
Edward yang sudah nampak pada posisi bingung saat ini. Khansa sudah membuka jalan untuk edward bisa berguna di sisi sahabatnya. Namun menikah dengan khansa adalah kemuakan baginya. Tidak mungkij dia menikah dengan gadis yang sudah membunuh janinnya tanpa ada rasa iba.
" Jangan harap aku menikahimu khansa!!! Dendamku saja beluk kamu balas lunas ...," geraham Edward seakan gemeretak kuat. Namun langkah kaki seseorang membuat Edward menoleh ke arah datangnya suara. Matanya melebar saat melihat Zura menghampirinya.
" Menikahlah ed dengan gadis yang kamu cintai! Aku sudah baik-baik saja!" serunya pada edward.
" Apa yang kamu katakan! Aku sedang tidak ingin menikah zura. Fokuslah pada dirimu dan kesembuhan pasca melahirkan. Aku hanya sedang memikirkan sesuatu," jawab edward. " Oh iya angel sudah aku instruksikan membantu adikmu mengurus perusahaan. Penanam saham sudah mulai memberi kepercayaan 100 persen pada perusahaanmu. Kampus Reyhan pun sudah pada masa transisi semuanya akan baik-baik saja zura. Pada akhirnya yang baik akan tetaplah menjadi pemenang," jawab edward panjang lebar. Zura menggeleng.
" Jangan memikirkanku lagi. Menikahlah dan berbahagialah. Kami sudah sangat merepotkanmi beberapa tahun belakangan ini," jawab Zura merasa tidak enak. Namun edward menatap istri Reyhan.
" Tidak menikah bukan berarti tidak bahagia zura! Aku butuh waktu untuk benar-benar bisa bahagia. Tapi aku harus memastikan gadis yang aku cintai dan sahabat yang paling aku banggakan bahagia terlebih dahulu," jawabnya nyengir.
" ed!!!" seru Zura.
" Hahaaha ... Aku suka melihat kalian bahagia!" seru Edward. " Pergilah istirahat! Mungkin bebetapa hari ini reyhan akan sibuk. Aku akan membantumu mengurus bayimu," ujar edward pada istri pura-puranya itu.
Zura berjalan menjauhi Edward menuju kamarnya. Entah, sebesar apapum dia membalas kebaikan edward semuanya tidak akan pernah cukup. Pemuda iti tanpa pamrih membantunya. Hanya saja nasib sedang mempermainkan dirinya.
Seperti kamu! Ya, aku membutuhkan perempuan seperti kamu zura. Tapi bukan berarti aku ingin memilikimu. Tapi jika diizinkan aku ingin meminta satu stok lagi perempuan seperti dirimu. Pengorbananmu dan kisahmu begitu membuatku tertarik. Batinnya menatap punggung zura sampai menghilang di balik pintu.
Di kediaman Reyhan ...
" Puas kamu mas membuatmu saham itu kembali! Agar dengan mudahnya kamu menceraikanku!" kesal Khansa pada suaminya.
" Aku bukan sepertimu khansa! Memanfaatkan keadaan untuk mendapatkan sesuatu. Aku tidak akan memaksamu untuk bercerai dariku tapi perlu kamu tahu setelah semua ini aku akan membawa kembali istriku dengan atau tanpa persetujuanmu," jawabnya dengan memasang wajah dingin dan kembali membaca buku di tangannya.
__ADS_1
" Keterlaluan," cebik khansa kesal. Reyhan hanya menggelengkan kepalanya.
Di balkon rumah edward ...
" Hai ... Nona dokter apakah sudah bisa mau berbicara denganku???" goda edward dengan tersenyum dan melawan dinginnya malam lewat teras balkon.
" Kenapa??? Apa yang mau kamu bicarakan denganku. Bukankah semuanya sudah selesai. Kita bahkan ikut berakhir setelah kisah mereka bersatu kembali. Bukanlah begitu??" tanyanya balik.
" Kau ini terlalu perhitungan dengan hidupmu sendiei. Ck. Menyebalkan sekali," jawabnya dengan nada berdecah sebal.
" Karena semuanya harus di perhitungkan tuan. Aku bahkan paham jika di gurat wajahmu itu tertulis nama ibu zura. Bukankah begitu??" tanya adelia yang mulai paham kenapa edward berkorban sebegitu jauhnYa. Jika teman itu tidak mungkin sebab pengorbananya di luar ekspektasi.
" Sudah alih profesi rupanya! Paranormal dadakan," jawabnya getir.
" Anggap aaja seperti itu," jawabnya hambar sambil menerawang jauh. Namun tangisan baby zura membuat edward memutuskan sambungan selulernya.
Edward tergesa-gesa menuju box bayi di kamar sebelahnya. Dia tak ingin azura bangun. Ibu satu anak itu baru saja terlelap dengan nyamannya.
" Sssttt ... Hai anak pintar! Ada om edward di sini. Jangan menangis! Kalian akan aman berada sini,"ujarnya sambil menina bobokkan si kecil. Dia bawa ke balkon untuk menikmati hawa dingin malam yang menyegarkan.
Dia benar-benar sangat mencintai istri pak dosen. Semoga kamu bahagia ed! Jangan terlalu lama membodohi perasaanmu. Dia pun membutuhkan kebahagiaannya sendiri. Batin Adelia yang menggelengkan kepala karena ponselnya tak bergeming lagi.
Malam ini entah Adelia maupun edward sibuk dengan pemikirannya masing-masing. Adelia sebenarnya memang tak ingin membatin edward tapi dia terlalu gemas sekali.
...----------------...
__ADS_1
Keesokan harinya ...
" Mas! Maafkan aku ... " ucap Khansa dengan memegang tangan Reyhan.
" Permintaan Maaf yang seperti apa yang kamu inginkan? Sudah lama bukan kita hidup bersama? Tidak bosankah kamu merongrong kebahagiaanku selama ini? Aku memang pernah mencintaimu khansa tapi bukan berarti semudah itu aku kembali kepadamu tapi kamu selalu memaksakannya," kesal Reyhan kali ini.
" Mas ... Aku cemburu melihatmu bersama zura. Tidak ingatkah bagaimana kamu begitu memanjakanku dan tiba-tiba saja meninggalkanku begitu saja dengan alasan orang tua! Apakah itu adil untukku mas??? Tidakkah kamu memikirkanku? Bagaimana aku melewatinya! Jelaskan mas poin mana yang harus aku pahami lagi," teriak khansa kali ini. Wanita cantik itu kini menangis dan terduduk di lantai dengan lemas. Dia sesenggukan merasa bersalah dan merasa hidup tidak adil baginya.
" Lalu aku harus seperti apa khansa?" tanyanya dengan ikut duduk di hadapannya. " Apakah aku harus menjadikanmu istri yang sesungguhnya sehingga hal itu memudahkanmu untuk melupakan kenangan tidak baik bagi kita?" tanya Reyhan dengan sangat dingin sekali.
" Apakah masih terlihat di kasat matamu mas jika aku mengharapkan hal itu setelah semua yang aku harapkan sudah tidak sempurna lagi? Siapa yang menurutmu aku salahkan? Katakan!" marah khansa saat ini.
" Kamu membingungkan saat ini. Datanglah padaku jika kamu sudah menemukan jawabannya," ujar Reyhan kemudian berdiri seperti posisi sebelum berjongkok.
" Ceraikan aku sekarang juga!" serunya dengan lantang dan menghapus air mata. " Aku akan pergi sekarang! Cepatlah talak aku. Rupanya menahanmu 2 tahun terakhir malah membuatku jadi penjahat," ucapnya kemudian berlalu. Khansa pergi tanpa menatap Reyhan yang mematung tak percaya. Dia mengatakan hal yang ingin dia dengar selama ini.
...----------------...
" Aku bahkan memang tidak pantas untuk siapapun saat ini. Ayahku hanya memanfaatkanku edward pun sudah enggan padaku Reyhan apalagi. Aku hanya memiliki dia, cukup dia yang akan membahagiakanku," lirihnya sambil memasukkan baju-baju dan semua miliknya ke dalam koper. Khansa tak membawa apapun kecuali miliknya. Reyhan berjalan ke dalam kamar dengan perasaan gamang tak percaya. Dia tatap punggung khansa. Gadis itu nampak menggunakan baju tertutup saat ini hanya saja dia belum mengenakan hijabnya.
" Sa ... Mau kemana? Aku belum menalakmu," ujarnya dengan nada gamang. Khawatir khansa berubah pikiran. Khansa menoleh sambil menghapus air matanya.
" telpon saja jika surat cerainya sudah jadi. Akan aku temui kamu mas. Terima kasih sudah menolakku dengan waktu yang lama dan terima kasih sudah bersamaku sejauh ini," jawabnya kemudian pergi begitu saja.
Reyhan tak dapat berkata apapum. Ada yang beda dengan gadis itu. Namun dia tak bisa berkata lidahnya keluh seperti tak bisa di gerakkan.
__ADS_1
Likeeeee