
Satu minggu sudah terlewati. Kali ini Adelia terjadwal mengunjungi pasien atas nama Azura di kediamannya. Edward memang tak menjadwalkan azura ke rumah sakit tapi dia di jadikan tawanan rumah oleh edward agar fokus pada kesehatannya..
Nampak dari kejauhan adelia membawa seseorang bersamanya. Edward sudah menunggu gadis itu sedari tadi.
" Siapa dia???" tanya Edward.
" Perawatku," jawab adelia singkat. Edward nampak tak percaya namun dia menganggu karena dia mempercayai adelia.
Tanpa basa basi edward pun mengajak mereka ke kamar azura. Edward hari ini sengaja tak datang ke kantor karena harus mendampingi azura sekaligus berbincang dengan adelia. Kenapa Reyhan tak kunjung datang menemui istrinya itu.
Ketika membuka kamar ...
Adelia dan laki-laki melihat Azura sedang tak menggunakan hijab sedang menatap ke arah luar. Sontak saja pemuda itu menghentikan langkah edward.
" Diamlah di sana ed! Istriku sedang tK berhijab," seru pemuda di balik masker itu. Edward melongo saat tahu jika pemuda itu adalah Reyhan.
" Kau!!! Benar-benar ya ... Sialan," seru edward. Namun dokter adelia menarik Edward menariknya pergi dari sana membiarkan suami istri itu bertemu.
Saat adelia menggenggam tangan edward pemuda itu jadi mengernyitkan alisnya. Dia terus mengikuti langkah sang dokter tanpa berkomentar apapun.
Sesampainya di belakang rumah edward ...
" Sudah puas pegang-pegang tanganku! Memangnya senafsu itu ya," seru edward membuatnya melongo.
" What???? Nafsu? Padamu? Yang benar saja tuan. It'S no Way ... " jawab Adelia dengan garis besar.
" Lupakan!" seru edward.
Di kamar Azura ...
" Bagaimana kabarmu hari ini?" tanya Reyhan pada perempuan yang asik dengan pemandangannya. Azuta menoleh dengan kaget karena mendapati laki-laki di kamarnya yang menggunakan masker sedangkan dirinya tak berhijab.
" Siapa kamu??? Kenapa tidak sopan masuk kamar saya tanpa memberi tahu," ucap Azura dengan nada gelagapan. Pemuda itu duduk dengan tenangnya.
__ADS_1
" Kenapa rambutnya jadi di potong lagi? Apakah marah pada suamimu yang telah membuangmu itu," ucapnya dengan nada meledek.
" Jangan mengatakan sesuatu yang kamu tidak tahu. Pergi dari kamar saya! Ed ... Kau dimana? Kenapa ada orang lain malah diam saja," teriak azura dengan lantang.
" Oh ... Jadi edward sekarang pelindungmu!" serunya dengan masih bertahan dengan masker. Azura yang geram segera beranjak dan mengambil jilbab simple-nya dan akan keluar. Namun dengan satu tarikan saja dia terjatuh di ranjang. Namun azura memberontak.
" Heh!!! Apa yang kau lakukan ... Lepaskan!" terial azura.
" Katakan! bagaimana suami pengecutmu itu???" tanyanya dengan nada sinis. Namun azura sudah berair.
" Jangan mengatakan macam-macam. Lepaskan!!! Kau sudah sangat kurang ajar sekali. Eddd!!!!" teriak azura.
" Katakan dulu tentang suamimu atau lebih tepatnya mantan suamimu itu," ucapnya kembali.
" Lelucon apa yang kau katakan hah??? Perceraian siapa yang kau maksud. Kami tidak pernah bercerai sebelumnya," sinis Azura.
" Lalu kenapa ada edward di sini??? Bukankah jika jauh dari suami seharusnya tidak memasukkan orang lain," suaranya mengejek sekali.
" Apa urusanmu???? Tahu apa kamu tentang edward. Minggirlah jangan seperti orang kenal," kesal azura sambil mendorong badan berat orang yang sudah menindihnya ini.
" Maafkan aku sayang .... Maaf ... Jangan memarahiku. Ku mohon," Tangis Reyhan di atas tubuh istrinya.
" Mas ... Sakit," lirihnya.
" Iya aku tahu itu zura," jawab Reyhan tak kalah lirih.
" Mas jangan bercanda dong!!! Aku ini habis melahirkan loh! Ini kalau kamu di atas aku terus sakit semuanya," seru azura yang membuat Reyhan tersadar dan segera meloncat.
" Ya Allah ... Sorry sayang," ucapnya sambil berdiri. Azura hanya menggelengkan kepalanya.
" Datang-datang udah main nyelonong masuk tanpa identitas kamu ya mas. Bener-bener suami gimana kamu ini," omel Azura.
" Sorry please .... Mana putra kita???" tanya Reyhan. Azura menunjuk box bayi di sebelah ranjangnya. Reyhan pun mendekat. Dia tak bisa percaya bahwa dia saat ini sudah menjadi seorang ayah.
" Mas bagaimana kabarmu?" tanya azura dengan menatap suaminya. Reyhan menatap sendu istrinya.
__ADS_1
" Aku merindukanmu sayang. Tapi aku sudah pasrah jika kita memang sudah bercerai. Aku mendengar pernikahanmu dengan edward dan kelahiran bayi kalian. Aku awalnya sudah tak ingin berharap banyak tapi lagi-lagi adelia mengusik kenyamanan hatiku. Dia datang dengan berkabar bahwa edward menitipkan salam. Saat iti aku kian menyesal telah melayangkan surat itu untuk melindungimu sayang. Tapi nyatanya aku kehilangan moment kehamilanmu itu," Jawab Reyhan dengan menghela nafas dengan berat.
" Mas ... Aku awalnya pun sudah menanda tanganinya. Tapi lagi-lagi temanmu edward membuat kesal dengan mengatakan tidak mau menikah denganku. Janda hamil sepertiku siapa yang mau. Namun edward sengaja menyebarkan issue demikian untuk melindungimu putramu. Dia bahkan begitu menyayangimu. Menjijikkan. Hahahah," tawa azura di sela tangisnya. Reyhan kini malah memeluknya dengan erat.
" Terima kasih sayang ... Sudah setia padaku dan sudah mencintaiku sepenuh hati," ucap edward.
" Sama-sama. Mas tadi dokter adelia kemana? Sekarang jadwal check up ku loh," Azura mulai mecari-cari keberadaannya.
" Wait!!!" reyhan keluar untuk mencarinya.
Langkah kaki Reyhan melebar kala istrinya itu mengingatkan bahwa hari ini jadwalnya untuk di periksa. Reyhan pun berkeliling rumah. Nakun saat aampai di belakang rumah reyhan menatap pemandangan yang sejuk di mata.
" Katakan! Kau sedang bermain-main denganku ya dokter???" tanya edward terlihat mengerutkan alisnya.
" Siapa aku yang ingin bermain - main denganmu tuan edward??? Kau selalu saja memaksakan kehendakmu sendiri," cibir adelia.
" Kau bercanda??? Siapa yang memaksamu hah? Aku bahkan menjadi pelampiasan tanganmu lihatlah peganganmu terlalu kuat membuat kulitku lebam," protes edward.
" Kau ini ... Berlebihan. Ck. ," jawab Adelia dengan cemberut.
Suara Reyhan dari belakang membuyarkan perdebatan di antara mereka berdua.
" Heh ... Kalian mau mengobati istriku atau pacaran??? Yang benar saja dong ..." ucap Reyhan pura-puraa bodoh.
" Rey ! Sudah selesai bersama Azura!?" tanya edward membuat Rey mengangguk.
" Kapan kamu akan memeriksa istriku??" tanya Reyhan sambil menatap dokter di hadapannya ini.
" Ini pak sekarang. Minggirlah!" dorongan Adelia yang kuat pada Edward membuat mereka saling temu pandang. Sedangkan edward hanya senyum-senyum manja tidak jelas," jawab adeliaa dengan berjalan masuk ke dalam rumah.
" Nikahi saja dia jika kontrakmu denganku selesai!!!" seru Reyhan terkekeh.
" Kau ini benar-benar sialan! Sudah minta bantuan titip istri tapi bertahun-tahun menyebalkan. Membuat image-ku di masyarakat turun saja," sebal edward pada Reyhan yang sedari tadi ketawa ringan.
" Thank's kamu adalah penopang terbaik di pernikahan kami. Tapi kamu sendiri kapan nikah??? Hmmmm ... "
__ADS_1
Sorry syang baru up ada mpls. Sorry ya!!!! Likeeeee donggggg ......