
Azura memakai lingerie itu tapi kembali memakai bathrobe-nya. Rasanya aneh bertemu Reyhan suaminya saat ini. Rasa gugup dalam hatinya nampak sangat berlebihan. Malu juga meliputinya malam ini.
Keterlaluan mereka itu. Sengaja membuatku seperti ini. Awas! Batinnya mengesal.
Saat Azura sibuk berdecak sebal. Reyhan sudah menatapnya dari luar kamar mandi dengan menggunakan handuk saja sebatas pinggang.
" Ehmmm ... Apakah tidak mau berganti baju? Kenapa masih menggunakan bathrobe?" tanya Reyhan sambil bersandar di pintu kamar mandi. Azura jadi menoleh dan menatap suaminya.
" Mereka merencanakan ini dengan baik. Lihat saja isi koperku sudah terisi untuk baju kita," jawabnya. Reyhan semakin tertarik dengan rencana seseorang ini. Dia mendekati koper azura dan melihat 2 set baju untuknya beserta kimono cowok dan mata Reyhan di buat berbinar saat melihat lingerie di sana. Senyumnya mengembang saat sang pemilik ide melaksanakan tugasnya dengan baik. Entah siapa dia.
" Kita harus berterima kasih pada mereka sayang ... Bahkan mereka mempersiapkannya dengan detail sekali. Bukankah begitu??" Reyhan melepas handuknya di depan azura. Dia mematung tanpa kata di tempat itu. Dia melihat suaminya tanpa rasa malu telanjang bulat di hadapannya.
Dia kenapa??? Kenapa telanjang di hadapanku seperti ini. Mas Reyhan ini kenapa jadi menakutkan melepas semua bajunya di mana saja. Batinnya aneh.
" Hanya di depanmu aku melakukan ini," jawabnya seolah- olah memahami isi hatinya saat ini. " Tidak mungkin aku memamerkan tubuhku pada wanita lain sekali pun itu khansa yang jelas-jelas juga istriku. Karena aku mencintaimu seorang azura," jawabnya membuat azura menelan salivanya sendiri.
Tanpa meminta persetujuan si empunya Reyhan menarik tali bathrobe milik istrinya. Tentu saja dengan satu tarikan batrobe itu terbuka sehingga terlihatlah bahwa istrinya sedang menggunakan lingerie seksi. Mata Reyhan kini malah tak berkedip sama sekali. Sudah lama sekali dia tak melihat istrinya. Kali ini ada yang berbeda.
__ADS_1
" Semakin Cantik ... Apakah melakukan perawatan?" tanya Reyhan dengan memberondong pertanyaan dan pujian. Azura yang terkejut itu sontak mengangguk. Karena dia memang melakukan perawatan untuk kelak jika dia sudah bisa bertemu kembali dengan Reyhan.
" Iya ... Mas," jawabnya membenarkan suaminya. Senyum Reyhan pun terlihat puas. Dia mulai menurunkan Bathrobe-nya. Jelaslah keindahan panorama di hadapannya ini.
Cantiknya istriku ini. Mana mungkin aku bisa bertahan 6 bulan lagi bersama khansa. Ini sungguh berat bagiku. Bolehkah diam-diam aku berkunjung padanya setiap hari. Aku tak mungkin bisa menjauhinya setelah ini. Bohong jika aku baik-baik saja berada jauh dari azura. Sesalnya saat harus berjauhan dengan istrinya yang imut ini.
" Apakah kamu ingat sayang hari apa ini?" tanya Reyhan. Azura malah terlihat mengerutkan alisnya.
" Hari senin Dong mas," jawabnya tanpa rasa bersalah sama sekali. Reyhan menganga tak percaya dengan jawaban yang di lontarkan oleh istrinya.
" Kamu yakin sayang???" tanyanya dengan seksama. Azura masih saja berfikir.
" Ya Allah istriku ... Semakin jarang ketemu makin ngeselin ya!!!" seru Reyhan mencubit kedua pipi istrinya.
" Auhhh ... Sakit tahu mas," teriaknya dengan mengelus pipinya.
Di kamar lain ...
__ADS_1
" Sebenarnya Reyhan itu sibuk apa sih??? Ini sudah sangat larut tapi tak kunjung kembali," gumamnya dan kemudian menelpon edward. Karena terakhir kali mereka bersama.
♤ Ada apa menelponku malam-malam?
♤ mana suamiku?
♤ Kok tanya aku. Kamu istrinya loh!
♤ edward! Tapi dia bersamamu tadi.
♤ Tapi saat ini dia tak bersamaku. Pergilah tidur jangan mengangguku!
♤ edward!!!!!
Namun pemuda itu mematikan ponselnya karrna suara bising Khansa yang meramaikan kamarnya nan sunyi ini.
" Ya Tuhan gadis ini ... Ingin membuat telingaku lumpuh. Dasar penganggu!" serunya memaki ponsel yang sudah mati.
__ADS_1
Wahhhh, udah aku up 1 episode nih. Makasihhh yang sudah setia baca dan likeeeee. Jangan lupa dukungannya. Maaaaciiieeeeew