
" Berhentilah memberontak please!" edward memohon oada dokter cantik itu.
" Ada apalagi? Kau ini benar-benar tidak tahu malu ya! Istri melahirkan malah mengobrol dengan perempuan lain," cibir adelia.
" Diamlah! Atau aku akan menghabisimu!" seru edward. Akhirnya adelia mau diam.
" Dia bukan istriku tapi istri dosenmu!" seru edward membuat mata Adelia membelalak.
" Kenapa bisa seperti itu??? Dosen kami memiliki istri tapi bukan nyonya tadi. Aku ingat betul bagaimana sinisnya istri pak Reyhan," protes gadis itu dengan serius.
" Dia istri kedua Reyhan. Dan yang kau bantu persalinannya adalah istri pertamanya. Bayi itu adalah putra dosenmu tapi dia tidak tahu jika istrinya hamil. Aku butuh waktu denganmu beberapa saat. Ini sangat rahasia," ucap Edward tolah toleh. Khawatir ada yang mengikutinya.
" Ikutlah ke ruangan saya!" ajak Adelia.
Edward mengikuti langkah dokter muda itu. Dia tak ingin melewatkan kesempatan untuk membantu Azura melalui dokter ini. Hanya dia yang bisa membuka akses ke sana. Edward kemudian masuk ke ruangan dokter adelia dengam mengendap-endap seperti maling.
" Katakan! Karena aku harus segera pulang," ucap adelia tanpa basa basi lagi. Edward mengangguk.
" Sampaikan salamku kepadanya! Ini kartu namaku, semuanya sudah aku lakukan. Katakan saja seperti itu padanya," jawab edward kemudian berdiri dari kursi itu. Namun saat dia membalikkan badan. " Ke depannya ... Aku pasti akan membutuhkanku tolong save nomorku dan hubungi aku. Terima kasih," uvapnya kemudian berlalu dari sana.
" Sama-sama ," jawab adelia.
Di tempat lain ...
" Reyhan ! Dengarkan aku baik-baik ... Jika kamu ingin bisa mengakses adikmu maka berikanlah aku cucu. Kami butuh generasi penerus," ucap papa Khansa. Reyhan nampak tersenyum mengejek.
" Untuk apa anda butuh keturunan saya??? Bukankah anda tak menyukai saya? Aneh," jawab Reyhan dengan tersenyum mengejek.
" Jika bukan karena putriku aku sudah membuang keluargamu sedari dulu!!!" bentaknya dengan sangat kasar.
" Buang saja! Beres bukan???" tanyanya dengan sangat antusias. Namun papa khansa tertawa dengan kerasnya.
" Siapa yang akan menampungmu??? Istrimu saja sudah punya anak dari pria lain. Tidakkah kamu merasa di buang hah???!!! Hahahahah," teriak papi khansa membuat denyut jantungnya berdetak nyeri seketika. Reyha mencoba menetralisir perasaannya yang sudah merasa lunglai saat ini.
Salah. Itu pasti salahku yang membuat Azura menikah dengan edward dan memiliki anak bersamanya. Batinnya meratapi. Namun dia berupaya tegar di hadapan papa khansa.
" Jangan mengurusi orang lain jika kehidupan putrimu sajaa masih tidak baik," jawabnya kemudian pergi dari sana.
" Jangan sombong anak muda! Kau pasti akan membutuhkan putriku," jawabnya sombong.
__ADS_1
" Terserah kau saja! Aku tak ingin pusing memikirkannya," jawabnya dengan dingin dan keluar dari ruangan kerja papa khansa.
" Menantu bedebah!" umpat papa khansa yang murka. Namun Reyhan sama sekali tak peduli.
Dia saat ini merasa lelah dan ingin istirahat. Terserah saja apa yang diinginkan mertuanya itu. Menjamah khansa pun tak minat sekali dirinya. Cara khansa yang licik membuat dirinya enggan untuk berbuat baik pada gadis itu. Bahkan dia harus merelakan azura demi menyelamatkan istrinya itu.
Keesokan harinya di rumah sakit.
" Pak ... Keadaan nyonya sudah stabil. Hari ini bisa di bawa pulang," ucap Adelia sambil mengedipkan mata ke arah edward agar berbicara normal
" Baiklah dokter terima kasih atas bantuannya," jawabnya menimpali.
" sama-sama. Nyonya azura jika membutuhkan konsultasi anda bisa menghubungi saya langsung," Ucap adelia dengan tersenyum.
" Oke dokter thank you," jawab azura tersenyum dengan cantiknya.
Adelia pun permisi. Dia juga segera menghubungi seseorang dari ruangannya. Dia menghela nafas saat bisa membantu untuk istri sang pak dosen. Dia harap kebaikannya ini berguna bagi orang lain.
" Siang pak!" sapa adelia di sambungan seluler.
" Siapa??" ketus Reyhan.
" Katakan ada apa? Saya sedang sibuk," tanya Reyhan terkesan buru-buru.
" Ada salam dari seseorang," ucap adelia mulai serius. Namun Reyhan malah menganggap hal itu bercanda dan tidak penting.
" Jangan bercanda kamu! Saya sedang ada pekerjaan saat ini. Matikan telponnya sekarang!" seru Reyhan.
" Pak please ... Salam dari tuan edward! Semuanya sudah dia lakukan. Foto kartu namanya sudah saya kirim via pesan jangan lupa di hapus setelahnya dan satu lagi putra anda sudah lahir," jawabnya kemudian mematikan ponsel.
Tut. Tut. Tut.
Sambungan seluler itu terputus dan membuat Reyhan tercengang tak percaya dengan apa yang di katakan oleh mahasiswi yang dia kenal baru beberapa saat namun dia mengatakan hal-hal yang telah dia tunggu setelah berbulan-bulan lamanya.
" Itu anak siapa??? Edward kenapa berkirim pesan dan kenapa gadis itu mengatakan bahwa itu adalah putraku????" gumamnya.
Reyhan pun segera membuka ponselnya dan mengganti nama penggunanya. Reyhan segera menyimpan nomor edward. Dia ingin mengetahui keadaan azura saat ini. Dia telah mencampakan gadis itu begitu saja beberapa bulan lamanya. Dia menyesal namun bahagia karena tidak terancam. Dia sengaja menggunakan 2 pengguna dalam ponselnya dan itu sangat tersembunyi. Itu demi dia bisa mendapatkan koneksi tentang edward dan azura.
" Thanks adelia aksesnya," ucapnya dalam hati.
__ADS_1
Di kediaman Azura ...
Semua oramg di sana nampak sangat sibuk sekali dengan kedatangan si kecil. Mereka sudah menyiapkan semua. Nampak Dzul dan Sang istri merapikan kamar baby. Mereka kolaborasi untuk membahagiakan si kecil yang belum tahu apa-apa. Aneh. Tapi setidaknya si baby pasti merasakan betapa kedua om dan tantenya itu sangat sayang.
Di sisi lain ...
♡ Ed! Kaukah itu? tanya Reyhan di kala dia menurunkan barang-barang azura.
♡ Ck. Kenapa kau baru muncul saat aku mengabarimu. Setidak penting itukah diriku ini dalam kehidupanmu.
♡ Bukan tidak penting ed! Aku bahkan tak bisa menjangkau adikku sendiri. Aku hanya ingin terbaik untuk kalian.
♡ Kalian siapa maksudmu?!
♡ Kau dan Azura. Bagaimana ? Ku dengar putramu sudah lahir?
♡ Oh ... iya putraku itu sudah lahir. Tidakkah kau ingin berkunjung ke kawan lama. Hmmmm....
♡ Kenapa kau mengharapkan kehadiranku ed! Tidak takutkah jika zura akan kabur bersamaku???
♡ jika dia kabur maka akan aku bawakan juga putranya sekalian. Untuk apa aku merawat anak tanpa ada ibunya. Aku tak memiliki stok ibu dalam hatiku.
♡ Hahaha. Jangan kejam ed! Kau tak pantas demikian.
♡ Kau pun demikian Rey. Tak pantas jika menceraikan seseorang dalam keadaan hamil.
Degh.
♡ kenapa diam Rey??? Apakah kabar dariku membuatmu keluh?
♡ Jangan bercanda ed! Ini masalah serius.
♡ Aku serius sekali. Aku sudah merawat mereka selama kau tak ada tidak kasihan kah dirimu padaku ed! Benar-benar bapak durhaka!
♡ Ed! Kau bercanda kali ini.
♡ Datanglah! Cari cara untuk bisa pergi kemari.
Sambungan seluler itu pun terputus begitu saja.
__ADS_1
Likèeeeeeeee dong ya!