depan rumahnya Rey.


☆ Telpon saja dia. Aku sangat khawatir tadi dia aku titipkan pada asistennya saja.


☆ Baiklah


Sambungan seluler mereka pun terputus. Arah pandang edward masih menatap nyalang ke arah rumah di hadapannya ini. Dia mencoba untuk memanggil satpam yang berjaga di depan rumahnya.


" Pak ... Apakah aku bisa menemui adelia?" tanya edward sopan.


" Sebentar ya pak," jawabnya denga sopan. Edward pun dengan sabar menunggu.


" Tanyakan namanya pak," jawab seseorang di seberang sana.


" Tuan nama anda?" tanya satpam sambil menatap edward.


" Edward," jawabnya.


Satpam itu nampak mengangguk. Dan mempersilahkan edward masuk. Edward pun membawa mobilnya masuk ke halaman rumah mewah adelia.


Ting. Tong.


Tak berselang lama ada seorang asisten rumah tangga yang membuka pintunya sambil tersenyum.


" Silahkan tuan nona sudah menunggu," ucapnya sambil mempersilahkan edward masuk.


" Terima kasih," jawabnya sambil mengikuti ART itu masuk.

__ADS_1


Nampak rumah mewah namun sepi. Hanya ada suara jam dinding serta lampu terang yang menunjukkan keindahan rumah ini.


" Ada apa tuan edward???" tanya adelia sambil tersenyum padanya. Edward nampak menelisik wajah adelia. Gadis itu terlihat sangat sayu namun mencoba untuk menutupinya dengan sebuah senyuman. Matanya nampak sembab.


" Kamu kenapa? Habis menangis ... " tanya edward balik.


" Ck. Kamu ini ... Di tanya balik nanya. Bukankah kamu masih di luar kota??" tanya adelia sambil menatap edward.


" Aku bahkan sangat merindukanmu saat di luar kota. Bukankah aneh merindukanmu yang notabene-nya bukan siapa-siapa," edward berupaya mencairkan suasana saat ini.


" Gombal saja ... Katakan saja kamu kemari karena di minta pak Reyhan bukan begitu??" tanya adelia yang sudah bisa menebak. Edward jadi terkekeh mendengarnya.


" Bukankah aku tak pandai berbohong? Seharusnya kamu bertanya kenapa reyhan mengirimku padamu untuk melihat kondisimu itu," ejek edward. Adelia menggeleng cepat.


" Untuk apa?? Aku tahu kamu pasti hanya ber-empati padaku tuan edward," jawabnya dengan tersenyum yang di tahan. Edward kini menatap serius ke arah adelia.


" Jika suatu saat aku memintamu untuk menjadi pendampingku apakah mau??" tanya edward tanpa candaan. Kali ini edward malah mendengar tawa adelia yang terdengar meremehkan kata-katanya.


" Kamu ini benar-benar sengaja membuatku tertawa apa ya edward!!?? Jangan bercanda tentang pernikahan. Orang sepertimu pastilah seleranua sangat tinggi. Jangan mengasihaniku seperti itu. Aku jadi ilfeel pada diriku sendiri. Lihatlah aku yang masih sendiri di usia sedewasa ini" ujar adelia membuat edward melongo tak percaya sudah di tolak duluan.


" Kamu menolakku nona adelia???" tanya edward dengan menatap dengan sorotan manik mata yang serius.


" Ayolah tuan edward pasti kamu yang sedang bercanda saat ini. Mana mungkin aku menolakmu jika itu serius," jawab adelia gamang. Dia saat ini merasa sakit hati atas perlakuan papa khansa tadi sore. Dia merasa di lecehkan oleh tua bangka itu.


" Dan aku serius," jawab edward.


Deg.


Jantung adelia seakan berhenti berdetak saat ini. Ucapan edward membuat dirinya tak percaya diri sama sekali.


" Jangan ... Aku tidak pantas untuk orang seperti kalian!! Aku hanya gadis biasa dan dia telah melecehkanku hari ini," jawab adelian sambil terisak. Edward memejamkan matanya saat melihat gadis di depannya ini menangis yang sedari tadi sudah menahan egonya sedari tadi.


Tua bangka!!! Kamu sedang bermain-main denganku! Kamu bahkan berani menyentuhnya hari ini akan kupastikan hidupmu menderita setelah ini. Kamu sudah merusak hidup sahabatku dan gadis yang baru saja membuatku nyaman jika berada di dekatnya. Aku akan membuat perhitungan denganmu!!! Tunggu ajaa. Marah edward dalam hati.


Maaf ya pembaca !!! Sudah menghilang beberapa hari. Bukam karena malas ya sayang tapi kurang konsisten gara² kehidupan real yang sudah meronta-ronta minta di tangani setiap hari heheheh.

__ADS_1


Jangan lupa likeeeee ya maaciwwwwww pembaca yang budiman.


__ADS_2