Denyut Jantungku

Denyut Jantungku
Masih Istriku


__ADS_3

Semenjak hari itu khansa dan zura tinggal satu atap kembali dengan merawat baby masing-masing. Tak ada ketegangan di antara keluarga. Reyhan sudah menjelaskan semuanya. Bahkan khansa nampak terharu saat dia di terima di keluarga itu. Khansa pun jadi paham kenapa zura lebih di pilih oleh Reyhan daripada dirinya. Ya, zura adalah gadis baik yang apa adanya dan konsisten dalam kehidupannya. Meskipun awalnya tak berhijab hingga akhirnya memutuskan berhijab. Sedangkan dirinya yang sudah di bentuk baik oleh Ummi tiba-tiba sirna dalam sekejap karena suatu hal dan itu karena ayah kandungnya.


" Mbakkk ... Sedang melamun apa? Di panggil sedari tadi tidak menyahut," ujar Zura dengan memegang pundak khansa.


" Eh, zura ... Tidak ada. Aku hanya memikirkanmu saja. Bagaimana putra kalian apakah rewel semalam?" tanya khansa. Zura tersenyum dan duduk di sebelahnya.


" Dia tidak rewel mbak. Mbak ... Apakah mbak khansa mau di temani mas Reyhan tidurnya malam ini?" tanya zura tanpa ragu. Dia tahu khansa pun berhak atas suaminya. Namun khansa menggelengkan kepala.


" Jangan Zura ... Biarkan mbak tidur sendiri saja," jawabnya membuat zura tersenyum namun merasa tidak enak.


" Baiklah zura ke kamar ya mbak. Istirahatlah yang cukup!" pinta zura. Khansa mengangguk sambil tersenyum.


" Baik. Terima kasih zura ... " jawabnya.


...----------------...


Tengah malam khansa masih terjaga. Dia melihat putranya sudah pulas di box bayi. Dia membaca buku novel layaknya dulu saat masih muda. Dia suka menghabiskan harinya membaca novel. Namun saat dia sedang fokus membaca dia mendengar knop pintu di buka dan dia mendapati Reyhan berdiri di sana dan mendekati dirinya.


" Ada apa Rey?" tanyanya jika hanya berdua. Jika di hadapan orang dia pasti memanggil mas. Reyhan tersenyum kecut pasalnya khansa masih sama.


" Aku ingin tidur di sini," jawabnya kemudian naik ke ranjang yang sama. Namun khansa menggeser tubuhnya ke samping. Reyhan menatap pergerakan istrinya itu. " Kenapa? Apakah aku membuatmu tidak suka," ujarnya lagi membuat khansa menggeleng.


" Rey ... Aku tahu kamu sangat mencintai Zura. Tidak mungkin bagimu akan menyentuhku. Jika kamu melakukannya pasti sudah dari dulu," jawab khansa namun Reyhan mendekati khansa.


" Jika aku menginginkannya ... Bagaimana?" tanya Reyhan dengan tatapan yang sulit di artikan.


" Maka aku akan menolakmu. Aku sudah berjanji pada edward akan menjaga diriku," jawab khansa. Reyhan mengernyitkan alisnya.

__ADS_1


" Tapi aku suamimu bukan? Sedangkan edward bukan siapa-siapa. Bukankah aku lebih berhak khansa??" tanyanya namun dengan suara nyaring tidak keras.


" Karena aku mencintai dia Rey! Dia juga ayah dari anakku. Cukup aku berbuat salah padamu, jangan membuatku merasa bersalah padanya juga. Apakah aku salah lagi kali ini??" tanya khansa menatap suaminya itu.


" Hahahah ... Khansa ... Khansa ... Kenapa baru sekarang kamu menjadi kembali baik. Kenapa tidak dulu saja mungkin kita tidak akan menjadi orang asing seperti beberapa waktu lalu. Aku bahkan pernah dekat denganmu tapi kita memiliki pembatas yang begitu besar," ujar Reyhan mengingat momen mereka.


" Maafkan kesalahanku dulu Reyhan ... Sungguh saat itu aku kenakan sekali. Maaf ... " lirihnya. Reyhan menangkup dua pipinya.


" Aku percaya bahwa kamu akan lebih baik lagi ke depannya. Kelak aku titipkan edward padamu. Dia sahabatku semenjak kecil. Ku harap kehadiranmu bisa membuatnya menjadi kian baik. Tapi biarkan dia menyelesaikan semuanya dulu sa! Bersabarlah," jawab Reyhan sambil tersenyum.


" Aku mengerti Rey ... " jawabnya singkat. Reyhan mengangguk.


" Tidurlah! Malam ini aku temani. Anggap saja aku suamimu karena aku memang belum melepaskanmu hingga detik ini," ujar Reyhan padanya.


" Oke," jawabnya tidak enak sebenarnya.


" Mau peluk?" tawar khansa. Gadis itu menggelengkan kepala.


" Maafkan aku sa ... Aku bahkan begitu mencintai zura. Gadis itu mampu membuat egoku tertarik untuk memilikinya bahkan aku merebut dia dari seseorang yang baru saja memulai dengannya," jawabnya dengan terkekeh.


" Kau memang menyebalkan sama saat pada kuliah dulu! Cepat lepaskan aku atau aku akan berubah pikiran untuk pergi darimu!" serunya agak mengancam.


" Lakukan saja! Nanti imbasnya akan pada ayah dari anakmu itu," jawabnya Reyhan. Setidaknya Reyhan hanya ingin menghapuskan kesalahan yang di lakukan khansa itu karena dirinya. Dialah yang membuat gadis itu berbuat dosa besar. Suami yang tak memberikan nafkah pada istrinya. Dengan bodohnya dia tak mengetahui itu sungguh miris bukan.


Malam ini mungkin malam terakhirnya bersama khansa. Dia berharap khansa dan edward bahagia setelahnya. Dia merasa lega pada akhirnya khansa bisa menemukan kebahagiaannya dalam edward. Semoga saja ayah khansa tidak berulah kembali. Terakhir dia menganggu atensinya.


Keesokan harinya ...

__ADS_1


" Khansa!!!! Anak bodoh ... Keluar kau! Aku tahi kamu di rumah ini," teriak papanya. Reyhan yang sudah tidak di rumah membuat panik para wanita di rumah itu. Khansa pun keluar dan menitipkan putranya pada khansa.


" Zura ... Aku titip dia. Ayahku sangat berbahaya! Bersembunyilah bawa putraku bersama kalian," pinta Khansa. Namun zura menggeleng.


" Please ... Ini perintahku! Selamatkan mereka demi aku," khansa memohon pada istri Reyhan itu. Mau tidak mau Zura pun mengangguk. Khansa pun tersenyum dan memeluk zura.


" Terima kasih ... " khansa pun segera pergi dari sana. Sesampainya di bawah ...


" Ada apa pa??" khansa kini sudah menatapnya. Sang papa nampak murka dan mendekat serta menampar putrinya itu.


PlaaaĆ kkkk.


Darah segar oun mengalir di sudut bibir khansa. Pipinya memar dan terasa perih serta kebas akibat pukulan sang papa.


" Kau benar-benar tidak berguna sama seperti ibumu itu!!!!! Kau dan ibumu itu sama-sama merugikanku dalam materi! Kalian memang wanita tidak tahu di untung!!!" marahnya.


Laki - laki paruh baya itu menyeret khansa keluar rumah. Zura yang melihat itu menelpon sang suami agar segera pulang. Khansa di buat terluka oleh laki-laki itu.


" Lepaskan aku pa! Aku tidak pernah memintamu memungut aku!!!" kesal khansa.


" Tapi aku menyuruhmu menikah dengan Darius untuk membayarkan hutangku agar hidupmu itu berguna. Lalu apa? Kamu menolakku dan menukarnya dengan pernikahan bersama Reyhan! Tapi kamu membuatku bangkrut setelahnya ... " cecar sang ayah.


" Baguslah!!!! Jika kau sudah bangkrut. Dengam begitu kamu akan sadar bahwa kau sudah menyakiti mamaku dan aku!!!" marah khansa. Dia tak peduli luka di wajahnya bahkan jika dia di bunuh saat ini dia lebih tenang karena putranya bersama orang- orang baik. Papa khansa mengarahkan pistol itu ke arahnya.


" Aku akan mengabulkannya! Pergilah kau bersamamu mamamu yang tidak berguna itu khansa!!!!" teriakan itu menggema di halaman rumah Reyhan. Khansa hanya tersenyum dan memejamkan matanya.


Maafkan aku Ed! Bukan aku tidak menepati janji tapi aku dalam posisi tidak bisa melakukannya saat ini.

__ADS_1


Dooorrrrrr.


Nah, siapa tuh yang di tembakkkkk.


__ADS_2