
Acara resepsi yang mewah nan elegan di gelar di hotel Hwan,Kedua keluarga besar mengundang kurang lebih dua ribu tamu undangan,Jennara dan Miqdam duduk di kursi pelaminan setelah lebih dari satu jam berdiri menyambut jabat tangan dari tamu undangan.
Acara dari dua keluarga itu sengaja di satukan menjadi satu atas permintaan sang pengantin lebih tepat nya Miqdam,Miqdam memilih menggabungkan acara tersebut karena untuk mengejar waktu bulan madu yang sudah Miqdam rencanakan.
Jennara sendiri hanya pasrah mengikuti kemauan suaminya walau setelah ini tubuhnya akan terasa remuk,Jennara memijat kakinya yang pegal karena terlalu lama berdiri,Miqdam yang melihat hal itu langsung berjongkok di bawah Jennara.
"Mas mau ngapain?" Kaget Jennara melihat Miqdam berjongkok di bawahnya dan membawa salah satu kaki nya naik ke paha nya.
"Pegel ya dek kakinya?"Miqdam balik bertanya sembari tangannya memijit kaki Jennara.
"Sedikit"Jennara menjeda ucapannya,"Tapi ga apa-apa kok mas,mas berdiri yuk nanti di liatin tamu undangan" Lanjut Jennara mencoba membawa tubuh Miqdam berdiri namun gagal.
"Jangan perdulikan mereka dek,yang terpenting sekarang kaki adek dulu" Jennara di buat jatuh cinta lagi dengan kelakuan Miqdam yang sangat manis.
Jennara membiarkan suaminya memijit kaki nya karena sejujurnya ia sangat membutuhkan itu,Jennara melihat suaminya yang dengan telanten memijit kakinya,Rasa-rasanya ia menjadi wanita yang paling beruntung di bumi ini karena memiliki suami seorang Miqdam.
"Udah enakan dek kaki nya?" Tanya Miqdam mendongakkan kepalanya menatap Jennara yang sedang melamun.
Jennara tersentak kaget mendengar suara suaminya,"Hah iya udah enakan mas"
Miqdam tersenyum melihat kelakuan istrinya kemudian menurunkan kaki Jennara dan memakaikan kembali hels yang tadi di lepas.
Miqdam kembali ke tempat duduk nya tangan nya mengusap dahi Jennara yang sedikit berkeringat,Kedua orangtua mereka menghampiri Miqdam dan Jennara di pelaminan karena sedari dari apa yang di lakukan Miqdam kepada Jennara tak lepas dari pandangan kedua orangtua mereka.
"Kaki nya kenapa dek pegel ya?" Tanya Sandra yang sudah bejongkok memeriksa kaki anak nya.
"Sedikit bu"
"Ya sudah kalian keatas duluan saja,Ayo mas bawa istri nya ke atas" Pinta Hilya kepada Miqdam.
"Betul kata mama mas kalian ke atas duluan saja,kasian menantu papa kecapean"Uajar Satria juga.
"Iya mas kalian duluan saja biar tamu-tamu nya jadi urusan ayah sama papa" Gilang turut berbicara juga ia kasihan melihat putrinya kelelahan.
"Iya yah pah kami ke atas duluan ya" Miqdam berdiri menggenggam tangan istrinya.
Mereka para orangtua mengangguk setuju,Saat Miqdam dan Jennara akan turun pelaminan Rasya dan Bobby sedikit berlari untuk sampai di pelaminan.
__ADS_1
"Kalian mau kemana?" Tanya Rasya saat melihat Jennara dan Miqdam turun.
"Mau ke atas kak"Jawab Miqdam.
"Kalian mau bikin dedek ya" Seru Bobby yang mendapat pelototan dari semua orang.
"Bobby mulut nya" Peringat Sandra menatap tajam Bobby.
"Kenapa kalian semua memelototiku aku kan hanya tanya apakah salah?"Protes Bobby.
"Sudah kalian langsung ke atas saja jangan dengarkan Bobby" Rasya mendorong tubuh Miqdam agar segera membawa Jennara pergi.
Miqdam mengangguk dan setelah itu meninggalkan acara resepsi tersebut bersaa Bobby yang sedang mendapat cobitan dari Sandra,Di dalam lift Jennara menyenderkan kepalanya di bahu Miqdam.
"Capek banget ya dek?"
Jennara hanya mengangguk tanpa suara,Rasanya ia lelah sekali,Pintu lift terbuka Miqdam menggendong Jennara briddal style yang mana membuat Jennara terkejut.
"Masss" Pekik Jennara saat merasa dirinya terangkat.
"Turunin ih malu" Protes Jennara.
"Malu sama siapa?,disini hanya ada kita saja"jawab Miqdam sembari terus berjalan.
Jennara pasrah membiarkan Miqdam menggendongnya,Sampai di dalam kamar Miqdam menurunkan Jennara di atas ranjang kemudian mengecup keningnya.
"Mau mas dulu yang bersih-bersih atau adek dulu?"Tanya Miqdam sembari membantu Jennara melepaskan hiasan yang ada di kepala Jennara.
"Boleh aku duluan ga mas yang bersih-bersih" Jawab Jennara mengahadap Miqdam.
"Boleh dong sayang,Mau mandi bareng juga boleh"Miqdam menaik turunkan matanya.
"Masss" Tegur Jennara memukul lengan Miqdam pelan.
Miqdam tertawa puas setelah berhasil mengerjai istrinya,"Mas bercanda sayang,Ya sudah adek mandi duluan gih"
Jennara menganggukan kepalanya dan berjalan kekamar mandi,Setelah Jennara hilang di balik pintu kamar mandi, Miqdam melepaskan jas dan kemeja nya menyisakan celana panjang nya saja.
__ADS_1
Tiga puluh menit kemudian Jennara keluar dari kamar mandi menggunakan wardrobe,Miqdam yang melihat itu langsung berjalan mendekati Jennara.
Miqdam menarik tubuh Jennara mendekat padanya dan langsung melahap bibir Jennara,Miqdam menggiring tubuh Jennara ke arah ranjang dan merebahkan tubuh Jennara tanpa melepaskan tautan bibir mereka.
Kali ini Miqdam tidak akan menahan nya lagi,Miqdam akan membiarkan juniornya mencari hal yang disuakainya,Miqdam melepaskan tautan bibir nya saat Jennara sudah kuwalahan.
Nafas Jennara terengah-engah setelah Miqdam melepaskan bibirnya,"Maff ya" Ujar Miqdam mengusap bibir istrinya.
Jennara mengangguk,"Mas mandi dulu sana nanti keburu dingin"Jennara berusaha menjauhkan tubuh Miqdam yang berada di atas nya.
"Nanti sayang,mandinya belum wajib di wajib in dulu boleh?" Mohon Miqdam dengan kabut gairah yang terpancar di matanya.
Tidak tega melihat wajah memohon suaminya, Jennara menggukkan kepalanya tanda setuju dan setelah itu tanpa menunggu lama lagi Miqdam langsung menyerang tubuh istrinya dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi.
Jan terus berputar mereka baru selesai melakukan kewajiban sebagai suami istri setelah lewat tengah malam,Miqdam turun dari ranjang setelah munutupi tubuh istrinya yang sudah tidur karena kelelahan.
Miqdam mengecup kening Jennara lama,"Terimakasih untuk semuanya sayang"
Setelah itu Miqdam masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya,Setelah selesai Miqdam kembali naik ke atas ranjang memeluk istrinya erat dan tertidur,Malam ini dan seterus nya Miqdam akan tidur nyenyak di samping Jennara.
Dua anak manusia yang sudah resmi menjadi suami istri baru bangun setelah jam menunjukan pukul sepuluh,Mereka berdua melanjutkan tidur setelah melaksanakan ibadah bersama tadi subuh.
Miqdam bangun lebih dulu dari istrinya,Di tatap nya wajah ayu istrinya yang tadi malam menyebutkan namanya dalam pergulatan,Jarinya mengusap-usap bibir berwarna pink milik istrinya dan menciumnya.
Jennara yang merasa terganggu dalam tidurnya membuka matanya,"Selamat pagi istrinya mas"Sapa Miqdam memberikan morning kiss pada istrinya.
"Selamat pagi mas"Jawab Jennara menggeserkan tubuhnya untuk masuk dalam pelukan Miqdam.
Miqdam menciumi kepala Jennara yang harum sakura,Menghirup wangi sakura itu dalam-dalam,Sepertinya wangi Jennara sudah menjadi candu untuk Miqdam saat ini dan seterusnya.
"Bangun terus kita sarapan yuk,setelah itu kita siap-siap untuk nanti sore" Ajak Miqdam masih memeluk istrinya.
"Kita jadi berangkat ke Norwegia hari ini mas?"
"Iya jadi sayang,Mas sudah atur semuanya"
Miqdam berencana membawa Jennara untuk berbulan madu di Norwegia seperti keinginan Jennara sebelum mereka menikah dulu,Dulu Jennara pernah mengatakan jika ia ingin pergi berbulan madu di anorwegia sembari melihat keindahan aurora di langit Norwegia dan kali ini Miqdam mengabulkan keinginan istrinya itu.
__ADS_1