
Terkadang sebuah pernikahan tidak berjalan sesuai yang di perkirakan oleh sang pelakonnya. Begitu pun dengan pernikahan indah yang di jalani Azura dan Reyhan. Mahasiswi dan dosen itu menjalani pernikahannya dengan gamang dan berat.
" Zura ... Aku serius menikahlah denganku! Biarkan aku menjagamu dan membantumu mengurus perusahaan," seru edward dengan menatap sendu ke arah azura.
" Ed ... Aku tidak bisa melakukannya. Ada nyawa lain yang harus ku jaga. Aku tidak bisa menyakitimu seperti ini ed. Kau begitu baik padaku dan ibuku beserta Rachel. Saat tak ada melindungi kami kau begitu antusias menjaga kami," azura menatap nanar ke arah edward. Tak mungkin dia menikahi edward tanpa memiliki perasaan apapun.
" Tapi hanya cara ini kelak yang bisa membuatmu kembali ke arah orang yang kau cintai," jawab edward kini memandang ke arah laut lepas.
" Iya ... Aku tahu ed," jawab Azura.
" Biarkan aku menjagamu dan janin dalam kandunganmu. Dia adalah keponakanku zura. Aku tidak ingin Ayah khansa memporak porandakan hidupmu. Aku akan membantu dan menjaga kalian semampu yang ku bisa," jawab edward dengan menunduk.
" Menikahlah denganku ed! Tapi berjanjilah kau takkan bersedih apapun yang terjadi kelak. Karena aku tak bisa menjanjikan sesuatu yang kau harapkan," jawab azura tersenyum getir.
" Tentu ... Azura. Kau hanya cukup Fokus pada kandunganmu dan kesehatanmu. Perusahaan sementara aku handle," jawab edward dengan tulus.
Sebenarnya apa yang kau lakukan ed??? Di saat aku di tinggalkan oleh pak Reyhan kenapa kamu malah menikahiku. Aku yakin kertas tak berguna itu adalah cara mereka untuk memisahkan aku dan pak Reyhan secara legalitas. Dan aku yakin kamu pun paham dengan maksud dan tujuan itu. Tapi mengapa kamu malah ingin menikahi ed? Sebenarnya ada apa??? Apakah ada sesuatu yang ingin kau sampaikan. Batin azura saat ini menatap nyalang ke arah pemuda yang tak kurang satu apapun dalam kehidupannya.
Di sisi lain ....
" Bagaimana keadaan azura?" tanya Dzul yang sudah beberapa bulan ini tak pulang.
" Kak Reyhan tak bisa di hubungi kembali mas. Tapi malah ada surat perceraian datang pada kak Azura," jawab Rachel tak bersemangat.
" Tapi mana mungkin Reyhan menceraikan azura yang sangat dia cintai. Aku tahu bagaimana caranya dulu marah padaku Chel," keluh Dzul yang sedang bertugas.
" Dan ... Aku tak bisa menjawab pertanyaanmu kali ini mas. Sungguh ... Aku pun butuh seseorang untuk berada di sampingku saat ini," tangis Rachel.
" Eh, kok nangis. Jangan dong sayang.... Tunggulah 2 bulan lagi mas pasti pulang," redam Dzul.
__ADS_1
" Aku merasa bingung saat azura di tinggalkan seperti ini. Edward juga menawarkan sebuah pernikahan pada azura. Tapi saat itu yang terbaik untuk keadaannya saat ini," Jawabnya terbata.
" Edward tahu yang dia jalani saat ini chel. Percayalah! Edward bukan orang bodoh karena sebuah perusahaan. Dia laki-laki yang sudah aku uji sebelumnya," jawab Dzul dengan yakin.
" Baiklah ... " jawabnya dengan lesu. Karena panggilan di antara mereka harus di akhiri segera karena Dzul harus kembali mengatur prajuritnya.
...----------------...
Kabar pernikahan itu telah sampai pada telinga ayah khansa dan Keluarga besar Reyhan. Wajah bahagia nampak di wajah khansa yang nampak sangat puas sekali. Dia menghampiri sang suami yang terlihat tenang tanpa ada beban sama sekali. Khansa nampak mendekati suaminya itu.
" Masih juga mengharapkan istri yang tak tahu diri itu????" tanya khansa.
" Lakukan apapun yang membuatmu bahagia. Aku tak peduli setelah kau puas kau bisa pergi!" seru Reyhan kemudian berdiri dari duduknya.
" Mau kemana kau Rey!?" hardik Khansa dengan kesal.
" Aku bukan orang pengangguran seperti kamu sa! Yang mengusik hidup orang lain. Setidaknya aku masih berguna bagi orang lain dan tidak merugikan siapapun saat ini," ucap Reyhan dengan tersenyum meremehkan dan pergi dari sanaa. Khansa terlihat menghentakkan kakinya itu.
Di kampus ...
" Pak ... Bolehkah saya masuk!" permisi salah seorang mahasiswinya.
" Masuklah!" jawab Reyhan dengan wajah yang sedikit agak dingin.
" Pak ... Skripsi saya kurang lembar pertanggung jawaban. Bisakah saya mendapatkan Paraf bapak untuk melengkapinya?" tanyanya dengan sangat sopan sekali. Reyhan menatap mahasiswinya itu.
" Kemarikan skripsinya padaku!" pinta Reyhan. Dia pun mengulurkan skripsinya.
Reyhan mengamati skripsi milik " Adelia Narendra Saif " fakultas kedokteran Spesialis Kandungan. Reyhan mengernyitkan alisnya. Saat melihat Fakultas yang tertera. Gadis cantik itu duduk tenang.
__ADS_1
" Apakah hubungannya denganku tanda tangan ini? Bukankah kita tak pernah jumpa di perkuliahan," ucap Reyhan dengan menatap Adelia. Gadis itu nampak tersenyum ramah pada Reyhan.
" Pak ... Anda adalah Rektor kami. Jadi penting bagi kami kehadiran tanda tangan bapak di lembar ini," ucap Adelia sabar.
" Harus sekarang????" tanya Reyhan terdengar sangat mengesalkan sekali di telinga Adelia. Tapi walau bagaimana pun pak Reyhan adalah orang terakhir yang sangat penting baginya saat ini.
" Jika bapak tidak sibuk dan berkenan mohon untuk mengisinya. Jangan di biarkan kosong memutih demikian pak karena dia bukan jas putih kebanggaan kami. Tapi dia akan membentuk legalitas kami ke depannya," jawabnya dengan sangat tenang dan dewasa. Reyhan tersenyum puas mendengar jawabannya. Dia kemudian memberikan tanda tangannya di sana. Wajah Adelia tersenyum puas. Saat pak Rektor tampannya itu mau menanda tanganinya.
" Terima kasih pak! Berkunjunglah ke Rumah sakit tempat saya bekerja jika istri anda sedang hamil akan membantunya. Permisi!" pamitnya membuat Reyhqman tersenyum.
" Baikk," jawabnya singkat dan jelas.
Beberapa hari kemudian ...
Bruuuukkkkk.
" Auuuhhh .... " keluh Adelia.
" Bisa tidak jalan pakai mata!" bentak Edward.
" Heh ... Hallo tuan! Yang buru-buru anda bukan saya. Yang harusnya marah saya karena sudah anda tabrak sampai jatuh. Saya ini ada pasien yang harus di tangani," kesal Adelia saat ini.
" Ck. Kau ini ... Yang benar saja," jawab edward.
Namun tanpa peduli adelia pun segera berlari menjauh dari sana. Ada pasien yang mau melahirkan saat ini yang membutuhkan dirinya. Edward hanya melongo ketika tak di hiraukan ileh dokter itu.
Dia pikir siapa? Apakah aku mimpi atau tidak? Seorang edward pengusaha properti terkenal dan tampan di bentak oleh gadis ingusan seperti dokter itu. Awas saja jika bertemu lagi akan aku buat perhitungan denganmu. Yang benar saja edward di campakan begitu sjaa tanpa meminta maaf. Ck. Muak edward saat ini.
Dia pun melangkahkan kakinya menuju ruang Persalinan dimana Azura kini akan melahirkan. Dia tadi hanya di telpon oleh asistennya itu. Sehingga rapat pentingnya itu harus di wakilkan demi yang namanya sahabat.
__ADS_1
" Oh ... Ayolah Azura!! Kau selalu membuatku panik tanpa jeda," edward berlarian ke sana kemari untuk menemukan ruang persalina itu.
Likeeee dong. Maaciw.