Denyut Jantungku

Denyut Jantungku
Masih Cinta


__ADS_3

Edward yang termenung di balkon apartemennya nampak tak bergairah ingin melakukan apapun. Pikirannya terbang entah kemana. Saat ini mata hatinya tertuju pada satu nama Azura. Ya, gadis itu oh bukan perempuan itu kini sedang sakit. Dia begitu khawatir namun tak bisa lebih. Dia masih waras untuk tahu bahwa azura adalah istri sahabatnya Reyhan.


Ayo ed! Jangan seperti ini azura milik Reyhan kau hanya di percaya untuk menjaganya. Kau sudah berusaha sedatar mungkin agar cinta itu kandas dengan sendirinya. Pasti bisa ed. Bukankah kau pernah melakukannya hmm. Lirihnya sambil menatap kaca besar di depannya saat ini.


Di rumah azura ...


" Kau baik-baik saja kak?" tanya rachel pada kakaknya.


" Aku sudah lebih baik. Chel ... Pulanglah bukankah saat ini kamu harus menemui atasan suamimu? Pergilah kakak baik-baik saja," jawab Azura yang sedang lemas.


" Baiklah ... Telpon aku kak jika butuh sesuatu. Saat ini hanya ada aku dan edward. Dzul sedang bertugas 1 tahun lamanya. Sedangkan kak Reyhan saat ini benar-benar di sibukkan oleh mertuanya itu. Ibu kakak juga sedang berkunjung ke rumah induk," ucap Rachel mengingatkan. Azura mengangguk paham.


" Baiklah adikku yang bawel pulanglah! Akan ku kabari jika butuh sesuatu," jawab azura sambil tersenyum. Rachel pun mengangguk dan pergi dari sana.


Saat ini bukan tentang siapa dan bagaimana. Azura merasakan bagaimana ibunya berjuang sendiri kala itu saat di tinggal sang ayah. Ibunya mungkin merasa keadaannya lebih parah karena ayah tak bisa kembali. Sedangkan azura hanya berpisah karena waktu rasanya sudah mati rasa. Setelah pertemuannya dengan Reyhan kala itu bukan dia tak cemburu tapi sebenarnya hatinya begitu sakit sekali. Sesak namun dia tak mampu mengatakan apapun.


" Mas ... Mungkin sebenarnya ini adalah pilihanku tapi saat pertemuan kita terakhir aku merasa bukan siapa-siapa di matamu. Aku ingin memintamu menghentikan semua ini tapi kamu akan kehilangan aset keluarga yang bertahun-tahun sudah keluargamu bangun. Lihatlah aku! Ternyata aku belum bisa berdiri di atas kakiku. Bahkan aku terlalu manja pada orang lain. Aku bahkan butuh ketenaran orang lain untuk sampai pada titik ini. Mungkin orang lain melihat aku hebat sudah mampu mendirikan perusahaan properti seorang diri. Tapi kenyataannya edwardlah yang berada di belakangku. Menyedihkan bukan mas???" ucapnya seorang diri tanpa ada siapapun di sampingnya.


Saat rachel baru sampai rumahnya ...


♤ Bagaimana keadaannya Chel?


♤ Ck. Kau ini seperti suami yang sudah sangat khawatir


♤ Katakan saja!


♤ isshhh .. Iya tuan edward yang terhormat. Kakakku di rumahnya. Dia bilang baik tapi aku tidak yakin.


♤ kau dimana?

__ADS_1


♤ aku harus pergi ke kantor suamiku di cabang. Ada yang aku urus di sana!


♤ Lalu dia bersama siapa chel!


♤ kau ini bagaimana? Aku harus bagaimana tuan edward yang terhormat. Kakakku mengusirku dari rumahnya karena dia tahu aku ada kepentingan.


♤ ck. Kau bisa menelponku


♤ dia tak ingin merepotkanmu


Edward pun tak mempedulikan kata-kata rachel. Dia pun segera beranjak dari sana. Edward segera keluar dari apartemennya.


" Kenapa lagi sih zura? Kau benar - benar senang membuatku panik seperti ini. Kau juga brengsek ed! Dia istri orang tapi masih saja kekhawatiranmu berlebihan," gumamnya sambio mengendarai mobilnya.


Sedangkan Azura di kamar berusaha untuk melakukan sesuatu. Dia ingin memakan sesuatu sebelum minum obat yang tadi di beli di apotik bersama rache



Edward segera berlari ke kamar azura. Dia terbayang wajah pucat pasi wajahnya itu. Sesampainya di kamar ...


" Azura!" serunya saat melihat Azura bersandar sambil memegang kepalanya. Azura yang mendengar seseorang memanggil namanya.


" Edward ... " lirihnya dengan badan yang lemah begini.


Tanpa basa basi edward mendekat dan memeluknya. Dia memeluk azura dengan erat dan mengatakan hal yang membuat azura tercengang. Pemuda tampan itu yang biasanya garang dan cuek itu menangis di pelukan azura.


" Jangan seperti ini azura ku mohon! Jangan membuatku panik di setiap keadaan. Aku tidak bisa membiarkanmu seperti ini. Aku masih sangat mencintaimu. Aku mohon .... Jangan membuatku khawatir. Kau istri Reyhan tapi aku ... Siapa aku yang selalu mengkhawatirkanmu sampai seperti ini. Jika kamu lemah seperti ini aku jamin aku akan benar-benar membuatmu jadi milikku," lirih edward sambil menangis.


Degh.

__ADS_1


Azura merasa dirinya sudah membuat edward dalam keadaan yang bodoh seperti ini. Dia tak ingin edward merendahkan dirinya seperti ini.


" Ed ... Jangan seperti ini aku tidak pantas untukmu," jawab Azura.


" Tidak! Kau selalu mengatakannya begitu padaku. Tapi apa kamu selalu gagal menjaga dirimu sendiri! Cepat katakan ada apa?" tanya edward kali ini mata elangnya menatap mata sayu azura.


Gadis itu tersenyum getir melihat edward yang begitu panik. Tangan azura menggapai laci di sebelah ranjangya. Dia menatap edward nyalang. Dia memberikan berkas itu pada edward.


" Setelah membacanya kau bisa meninggalkanku ed! Untuk apa kamu mempertahankan cintamu padaku. Sedangkan aku saja sudah tak diinginkan.


Edward segera menyapu pandangannya pada azura. Dia menemukan kesedihan mendalam pada sorot mata itu. Namun azura memalingkan wajahnya saat edward ingin mengetahui perasaannya kali ini. Setelah menghirup oksigen sebanyak-banyaknya edward membuka map coklat itu.


Edward seperti orang yang tak bisa membaca dengan baik isi kertas itu. Dia memindai pandangannya ke azura yang tersenyum kecut menahan air mata itu lolos. Edward menggelengkan kepalanya. Tidak mungkin ini di layangkan dirinya tidak tahu. Beberapa bulan ini edward sudah menjaga amanahnya dengan baik. Bahkan ini sudah hampir satu tahun. Bisnis azura pun sudah pada posisi 80% mana mungkin pengorbanannya dengan azura sia-sia. Ini mustahil.


" Sudah? Bukankah kau sangat ingin tahu ed kenapa aku seperti ini! Aku bahkan seperti istri tak berguna saat ini. Jadi, untuk apa kau malah datang mengatakan bahwa kau cinta padaku. Kau pun akan berakhir sama sepertinya," kini azura sudah tak bisa memebendung air matanya. Dia merasa pengorbanannya kali ini salah karena telah membiarkan suaminya menikah dengan orang lain.


" Zura ... Ini ada yang salah aku mohon biarkan aku menanyakan pada Reyhan. Selama ini kami selalu saling mengobrol satu sama lain. Tidak mungkin dia sebodoh ini zura," jawab edward sambil menghapus air mata azura.


" Jangan lakukan apapun ed! Hatiku saat ini sudah tidak baik-baik saja. Biarkan saja semuanya seperti ini. Biarkan semuanya berjalan. Aku akan menanda tanganinya. Aku akan melepaskan semuanya kali ini," air mata azura mengalir deras dan dia berusaha menghapusnya. Azura menggapai bulpoinnya untuk segera membubuhkan tanda tangan.


Semua akan berakhir mas ... Saat aku menandatanganinya. Batin azura.


Namun edward menarik pena itu dan memeluk azura.


" Jangan lakukan ini ... Aku mohon. Jangan sia-siakan pengorbananmu zura," lirih edward. Kali ini azura membalas pelukan edward dia menangis dengan keras di pelukan edward.


Likeeeeeeee donggggg


Kertas itu isinya apa ya???

__ADS_1


__ADS_2