
Di balik kebahagiaan Miqdam dan Jennara yang sedang berbulan madu di Norwegia,Seorang wanita tampak lemas setelah mengerjakan pekerjaan rumah tangga di rumah majikannya.
Keringat membasahi kulitnya yang putih pucat,Rasa lapar membuat nya lemas dan berkeringat dingin,Sang majikan sudah memberikan nya jatah makan namun tidak ia makan karena makanan itu akan ia bawa pulang untuk anak nya di rumah.
Dengan sisa tenaga yang dia punya wanita itu membereskan tas nya dan setelah itu menemui majikannya,Wanita itu berjalan sempoyongan bahkan beberapa kali ia sempat menabrak lemari dan pintu.
"Permisi nyonya saya sudah menyelesaikan pekerjaan saya"Ucap wanita itu yang berlutut di lantai.
Sang majikan yang duduk di sofa dengan membaca majalah melirik sekilas ke arah wanita itu dan kembali membaca majalah yang ia pegang,"Lalu"Jawab majikan itu jutek.
Wanita itu diam sesaat memikirkan apakah ia harus mengutarakan keinginan nya atau tidak melihat suara dan raut wajah majikannya yang tidak bersahabat.
"Jika tidak ada lagi yang ingin kau bicarakan silahkan pergi,karena keringatmu akan mengotori lantai ku"Ujar majikan itu setelah menunggu wanita yang bekerja di rumahnya hanya diam saja.
Wanita itu sedikit gelagapan mendengar ucapan majikannya,"Maaf nyonya bolehkah saya meminjam uang untuk membawa ke dokter anak saya"Wanita itu mengutarakan apa yang ingin ia katakan sedari tadi.
Majikan wanita itu mendelik kesal dan membanting majalahnya kasar di atas meja,"APA YANG KAU KATAKAN,BARU KEMARIN KAU MEMINJAM UANG DAN SEKARANG KAU MAU MEMINJAM LAGI"Bentak majikan itu membuat wanita itu terperanjat kaget.
"Tolong saya nyonya,saya sangat membutuhkan uang itu,anak saya sakit saya harus membawanya kedokter"Mohon wanita itu mengatupkan kedua tangannya dengan air mata yang sudah mengalir.
Jika tidak benar-benar membutuhkan wanita itu tidak akan pernah mau untuk meminjam uang kepada majikannya,Alasannya selain kemungkinan kecil majikan nya meminjaminya uang ia juga harus kuat dan tabah menerima hinaan dari majikannya.
"Kenapa kau tidak meminta kepada ayah anak mu bukankah itu kewajiban nya,atau kau bingung memilih laki-laki mana yang menjadi ayah dari anak mu karena sangking banyak nya kau tidur bersama laki-laki"Hina majikan wanita itu dengan senyum miringnya.
__ADS_1
Wanita itu hanya diam menahan rasa sakit hati yang teramat sakit atas ucapan majikannya,Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa karena sebagian besar ucapan majikannya adalah benar.
"Saya mohon nyonya"Mohon wanita itu lagi dengan suara lirih.
Kesal dengan tampang memelas wanita yang berlutut di bawahnya majikan itu akhirnya memberi pinjaman kepada wanita itu,"Saya akan memberikan mu pinjaman tapi dengan syarat kau harus datang jam lima pagi dan tidak ada lagi jatah makan untukmu selama hutang mu belum lunas"
Wanita itu langaung mendongakan kepalanya menatap majikannya ia sedikit kaget dengan ucapan majikan nya,Bukan kaget karena tidak ada lagi jatah makan untuknya namun persetujuan majikan nya itu memberikannya pinjaman.
"Terimakasih nyonya terimakasih"Senang wanita itu ingin mendekati majikannya namun majikannya melarangnya dengan memberikannya tanda menggunakan tangannya.
"Saya tidak butuh terimakasih mu"Setelah mengatakan itu sang majikan meninggalkan wanita itu untuk mengambil uang.
Wanita itu mengucapkan syukur karena majikannya mau meminjaminya uang dan dia bisa membawa anaknya ke rumah sakit,Setelah mendapatkan uang itu wanita itu langsung pulang kerumah dan akan segera membawa anak nya ke rumah sakit.
Tidak ada sahutan wanita itu menebak anak nya pasti sedang tidur,Dan benar saja dugaan nya anak perempuan nya tengah tertidur dengan memeluk boneka kesayangannya.
Wanita itu duduk di ranjang memeriksa suhu tubuh putrinya yang ternyata masih panas,"Sayang bangun yuk makan dulu"Wanita itu membangunkan putrinya.
"Anak cantik umi ayo bangun,umi bawa makanan"Usapan lembut wanita itu berikan kepada putrinya yang berumur lima tahun.
Perlahan mata cantik itu terbuka mata yang sangat cantik menurut wanita itu,"Umi sudah pulang"
"Sudah sayang,makan dulu ya"Wanita itu menggendong putrinya membawa nya keruang depan untuk makan.
__ADS_1
Wanita itu dengan sabar dan telaten menyuapi putrinya yang ia beri nama Arsyila arunika yang memakan waktu cukup lama sebab sakit sariawan yang di derita putrinya.
Mata wanita itu berkabut menatap Arsyila yang tengah makan dengan wajah pucatnya,Wanita itu mengingat bagaiman perjuangannya untuk membesarkan Arsyila dari dalam kandungan hingga sebesar sekarang.
Jika mengingat hal itu hati wanita itu menjadi sakit,Banyak hinaan dan cacian yang ia dapat dari orang-orang,Bahkan karena hinaan dan cacian itu wanita itu sempat ingin mengakhiri hidupnya namun saat mengingat ada kehidupan lain di perutnya wanita itu sadar dan berjuang untuk melahirkan dan membesarkan anak nya walau ia tau perjuangannya tidak akan mudah.
Seringkali wanita itu berandai-andai jika ia tidak meninggalkan laki-laki itu pasti hidupnya tidak akan seperti ini,Jika ia tidak pergi dirinya dan laki-laki itu pasti sudah menikah,Jika dirinya tidak pergi ia tidak akan melalui kehidupan yang menyakitkan seperti saat ini,Dan masih banyak andai andai yang lainnya yang kini hanya bisa ia sesali.
"Umi tidak makan"Lamunan wanita itu buyar saat mendengar suara lembut Arsyila.
"Umi sudah makan sayang"Bohong wanita itu ia tidak ingin membuat anak nya khawatir.
"Kita makan bersama saja umi"Seperti tau jika umi nya tengah berbohong Arsyila menawarkan untuk makan bersama.
Wanita itu tersenyum,"Tidak usah sayang,makanan ini untuk Syila saja,umi sudah makan"Wanita itu bukan tak ingin makan hanya saja ia ingin anak nya makan dengan kenyang karena jika di bagi dua makanan itu tidak akam cukup.
Arsyila mengangguk sebagai jawaban,Wanita itu terus menyuapi Arsyila hingga makanan itu habis,Setelah makanan itu habis wanita itu menganti baju Arsyila dan membawanya kerumah sakit.
Mereka menaiki angkutan umum untuk sampai di rumah sakit, Di perjalanan suhu badan Arsyila tiba-tiba meningkat beruntung rumah sakit sudah tidak jauh lagi,Setelah sampai di rumah sakit wanita itu langsung mendaftar dan menunggu beberapa saat untuk sampai giliranya.
Setelah sekitar satu jam menunggu nama putri nya di panggil,Wanita itu langsung masuk ke dalam ruangan dokter,Dokter menjelaskan sakit yang di derita putrinya dan memberikan resep.
Wanita itu keluar dari ruangan dokter dan langsung menuju ke apotik untuk menebus obat,Namun langkahnya harus ia paksa untuk berhenti setelah melihat dua orang yang sangat ia kenali,Wanita itu bersembunyi di balik dinding dan berdoa semoga dua orang itu tidak melihatnya.
__ADS_1
Cukup lama wanita itu bersembunyi di balik dinding karena dua orang itu belum juga pergi,Suhu badan Arsyila terua naik dan wanita itu harus segera menebus obat,Wanita itu tidak tau apa yang harus ia lakukan ia ingin menebus obat itu tapi ia tidak ingin bertemu dengan dua orang itu,Dua orang itu adalah Satria dan Hilya sementara wanita yang bersembunyi itu adalah Meisya Nadya Alani.