Denyut Jantungku

Denyut Jantungku
Kebersamaan sejenak


__ADS_3


" Sayangku zura ... Jagalah dia untukku!!! Aku akan sering kemari tapi masih harus menyelesaikan semuanya. Apakah boleh seperti ini dulu," tanya Reyhan.


" Terserah mas saja ... " jawab Zura pasrah. Dia yakin Reyhan melakukannya dengan sebuah perasaan yang sangat penuh dengan prediksi.


Adelia memeriksa keadaan istrinya dan bayi mereka. Senyuman di wajah adelia menunjukkan kabar baik.


" Bu ... Keadaanmu sudah sangat baik! Bayi kalian juga sehat," ucap adelia membuat Reyhan dna edward sama-sama tersenyum menaggapinya.


" Terima kasih dokter!" serunya mendpatkan anggukan dari adelia.


Adelia dan Reyhan nampak berbincang sejenak. Edward melihat bahwa kebahagiaan sudah mulai terpancar di wajah wanita yang selama ini dia jaga. Edward lega saat melihat azura kembali menemukan dirinya.


Di sisi lain ...


" Dimana Pak Reyhan berada ??? Kenapa kampus nampak lengang???" tanya Khansa pada semua jajaran penting dalam kampus. Salah seorang memberanikan diri untuk menjawab ucapan khansa.


" Maaf bu ... Pak Reyhan hari ini sedang ada meeting di luar untuk beberapa saat mendatang. Beliau tadi nampak buru-buru namun bertemu saya di gerbang depan. Beliau sempat mengatakan perihal itu," jawabnya dengan lugas dan jelas.


" Apakah tidak ada yang bisa memggantikannya??? Kenapa pemilik kampus ini yang berangkat!!!" hardik khansa dengan geram. Akhirnya salah satu Dewan kampus mengatakan hal yang membuat khansa tak kembalu berbicara.


" Bu ... Maafkan kami jika lancang. Tapi pemilik kampus juga ikut andip dalam memajukan kampus ini dengan berbagai cara. Selama ini kerja pak Reyhan sangat bagus. Kami meminta beliau tak masuk kelas karena beliau rajin di lapangan. Namun tetaplah peran beliau tetap penting bagi teman-teman mahasiswa. Jadi, kami mohon jangan mengekang pak Reyhan seperti tawanan. Beliau juga punya rasa, jika anda seperti ini maka jangan salahkan pak Reyhan jika betah berada di kampus daripada di rumah. Maafkan ... Jika saya sangat kasar! Karena selama ini saya tahu bagaiamana pak Reyhan," beliau pun duduk setwlah mengatakan hal itu. Khansa merasa mendapatkan teguran sehingga dia memilih untuk melesat dari sana.


Perbincangan di antara mereka ...


" Kenapa kamu mengatakannya? Bagaimana jika jabatanmu taruhannya," ucap salah seorang dosen.


" Aku sudah bosan mendengar ucapan istri pak Reyhan yang kasar itu. Dia seakan pak Reyhan tak boleh kemana-mana," ucapnya dengan kesal.


" Iya ... Lihatlah pak Reyhan saja sering di kampus seperti ini daripada berada di kediamannya sungguh miris ya! Kasihan pak Rey ... " jawab di antara mereka.


Di dekat jendela ...


" Adelia ... Mungkin untuk ke depan aku akan sering merepotkanmu dan sering meminta bantuanmu. Maafkan aku jika kamu harus tahu permasalahan di keluarga kami. Inilah keadaanku yang sebenarnya. Aku sudah memiliki istri Azura. Namun istri yang orang ketahui adalah khansa. Aku enggan untuk menimpalinya membuang-buang tenaga. Aku akan meminta edward melindungimu. Karena kamu terlibat di antara kami," ucap Reyhan dengan merapatkan tangan di dada.


" Tidak apa-apa pak. Saya kan sudah mengatakan akan membantu anda setidaknya untuk istri anda jika melahirkan. Saya senang bisa membantu," jawabnya dengan membungkukkan badan.


" Baiklah ... " jawab Reyhan dengan mengajak adelia kembali ke dekat edward dan azura.

__ADS_1


" Ed ... Thank you sudah menjaga mereka dengan baik. Bantulah aku sekali lagi!?" pinta Reyhan


" What??? Again ... " kaget edward sambil menggeleng.


" Jagalah Adelia untukku .... kita sudah melibatkan dia untuk sampai ke titik ini. Please!!!!" pinta Reyhan.


" Baiklah ... Baiklah ... " Jawabnya.


" Ed ... Bolehkah aku sejenak berdua dengan istriku???" tanya Reyhan.


" Tentu. Ayo kita keluar dokter adelia yang terhormat!!!" seru edward dengan sangat meledek. Dia mendapatkan lirikan dari adelia.


Mereka pun keluar dari kamar ...


Edward kali ini berjalan sejajar denga dokter adelia. Dia melirik sekilas padanya.


" Apakah kamu tidak memiliki kekasih???" tanya edward. Adeliaa melihat ke arah edward.


" Apakah ada urusannya memiliki kwkasih dengan pekerjaan??? Kau ini yang benar aaja pak," jawabnya tanpa ada niat mengejek sedikit pun.


" Eh .. Panggil namaku dengan benar! Pak ... Pak ... Aku belum cukup tua untuk mendapatkan panggilan itu yang benar saja kamu ini," protes edward.


" Tapi dia sudah memiliki 2 istri dan anak. Aku satu saja belum. Apakah kau buta???" kesal edward.


" Apa urusannya denganku? Aneh ... " jawab adelia.


" Kau memanggilku bapak nona adelia ... " ucapnya penuh penekanan.


" Baiklah .... Om," jawabnya sambil berlari. Edward melotot dan mengejar adelia.


" Kau ini ....!!" serunya smabio mengejar adelia yang menuju ke taman.


Di kamar azura ...


" Zura ... Bolehkah aku meninggalkan khansa sekarang??" tanya reyhan dengan menatap azura.


" Tanyakan itu pada temanmu mas! Dia yang menanganinya selama ini. Dia benar-benar membuatku betres di rumah," jawab azura dengan tersenyum.


" Kamu nampak begitu menikmatinya sekali ya sayang???" goda Reyhan.

__ADS_1


" Mau bagaimana lagi? Dia begitu sangat menyayangimu. Mana mungkin aku menolaknya mas," jawab Azura melirik suaminya itu.


" Ck. Kamu ini bisa saja," jawab Reyhan.


" Jika dia tak menyayangimu dia tak mungkin hanya melindungiku mas tapi dia juga akan menikahiku. Waktu itu adalah kesempatannya. Tapi saat dia tahu aku hamil dia langsung menyerah dan mengatakan bahwa aku memang di takdirkan untukmu. Dia pun hanya melindungiku supaya bisa bertemu denganmu hanya itu yang dia lakukan selama ini," jawab azura.


" Aku tidak menyukai keadaan yang seperti ini sayang," lirihnya dengan menerawang. Azura tersenyum.


" iya mas ... Aku juga sampai di luar batasku," jawab Azura dengan lesu.


Di kediaman hutamabarat ...


" Apakah dia sudah sampai!!!!?" teriak sang papa pada khansa.


" Belum pa .... " jawab khansa dengan lemas.


" Anak ini bermain-main denganku! Hei kau ... Ayah reyhan kemarilah!" perintahnya.


" Kenapa??? Apakah kau mulai takut jika putraku itu meninggalkan putrimu yang tak berharga itu. Biarkan saja dia pergi aku malah sangat bahagia sekali," jawab Tuan hutamabarat dengan senyum mengejek.


" Kalian ini b*d*b*h!!!!!" brutal ayah khansa marah.


" Terserah kalian saja! Kalian buat miskin pun aku sudha tidak begitu peduli. Menantuku itu sudah berkorban banyak pada putrimu. Nyatanya 2 tahun terakhir tak ada hasil apapun bukan????" tanya Hutamabarat dengan senyuman sangat meremehkan.


" Sudahlah pa!!! Jangam berdebat dengannya!" teriak khansa dengan sangat kesal.


Khansa menelpon Reyhan. Namun reyhan tak kunjung menjawab. Khansa di buat kesal kali ini. Dia terlihat membuat perhitungan dengan Reyhan jika tak kunjung pulang.


" Mas kok tidak di angkat???" tanya zura dengan menatap suaminya.


" Biarkan saja aku lelah mendengarnya mengomel setiap hari. Rasanya sangat gatal di telingaku," jawab Reyhan.


" Mas ada keluargamu di sana!" seru Zura.


" Baiklah ... Aku akan pulang Zura. Aku Akan menemui lagi sayang. Sehat terus untuk kalian berdua," Reyhan mencium istri dan putranya.


" Hati-hati mas!" jawab Zura sambil menganggukk.


Likeeeeeeeee. Ya !!!!

__ADS_1


__ADS_2