
" Ed!" seru Reyhan.
Edward menatap sahabatnya nyalang. Dia mengernyitkan alisnya. Dan tiba-tiba masuk saja nyelonong. Reyhan mengikutinya dari belakang.
" Mana bini loh itu! Sialan dia bener-bener bikin tidur gue gak tenang. Telpon terusssss kayak nelpon mantan. Loe balik jam berapa ke kamar Rey?" tanyanya dengan menatap Reyhan yang terlihat seger amat.
" Agak malaman sih Ed. Kamu pagi-pagi gini dateng bakal ngomel doang??? Pergi dari sini deh aku mau keluar bentar lagi," usir Reyhan yang membuat edward melongo.
" Gila ... Tumbenan gue di usir sama loe. Udah MP loe? Katanya gedek," tebak edward pada sahabatnya itu.
" Biadab Kamu ini pagi-pagi cuma nanya itu doang! Udah sana minggat gak MP-MP an kayak yang kata kamu. Semua Normal," jawabnya dengan santai. Edward mencibir sahabatnya itu.
" Noh ... Loe lihat! mana ada yang percaya loe gak MP pak dosen ranjang loe tuh udah kayak Tsunami susulan. Anjiirrrr! By ...." cibirnya dengan kata-kata yang unfaedah.
" Edaward! Lemes ya mulut kamu," teriak Reyhan yang mendengar edward keluar dengan tertawa sesuka hatinya.
Sudah 20 menit dari kepergian edward tapi istrinya tak kunjung keluar dari kamar mandi. Dia pun nerinisiatif mengetuknya. Dia tadi berpamitan untuk membersihkan diri dulu.
" Sayang! Gak bobok di dalem kan?" tanyanya dengan lembut. Namun tak ada sahutan suara sampai pintu terbuka di saat telinga masih menempel sempurna di pintu.
__ADS_1
" Apa sih mas baru selesai juga," jawabnya sambil tersenyum. Reyhan pun mengecup singkat pipinya dan masuk ke kamar mandi. Dia udah gerah semua.
Di taman Cottage ...
" Hei! Edward ... " teriak seorang perempuan yang dia kenal. Edward seperti memiliki rem dadakan. Dia segera berhenti dan menoleh.
Ya tuhan si kincir angin.
" Mana suami gue ed!!" serunya dengan kesal. Edward jadi melotot dan menarik gadis itu dengan agak kasar.
" Apa loe bilang suami loe dimana? Sekate-kate loe ya anak oneng. Jangan bercanda deh! Baru aja suami loe ada di kamar mau mandi. Dasar istri suka ngalayap. Udah MP kan kalian???" tanyanya penasaran sekali karena Ranjang udah kayak kapal pecah hasil percintaan panas.
" Gila MP sama siapa gue??? Bener-bener minta di hajar loe ya ed!" geram si Khansa dengan kesal sekali.
Di kamar adik ipar ....
Rachel tak bisa menaikkan resleting belakang baju sweaternya. Dengan sigap Dzul membantu istrinya itu. Rachel terlihat bersemu merah.
" Kenapa tak meminta tolong padaku. Aku suamimu tak akan jadi masalah jika sekedar memasangkan ini," ucap Dzul pada Rachel.
__ADS_1
" Takut di kira godain mas nanti. Kan rachel kayak serba salah gitu mas," cebiknya. Dzul yang tanpa banyak kata dan menyelesaikan memasangkan resletingnya dengan sempurna dia mengecup tengkung istrinya. Rachel di buat meremang oleh dzul.
" Lebih dari ciuman ini pun boleh. Kenapa harus takut?" jawabnya kemudian pergi memasang sepatu. Rachel tak menjawab pertanyaan suaminya. Dia memilih memasang sepatu juga.
" Kita ke kamar mereka sekarang!" ajak Dzul dengan sangat aneh. Sikap dinginnya itu kadang mencair kadang gini. Ambekan daj bengek pula. Ngeselin.
" Mas ... Masih pagi," rengeknya.
" Memangnya kalau masih pagi kamu ngapain???" tanya Dzul menoleh ke arah istrinya.
" Gak ngapa-ngapain. Ya udah ayoo! Wajahnya jangan serem gitu dong. Ini istri loh bukan perempuam simpanan," ketusnya pada sang suami.
" Kalau begitu layanilah nanti malam suamimu ini supaya tak seperti simpanan," jawabnya sambil berlalu.
Dia ngambek karena tak tinggal bobok semalam??? Emang ada rencana mau adegan dewasa toh? Kok ya akunya baru ngeh sih.
Buat saku bobok ya sayang. Happy reading guyssss. Semoga suka dengan kisahnya ya jangan lupa likee
Likeeee
__ADS_1
Likeeeee
Sebanyak -banyaknya buat karya author. Okehhhh setuju gak sih. Heheheh thank you very much yes!