
Setelah rangkaian acara yang di adakan private di bawah tadi sekarang Miqdam dan Jennara sudah berada di dalam kamar Jennara untuk beristirahat sebelum mereka melanjutkan acara resepsi di gedung.
Miqdam membukakan pintu dan mempersilahkan Jennara masuk terlebih dahulu,Jennara duduk di depan cermin melepaskan atribut yang ia kenakan tadi,Miqdam berjalan mendekati Jennara.
"Mas bantu ya" Miqdam melepaskan satu persatu jarum yang menempel.
"Terimakasih mas" Ucap Jennara menatap Miqdam dari kaca.
Tatapan mereka mengunci satu sama lain,Pancaran kebahagiaan memenuhi penglihatan mereka berdua, Miqdam tersenyum manis dan mengecup kepala Jennara sayang.
"Sini mas bantu buka gaun nya" Tawar Miqdam meraih pinggang Jennara.
Wajah Jennara seketika berubah merah,Jennara malu berada dalam situasi seperti ini karena ini kali pertama Miqdam dan dirinya berdekatan terlalu intim.
"Ga apa-apa mas,aku bisa sendiri kok" Tolak Jennara malu.
Miqdam menahan tawanya saat melihat wajah merah istrinya,Sungguh lucu wajah Jennara ketika malu,Tolakan Jennara tidak membuat Miqdam melepaskan Jennara melainkan semakin membuat Jennara lebih dekat kepadanya.
"Kenapa?,emang bisa buka gaunnya sendiri,ini susah loh buka nya" Goda Miqdam menggerayangi tubuh belakang Jennara.
Jennara memelototkan matanya merasakan tangan Miqdam yang semakin kemana-mana,"Mas minggir dulu aku mau mau ganti baju"Tangan Jennara berusaha menurunkan tangan Miqdam yang berada di belakang sana.
Jennara bukan menolak ataupun melarang Miqdam menggerayangi tubuhnya,Jennara sadar jika dirinya sekarang sudah menjadi milik Miqdam dan Miqdam bebas melakukan apapun,Hanya saja Jennara masih malu.
"Muka nya merah gitu?,malu ya?"Goda Miqdam lagi menaik turunkan alisnya yang mana membuat Jennara menyembunyikan wajahnya di dada Miqdam karena malu.
Tawa Miqdam pecah melihat istrinya yang bersembunyi karena malu,Miqdam mengeratkan palukannya pada Jennara,Menciumi kepala Jennara berkali-kali.
__ADS_1
"Maaf ya mas bercanda tadi" Ujar Miqdam masih memeluk Jennara.
"Terimakasih ya sudah mau menjadi istrinya mas,mas bahagia sekali bisa menjadikan adek istri mas,mas janji akan buat adek selalu bahagia,jika mas menyakiti adek, adek bisa hukum mas apapun itu mas akan terima tapi mas mohon adek jangan tinggalin mas ya" Ucap Miqdam mengunggakapkan isi hati nya kepada Jennara.
Jennara melepaskan pelukannya dari Miqdam,Ia tidak suka dengan perkataan Miqdam yang terakhir,"Aku juga bahagia bisa menjadi pilihan mas dari banyak nya wanita di luaran sana yang lebih baik dari aku,tapi aku tidak suka dengan ucapan terakhir mas"
"Kenapa dek?" Tanya Miqdam tak mengerti.
"Aku ga suka mas bilang seperti itu,memang nya mas punya cita-cita mau menyakiti aku ya?"Jennara menatap mata Miqdam.
Miqdam menggeleng-gelengkan kepalanya setelah itu mendaratkan ciuman nya di bibir Jennara yang membuat Jennara melotot tak percaya,Awalnya hanya ciuman biasa tapi lama kelamaan Miqdam mendalami ciuman itu.
Jennnara yang awal kaget dan sedikit berontak lama-lama menjadi terbiasa mengikuti kemauan Miqdam,Ciuman itu hanya terjadi sebentar karena Miqdam takut tidak bisa mengontrol lebih jauh dirinya dan juga juniornya.
Miqdam membersihkan bibir Jennara yang sedikit berantakan terkena lipstik karena ulah Miqdam,"Sembarangan aja bicaranya,Mana mungkin mas mau menyakiti adek,Mas hanya berkata seandainya tapi itu bukan berati mas mau melakukannya" Jelas Miqdam.
Tangan Jennara terulur membersihkan bibir Miqdam yang juga terkena lipstik,"Janji ya mas ga akan menyakiti aku"
"Yasudah ayo ganti baju setelah itu kita istirahat,Masih ada waktu 4 jam sebelum acara resepsi di mulai" Ajak Miqdam yang kali ini langsung di angguki Jennara.
Miqdam membalikan badan Jennara untuk membantu membuka kancing gaun,Satu persatu kancing yang ada di gaun itu di buka Miqdam dengan perlahan,Awal-awal tidak ada masalah bagi Miqdam namun saat kancing baju sudah sampai setengah yang dibuka,Miqdam harus menahan nafsunya.
Apalagi saat melihat punggung Jennara yang terlihat putih halus,Miqdam berkali-kali menelan air liur nya untuk menghilangkan nafsu,Mata Miqdam terus memperhatikan punggung mulus Jennara sampai ia lupa untuk meneruskan membuka kancing gaun.
Jennara yang merasa heran karena Miqdam tidak meneruskan pekerjaan nya mendongakan keplanya menatap Miqdam dari kaca,"Mas" Panggil Jennara.
"Mas Miqdam" Panggilnya lagi.
__ADS_1
"Mas sayang" Panggil Jennara untuk yang ketiga kalinga sembari tangannya memukul lengan Miqdam pelan.
Miqdam berjungkit kaget,"Hah iya kenapa dek"
"Mas ngeliatin apa sih dari tadi diem saja di panggil-panggil?,Ini udah belum aku pegel berdiri terus?" Kesal Jennara yang sudah membalikan badanya menghadap suaminya dengan wajah cemberutnya mentap Miqdam.
Miqdam menggaruk kepalanya yang tidak gatal,"sedikit lagi selesai dek,Maaf ya tadi mas ga fokus" Miqdam membalikan badan Jennara kedepan lagi namun Jennara berbalik lagi.
"Mas liat apa?,mas tidak sedang berfikir untuk melakukan itu sekarang kan?" Tebak Jennara yang memang benar adanya.
Miqdam meringis mendengar tebakan Jennara"Keliatan banget ya dek kalau mas mau itu"
Jennara sedikit kaget mendengar jawaban Miqdam,Ia tidak menyangka jika tebakan nya benar namun buru-buru Jennara menetralkan rasa kagetnya.
"Mas mau sekarang?"Tanya Jennara lagi.
Miqdam diam sebentar menimang-nimang keinginan nya,"Engga dek nanti malam saja,Sekarang kita istirahat dulu" Akhirnya Miqdam memutuskan untuk tidak melakukannya sekarang.
Miqdam melanjutkan membuka kancing gaun Jennara,Setelah selesai mereka bersih-bersih dan langsung merebahkan tubuh mereka di atas ranjang.
"Mas mau peluk boleh" Ijin Miqdam di telinga Jennara yang sudah memejam kan matanya.
"Iya boleh mas" Jawab Jennara pelan karena rasa kantuk yang sudah menyerang.
Miqdam langsung memeluk tubuh Jennara setelah mendapatkan ijin,Ia menghirup wangi bunga sakura yang ada di tubuh Jennara,Namun sial nya bukannya Miqdam bisa tertidur pulas justru sebaliknya Miqdam tidak bisa tidur padahal mata nya sudah mengantuk,Sedangkan Jennara sudah terlelap sedari tadi.
Semakin Miqdam erat memeluk Jennara semakin juniornya meronta-ronta di dalam sana,Sebisa mungkin Miqdam menahan gejolak laki-laki nya agar tidak kelepasan,Ia takut jika kelepasan tidak akan bisa menahannya dan akan membuat acara resepsi yang sudah di persiapkan tidak jadi terlaksana karena mereka berdua yang kelelahan.
__ADS_1
"Hey kau bersabarlah sebentar,sekarang bukan saatnya kau lepas,tidurlah lagi aku juga sudah lelah menahan mu" Beo Miqdam pada juniornya dengan wajah lelah.
Bukannya tertidur juniornya malah semakin meronta-ronta,Akhirnya Miqdam turun dari ranjang dan masuk kekamar mandi,Ia memilih untuk mandi lagi dengan air dingin untuk menetralkan hawa nafsunya yang menggebu-gebu.