Denyut Jantungku

Denyut Jantungku
Rahasia Edward


__ADS_3

Flash back on


Malam itu dimana Azura di campakan begitu saja oleh Reyhan. Itu pun menurut versi azura tanpa mau tahu alsan di balik surat perceraian itu.


" Baiklah .... Menikahlah denganku ed! Mungkin aku tak berjodoh dengan mas Reyhan," ucap Azura mendadak lesu setelah menggoda edward tak laku.


" Aku tidak bisa menikahimu Zura. Dokter mengatakan dengan jelas di telingaku bahwa kamu sedang hamil dan anak itu adalah anak Reyhan," jawab Edward sambil terduduk. Awalnya edward memang serius menikah dengan azura namun saat dokter memeriksa keadaannya dan memberikan selamat padanya runtuh sudah harapan edward untuk memiliki azura.


" Lalu??" tanya Azura.


" Dalam islam tidak sah sebuah perceraian saat kondisi istri sedang hamil. Jadi, buang saja surat cerai itu selebihnya biar aku yang mengurus semuanya agar kau terlihat bercerai dan menikah denganku. Seakan - akan anak itu adalah anakku. Itu akan lebih baik untukmu. Aku berjanji padamu zura sebagai hadiah untu ulang tahun anakmu yang ke - 1 tahun aku akan memberikan Reyhan sebagai hadiahmu. Aku mohon bertahanlah denganku beberapa saat," pinta Edward membuay azura menangis. Edward begitu mencintai dirinya namun dia tak berambisi memiliki seperti khansa. Inilah cinta dimana dia tak membutuhkan sebuah alasan untuk bersatu. Azura menitikkan air mata namun edward menggelengkan kepala.


" Jangan menangisi apapun ... Bahagialah di setiap keadaan azura. Aku akan membantu sahabatku Reyhan. Aku lakukan demi sahabatku dan kasihku padamu," ucap edward kemudian keluar dari ruangan itu.


Di ruangan lain ...


" Nak Edward ... !" panggil ibu.


" Ibu ... Silahkan," jawab edward dengan tersenyum dia menyembunyikan kekecewaannya.


" Sedang kecewa ya!" tebak ibu azura yang dapat melihat bagaimana kekhawatiran edward untuk putrinya.


" Ibu bisa saja ... " jawab edward sambil tersenyum.


" Nak ... Ibu bangga padamu hari ini. Lihatlah ibu yang pernah tak percaya padamu dulu. Saat ini dia begitu mengagumi kebaikan hatimu," jawab ibu azura sambil nelangsa hatinya karena sudah membenci edward begitu lama. Ibu azura berfikir kehadiran edward sangat berpengaruh pada hubungan mereka.


" Ibu bicara apa??? Edward tidak pernah berfikir yang sejauh itu. Ibu hanya belum kenal edward saja," jawabnya sambil memeluk ibu azura itu.


" Nak ... Semoga Allah menjodohkanmu dengan orang baik-baik. Semoga kebahagiaan sudah menantimu di depan sana," doa ibu azura untuk seorang edward.


" Terima kasih bu ... Semoga ibu juga selalu sehat agar bisa melihat edward bahagia. Bukankah aku juga putramu bu," goda edward yang kemudian mendapatkan pukulan ringan di lengannya.


" Tentu saja kau putraku. Mana mungkin aku melewatkan putra seperti dirimu ini. Sangat ambisius dan baik tak sesuai dengan kegarangan di wajahnya," jawab ibu azura sambil tertawa kecil.


" Ibu ini ... Mengejekku apa memujiku sebenarnya. Benar-benar turuj ke azura sifat ibu ini," goda Edward sehingga mereka tertawa bersama.


Mulai malam itu hubungan edward dengan ibu azura sangatlah harmonis. Kebaikan edwardlah yang membuat sang ibu baik. Niat edwardlah yang membuat ibu azura berubah pikiran saat itu juga.

__ADS_1


Flash back off.


" Semenjak hari itu aku mendapatkan kepercayaan dari ibu azura dengan baik," ucap Edward mengenang kala itu.


" Kenapa kau tak berambisi lagi menikahi azura padahal saat ini anaknya sudah ada di luar???" tanya Dzul penasaran.


" Siapa aku Dzul? Anak itu masih memiliki ayah kandungnya. Tak baik bagiku menggantikannya. Peemasalahan mereka berbeda daripada yang lainnya. Jadi, aku bukan tak berminat pada azura tapi aku masih berminat," jawabnya menggantung. Dzul melotot pada edward yang tersenyum.


" Kau ini penjilatt!" serunya.


" Aku berminat membahagiakan dia Dzul tapi kebahagiaannya hanya ada pada Reyhan. Untuk itu aku membutuhkan bantuanmu kali ini," jawabnya menatap Dzul.


" Bantuan apa yang kau inginkan dariku Ed??? Kau bahkan memiliki segalanya. Seharusnya tanpa siapapun kau biaa menanganinya," jawab dzul.


" Kita bermain-main dululah Dzul jangan buru-buru menjatuhkannya. Bermainlah cantik untuk mencapai sebuah kesuksesan dan kepuasan," jawab edward menyeringai.


" Kau ini lebih mengerikan daripada ayah khansa," ledek Dzul.


" Tentu saja! Akan ku buat mereka menyesal telah bermain-main denganku terlalu lama," jawab edward dengan tersenyum smirk.


" Baiklah ... Kita akan memulainya setelah azura aman di rumah," ucap Dzul.



" Makanlah! Setelah ini kita kembali ke rumah sakit. Di sini makanan penutupnya lezat," ucap edward.


" Kayak yang udah tahu aja," jawab Dzul.


" Sudah sering ke sini saat mommy-ku sakit. Hanya hidangan penutup ini yang membuatku ingat pada mommy-ku Dzul," jawabnya terdengar sangat sedih. Dzul mulai paham jika edward merindukan sosok seorang ibu.


1 jam berlalu mereka memutuskan untuk kembali ke rumah sakit. Mereka berjalan menyusuri koridor rumah sakit dengan langkah agak cepat karena mereka terlalu lama.


Sesampainya di kamar azura ....


" Malam ini biar aku yang menjaga besok aku ijin untuk pergi bekerja," ucap edward. Dzul rachel mengangguk bersamaan. " Bu istirahatlah! Besok pagi datanglah kemari," pinta edward. Ibu azura pun mengangguk percaya pada edward.


" Baiklah kami permisi ed. Jika butuh sesuatu kabari saja," pamit Dzul.

__ADS_1


" Tentu. Hati-hati di jalan," jawabnya.


Mereka pun peegi dari sana. Azura yang tertidur Edward biarkan dia tertidur pulas. Edward pun merebahkan dirinya yang lelah. Baru 15 menit dia memejamkan matanya. Ada pergerakan di kamar azura ini. Dia pun membuka matanya dan melihay dokter perempuan tadi yang sedang mengecek keadaan azura.


" Bagus suster. Semuanya normal!" serunya mengecek laporan yang suster buat tadi sore yang menggantikan dirinya.


" Bagaimana keadaannya???" tanya edward dari arah belakang. Adelia menoleh ke arah suaranya.


" Kau suaminya???" tanya adelia dengan menatap edward.


" Menurutmu?" tanya edward kini dengan tangan bersindekap di dadam.


" Aku tidak tertarik untuk meneliti," jawab adelia.


" Maka tidak perlu menanyakan hal yang tak ada dalam medisnya," jawab Edward membuat adelia menatap pemuda sialan di hadapannya ini.


" Baiklah ... Permisi!!" pamit adelia tanpa menatap edward. Namun tangan edward mencekal pergelangan tangan dokter itu.


" Suster jagalah dia. Aku ada keperluan dengan dokter ini!" serunya membuat suster mengangguk paham oleh yang diisyaratkan oleh edward.


...----------------...


" Apa maumu??? Lepaskan tanganku??" berontak Adelia.


" Dari mana kau mendapatkan kartu nama Reyhan? Katakan!" seru Edward sedikit mencurigai adelia.


" Apa yang kau lihat????" tanya adelia karena tatapan edward yang tajam itu.


" Katakan!!!" serunya dengan dingin.


" Kenapa penasaran sekali hah??? Bukankah bukan urusanmu. Apa masalahnya denganmu??" ucap adelia dengan kesal.


" Katakan aaja! Jika tidak kau benar-benar telah membuat perhitungan denganku," jawabnya dengan sinis.


" Lepaskan! Aku akan mengatakannya," ucap Adelia sedikit melunak.


" Dia dosenku! Minggirlah ... Jangan menggangguku lagi permisi!!!!"

__ADS_1


......................


Likeeeeeeeee yaaaa makasihh


__ADS_2