
Malam ini semua tamu edward hadir cottage-nya tak terkecuali azura dan adiknya beserta laki-laki yang mendampingi mereka yang edward sendiri tidak tahu menahu tentangnya.
Edward tak sempat menyapa karena saat ini tujuam utamanya adalah Reyhan dan khansa. Tamu khusus di Cottage ini.
" Hai ... Sob ! Selamat malam. Bagaimana perjalanan kalian?" tanya edward basa basi pada mereka berdua.
" Lancar ed. Apakah sudah lama menunggu kami?" tanya Reyhan dengan menatap sahabatnya. Sedangkan edward menatap khansa yang menggandeng lengan Reyhan dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Sedari pagi Rey. Kebetulan aku ada kegiatan di sini 3 hari ke depan," jawabnya dengan senyam senyum membuat khansa melongo.
" Kamu mengintili kami sampai ke sini!" seru khansa nampak tidak suka. Tapi tatapan Reyhan membuat khansa gelagapan.
" Apa maksudmu mengintili? dia sahabatku dan ini adalah cottage miliknya jadi bebas dia mau melakukan apapun. Jangan membuatku malu," ucap Reyhan nampak geram.
" Tapi ... Sayang kita bulan madu loh bukan buat Rame-rame," rengek khansa.
" Diamlah atau tidak sama sekali," jawab Reyhan dengan ketusnya.
__ADS_1
" Baiklah ... Pengantin baru daripada kalian berdebat mari aku tunjukkan kamarnya! Ini spesial loh owner langsung yang antar," ujar Edward se-sumringah mungkin pada mereka.
Khansa sudah nampak tak tenang karena ada edward di sana. Bahkan yang urusan kemarin saja belum selesai ini malah dia membuat rusuh di sini menurut khansa.
" Sayang ... " rengeknya lagi membuat Reyhan kesal.
" Apa kita pulang lagi saja???" tanya Reyhan dengan tegas. Khansa langsung mengkerut.
" Tidak ... " jawabnya lirih dan segera mengikuti langkah Reyhan. Sedangkan Reyhan yang mendengar hanya menggelengkan kepala.
Di kamar lain ...
" Sudah baru saja dia berjalan ke arah kamar yang di sewa," jawab Dzul dengan melepaskan kaos dan sepatunya.
" Eh ... Mau ngapain kamu?" tanya Rachel terlihat panik dan merah padam. Dzul yang sudah capek karena pulang kerja langsung pergi ke sini tempat yang mereka rencanakan. Alhasil menarik tubuh istrinya yang kemudian jatuh ke pelukannya.
" Dari tadi manggilnya kamu terus. Aku suami kamu chel. Panggil aku dengan sebutan yang benar," protes Dzul dengan menatap rachel yang terlihat canggung.
__ADS_1
" Ma ... Mas mau ngapain buka baju di depan Rachel??" tanya rachel dengan sedikit terbata. Dzul jadi mengernyitkan alis.
" Lah ... Memang kenapa? Kita kan suami istri ? Sah - sah saja dong chel aku telanjang di depanmu. Jangan aneh-aneh," jawabnya dengan mengecup singkat bibir rachel dan kemudian melepasnya.
Dia menciumku. Benar-benar ya! Gak pake pamit dulu suka gitu sosor aja. Misuaku ini lama-lama menyeramkan. Takut buka segel juga. Di kira double honeymoon ntar. Batinnya sambil diam.
Dzul yang menyadari keterdiaman istrinya itu. Akhirnya tangan usilnya itu menyentil dahi istrinya. Rachel jadi mengaduh sedang Dzul terkekeh di buatnya.
" Auuhhh ... Sakit dong mas! Kira-kira dong kalau menyentil," protes Rachel.
" Jangan memikirkan hal-hal mesum di sini! Bisa-bisa kejadian," seringai Dzul sambil masuk ke dalam kamar mandi.
" Wehhh .... Itu maunya kamu mas," jawabnya sambil duduk.
" Memangnya kamu gak mau??? Gak lihat tuh kamar dekornya udah kayak kamar apa? Perhatikan baik-baik," jawab Dzul dari kamar mandi. Rachel kemudian menatap sekeliling kamarnya.
" Loh ... Kok ini kayak kamar pengantin gini! Wah, gak beres ini. Kamar siapa yang kami tempati," gumamnya.
__ADS_1
.
Jangan lupa likeeee dong ya!!!!!! Makasihhhh banyak.