Denyut Jantungku

Denyut Jantungku
Halal Tapi di Benci


__ADS_3

Edward nampak tak berkedip saat melihat kembali selembar kertas laknat itu. Azura masih tergugu dalam tangisnya. Dada edward benar-benar bergemuruh. Azura kini kembali memintanya. Bahkan azura mengusap ingusnya tanpa malu di depan edward.


" Berikan padaku lembaran itu ed. Akan aku tanda tangani! Aku sudah puas menangis,"999 sambil mengulurkan telapak tangannya itu.


" Zura ... Tapi ini sangat serius sekali!" seru edward. Azura tersenyum meski di paksakan.


" Aku tahu ed," jawabnya.


" Zura! Please .... Ini surat Cerai bukan perihal main-main," seru edward. Azura sudah terlanjur menanda tanganinya.


" Semuanya sudah terlanjur ed! Yang ku khawatirkan saat ini sudah benar-benar terjadi. Biarkanlah!!!" ucapnya membuat edward tak tega.


" Istirahatlah! Aku akan tidur di sofa. Berhenti memikirkan hal-hal yang tak masuk akal," ucap edward sambil memegang kepala azura yang berhijab itu. Azura mengangguk paham pada edward.


Di sisi lain ...


" Sudah ku katakan kau pasti akan menceraikan istrimu itu Sayang. Aku bahkan sangat sebal padamu karena melibatkan edward dalam hubungan kita. Akan ku pastikan istri kesayanganmu itu hancur di tangan papaku jika dia tak menanda tanganinya!" seru khansa dengan murkanya. Sebab dia tahu bahwa malam itu edward dan Reyhan merencanakan kegagalan bulan madunya.


" Jangan pernah membuatnya terluka sedikit saja khansa! Aku benar-benar akan membuat perhitungan denganmu," kesal Reyhan.


" Asalkan perceraianmu lekas selesai maka aku akan melepas istrimu itu," jawab khansa dengan meninggalkan Reyhan yang tengah sendiri di dalam ruang kerjanya.


Reyhan terduduk kembali di kursi kerjanya saat ini. Dia benar-benar seperti bukan laki-laki saja saat ini. Harga dirinya di cabik-cabik oleh seorang khansa yang dulunya pernah singgah di hatinya. Tak rela dirinya menceraikan Zura. Tapi apa yang harus dia lakukan saat ini untuk menyelamatkan azura yang jauh darinya. Bahkan menghubungi edward pun dia kehilangan akses karena ayah khansa yang mengekang keluarganya. Mereka di jadikan tawanan luar namun tetap ada yang memata-matai seperti buronan saja.


" Sayang ... Seharusnya bukan ide gila ini yang kau berikan padaku. Harusnya kita tinggalkan saja harta ini dari dulu. Lihatlah aku yang tak bisa melakukan apapun saat ini untukmu!!! Aku bahkan setiap hari menyakitimu. Harta ini membuat kita bersatu namun membuat kita terpisah pula. Jika aku kehilanganmu saat ini seharusnya apa yang bisa aku lakukan untuk hubungan ini. Perceraian memang halal tapi di benci oleh Allah. Semoga kau memilih yang terbaik untuk kita saat ini sayang. Mas Rey pasrah akan keputusanmu," lirih Reyhan yang kini merasa bukan sepetti laki-laki karena berasa cemen. Lirihnya sambil menitikan air mata untuk mengeluarkan beban pikriannya.


Khansa berjalan menuju balkon untuk menemui papanya. Dia seakan sangat bahagia kala melihat rEyhan tak berdaya seperti itu. Dia seperti menemukan kemenangan tersendiri dalam kehidupannya.

__ADS_1


" Thank you pa!" seru khansa.


" Sudah ku katakan sayang. Demi putri papa apapun akan aku lakukan. Meskipun itu mungkin terdengar tak manusiawi," jawab sang papa sambil menghisap rokoknya.


" Pa ... Apakah tidak masalah berurusan dengan edward???" tanya Khansa pada papanya.


" Selagi dia tak mendengar apapun semuanya akan aman. Tak akan masalah. Percayalah!!!" seru sang papa.


" Bagaimana hasilnya? Apakah kau hamil anak edward?" tanya sang papa yang telah mengetahui apa yang terjadi dengan putrinya. Khansa menghel nafas.


" Sepertinya tidak pa! Semoga saja tidak. Aku hanya ingin memiliki anak dari Reyhan saja," jawab khansa dengan nada tak suka karena sampai detik ini Reyhan masih saja belum bahkan enggan menyentuhnya.


" Baguslah! Setidaknya kau tak perlu meminta tanggung jawabnya," sarkas sang papa. Namun khansa tak menimpalinya lagi.


...----------------...


" Rey ... Seharusnya tinggalkan saja semua ini!!!" ajak sang papa.


" Semoga keputusanmu tidak salah dengan meninggalkan azura nak," ucap papa berharap cemas.


" Semoga saja," jawab Reyhan pun tak bisa memastikan.


Di balkon rumah azura ....


" Ayo Rey! Kenapa nomormu tak bisa di hubungi akhir-akhir ini," kesal edward saat melihat ponsel sahabatnya itu tak bisa di hubungi. " Sebenarnya kau kemana saat ini! Dan apa surat perceraian itu maksudnya!!! Aaaahhhhhh .... Sial!!!!" marah edward pada angin yang berlalu lalang di hadapannya saat ini.


3 bulan kemudian .....

__ADS_1


" Chel ... Maafkan aku jika harus memutuskan hal ini tanpa persetujuanmu. Tapi aku benar-benar merasa di campakan oleh kakakmu. Apalagi saat ini dia kembali tak bisa di hubungi," lirih Azura sambil tersenyum sedih.


" Kak ... Saat ini pun Rachel tak memiliki siapapun. Hanya kakak yang rachel punya jangan meninggalkanku! Cukup kakakku saja yany pergi kak aku mohon," pinta Rachel dengan sangat kecewa saat surat cerai itu sudah di masukkan ke pengadilan 3 bulan lamanya.


Ketika banding pun di lakukan tapi nyatanya tetap saja azura harus melakukannya sendiri. Serta perceraian mereka tak bisa di belok kan? Batinnnyaa dengan sangat terbebani.


Rachel dan Azura berpelukan layaknya teletubbies di sebuah Channel televisi. Namun kenyataannya hubungan mereka tengah membaik karena suatu hal.


Kini Azura menatap edward dengan serius. Namun nampaknya edward yang lebih dulu mengerti segera berpamitan pada rachel yang berada di rumah dinas suaminya itu.


" Kami pergi sekarang!!! Baik-baiklah di rumah. Kami sedang ada tugas yang lebih berat hari ini," jawab edward memulai membuka suara.


" Baiklah ... Berhati-hatilah kalian," ucap Rachel dengan menatap merek satu persatu. Azura mengangguk mengiyakan ucapan Rachel.


POV Rachel


Maafkan keluarga kami yang begitu berharap banyak padamu kak dan atau mungkin kakakku pun mulai tergoda dengan gadis belut sawah itu. Sungguh licin sekali," ejek Rachel saat mengingat bagaimana respon Si ganteng edward yang nampak sedih karena seperti ini.


" Berbahagialah kalian jangan membuatku menangis lagi karena harus memikirkan kak azura. Dia begitu sangat mencintai kakakku. Semoga aaja edward bisa membuatnya lupa akan cinta kakakku," lirih Rachel kini yang ikut kesal oada kakaknya itu.


Di sebuah tempat yang indah ...



Edward kembali mengajukan perasaannya pada azura kali ini.


" Menikahlah denganku zura. Biarkan aku melindungimu setiap harinya. Ini lewat masa Iddah-mu. Tapi Reyhan belum juga bisa ku hubungi sama sekali," lirih edward seperti terkesan memberikan pilihan yang sulit pada azura. Mantan istri Reyhan itu hanya tersenyum hambar.

__ADS_1


" Apakah tak ada perawan yang bisa kau nikahi ed! Kenapa kau malah masih menunggu aku sampai menjadi janda begini? Apakah menurutmu janda lebih menarik ed!!" ledeknya pada edward yang melongo tak percaya dengan ucapan azura.


Likeeeeee!!!!!!!


__ADS_2