Denyut Jantungku

Denyut Jantungku
Blank


__ADS_3

Khansa jadi di buat porak poranda hatinya.dia melihat edward yang marah dan di buat kacau dengan sikap edward yang memegang tangannya. Kini Reyhan menatap khansa dengan intens.


" Ada hubungan apa kalian?" tanya Reyhan pada istri keduanya itu. Khansa nampak bingung.


" Ed ... Edward dia putra dari pemilik Tempatku menjadi model sayang," jawab khansa akhirnya.


" Lalu?" tanya Reyhan.


" Lalu apa?" tanya khansa balik.


" Jangan pura-pura Bodoh sa," ucap Reyhan kali ini di tatapnya nyalang sang istri.


" Aku hanya sebatas teman dengan edward sayang. Dia putra dari pemilik tempatku foto. Itu saja!" jawab khansa.


Di saat mereka berdebat. Azura sudah tidak ingin melihat pemandangan yang membuat matanya sakit. Setidaknya saat ini edward tahu bahwa dia sudah bersuami. Dia harus segera kembali tanpa harus berlama-lama melihat kedua sejoli itu.


" Mas ... Khansa! Aku harus segera pergi. Kalian selesaikanlah permasalahan kalian. Permisi!" pamit Azura setelah mendapati anggukan dari suaminya. Tapi khansa gadis itu tak biaa kemana pun saat ini.


" Jawab Sa! Jangan diam saja," teriak Reyhan. Mungkin Reyhan memang tak pernah memberikan apa yang khansa inginkan tapi bukan berarti dia berhubungan seenaknya dengan lelaki manapun. Jika hal itu benar untuk apa dia menikahi khansa.


" Iya sayang! Aku tak ada hubungan apapun," jawabnya kemudian. Reyhan kemudian menggertak istrinya dengan sebuah ultimatum.


" Baiklah mari kita sempurnakan pernikahan kita khansa! Saat ini juga. Jika ku temui saja kau tak menjaga milikku dengan baik selesailah hubungan kita setelah ini. Paham!" Reyjan menarik tangan istrinya. Namun khansa malah tergugu. Dia tak mau melakukannya saat ini. Reyhan pasti akan meninggalkannya saat ini juga.

__ADS_1


Sepanjang jalan Reyhan menarik khansa menuju kamar mereka. Khansa sudah tak mau mengikutinya namun Reyhan terus memaksanya. Edward adalah sahabatnya tapi jika dia menyentuh khansa tanpa ada ikatan apapum itu sama saja merusak citranya sebagai seorang suami.


" Masuk!" teriak Reyhan. Khansa kali ini hanya mampu menangis. Sedangkan Reyhan sudah sangat marah karena baru mengetahui bahwa dirinya merasa di bodohi oleh sahabat dan istrinya sendiri.


Saat reyhan menarik khansa ke kamarnya edward melihat gadis itu menangis tak mau ikut. Ada sebersit rasa kasihan pada khansa. Karena dia merasa khansa tak sepenuhnya salah. Edward pun mencoba datang ke sana untuk menghentikan Reyhan. Dia khawatir sahabatnya itu kalap dan marah besar.


" Cepatlah buka pakaianmu khansa!!! Bukankah selama ini kamu selalu memaksaku????" marah Reyhan kala ini. Khansa menggeleng.


" Tidak sayang .... Jangan dalam keadaan marah. Kau pasti akan menyakitiku. Istrimu azura pasti bahagia saat melihatku tersiksa seperti ini," protes khansa.


Ketika berdebatan sengit antara dua pasangan itu edward tiba-tiba saja masuk dan mengatakan hal yang membuat Reyhan mengernyitkan alis.


" Reyhan lepaskan dia! Jangan paksa istrimu jika dia sedang seperti itu. Bisa-bisa kamu KDRT," ucapnya membuat mereka berdua yang di dalam kamar melongo.


" Ed? Ada apa kenapa kamu kemari?" tanya Reyhan mendekati sahabatnya itu sambil menepuk bahunya.


" Entahlah ... Saat melihat istrimu itu merengek aku jadi kesal. Dia seperti menghantuiku!" serunya dengan rasa tak tentu. Yang jelas dirinya saat ini nge-blank. Reyhan dapat melihat kemelut hati Edward saat ini. Reyhan menatap khansa.


" Pergilah dari sini!" usir Reyhan. Khansa pum segera bergegas pergi dari kamar itu. Membiarkan sahabat itu entah menuntaskan apalah. Yang jelas dirinya saat ini merasa terbenas dari suaminya.


Di sisi lain ...


" Pantai ini sangat indah bukan?" tanya azura pada Dzul. Sedangkan Rachel pergi sebentar untuk membeli sesuatu.

__ADS_1


" Zura ... Bukan pantainya yang indah. Tapi karena pandangan kitalah pantai ini sangat indah. Jika mata kita tak melihat mana mungkin kita bisa mengatakannya indah," jawab Dzul panjang lebar.


" Sebenarnya aku harus seperti apa Kak? Rumit sekali kisah rumah tangga zura," jawabnya sendu. Tapi Dzul terkekeh.


" Fokus saja dulu pada karirmu dan kembangkan bisnis propertimu itu. Biarkan suami tampanmu itu bersenang-senang dengan khansa. Sekali saja ijinkan dia bahagia. Hahahah," tawa Dzul pecah.


" Ck. Kau ini! Membuatku tambah kesal saja," jawab Azura dengan mencebik.


" Hey ... Nyonya Reyhan! Bukankah sebelum Reyhan menikahi dirimu khansa-lah kekasihnya. Ayolah berbagi dengannya sebentar saja," seru Dzul membuat dia sadar bahwa dia seperti merebut Reyhan dari khansa.


"Wehhh ... Gak lah kak! Mana ada kamu jahat. Kalau kamu gak nikah sama kakakku mana bisa aku menikahi abdi negara satu ini!!!" seru Rachel dari belakang. Membuat azura tersenyum dan Dzul menggelengkan kepalanya.


" Bisa ya jawab gitu ya!?" seru Dzul. Rachel hanya cengar-cengir doang.


Berbahagialah kalian! Mungkin benar Dzul aku harus memberi kesempatan pada khansa dan mas Reyhan saling menyayangi kembali. Setidaknya untuk beberapa saat. Tapi aku khawatir jadi janda dong. Hehehe. Boleh dong ya aku mikir gitu. Objektif lah


Likeeeee dong yang banyak


Voteeeee


Komeninnnnn


Pantenginnnn tapi jemarinya jangan lupa tekan tombol² dukungan. Makasih loh ya orang baik heheheh.

__ADS_1


__ADS_2