
Miqdam kembali ke rumah dilihatnya sang istri masih menangis di sofa,Miqdam mendekati sang istri dan duduk di sampingnya,Di bawanya Jennara dalam pelukan nya.
"Sudah ya jangan menangis lagi,mas sudah kasih pelajaran buat ibu itu"Ucap Miqdam menenangkan Jennara.
Jennara melepas pelukan dan menatap Miqdam,"Kalau seandainya aku benar mandul bagaimana mas?"Ujar Jennara putus asa.
"Sutss ga boleh bicara seperti itu,adek ga mandul waktu itu adek denger sendiri kan kata dokter adek ga mandul"Jelas Miqdam mengingatkan Jennara pada pemeriksaan mereka beberapa bulan yang lalu.
"Tapi kenapa aku belum hamil juga mas"Lirih Jennara menutup wajah nya dengan kedua tangannya.
Miqdam mengusap punggung Jennara berharap usapan nya sedikit membuat Jennara tenang,Miqdam merasa gagal sebagai seorang suami saat melihat istrinya menangis seperti itu.
"Sabar ya sayang,mungkin sekarang belum saatnya kita punya anak,mungkin Tuhan masih minta kita untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi agar ketika kita di kasih anak kita mampu menjaga dan mendidiknya dengan baik"Bijak Miqdam menasehati Jennara.
Jennara menghapus sisa air matanya setelah itu kembali menatap Miqdam,"Mas ga akan ninggalin aku kan?,mas ga akan minta untuk menikah lagi kan?,mas tetap masih mau menerima aku kan kalau aku ga bisa kasih mas anak?,mas ga akan selingkuh di belakang aku kan seperti cerita di novel-novel"Racau Jennara takut,Ia Jennara takut jika Miqdam akan meninggalkannya karena tidak bisa memberikan seorang keturunan untuk Miqdam.
Cup...Miqdam tidak langsung menjawab pertanyaan Jennara,Yang Miqdam lakukan malah memberikan kecupan di bibir Jennara yang sudah berbicara yang tidak-tidak.
"Mana mungkin mas mau ninggalin adek,apalagi sampai selingkuh di belakang adek,sekalipun mas ga ada kepikiran seperti itu"Miqdam menarik nafasnya sebentar,"Sebelum menikah mas sudah berjanji sama ayah ibu dan Rasya kalau mas akan selalu menyayangi adek dan akan selalu setia,jadi buang jauh-jauh fikiran adek jika mas akan berselingkuh,sekalipun kita tidak punya anak mas tetap akan bersama adek"Lanjut Miqdam yang membuat Jennara bernafas lega.
"Tolong mas jangan ingkari janji mas ya"Mohon Jennara dengan sorot mata yang teduh.
"Iya sayang mas janji,sekarang sudah ya sedihnya,kita jalan aja mau ga ke Mall atau nonton"Tawar Miqdam.
__ADS_1
Dengan senang hati Jennara mengangguki ajakan Miqdam,Miqdam membawa Jennara kedalam kamar mereka mandi dan bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan.
Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju Mall terbesar di kota mereka,Walau hati Jennara masih terasa sakit mengingat kejadian tadi namun Jennara berusaha untuk melupakan nya,Tangan Miqdam menggenggam tangan Jennara seolah Miqdam tidak ingin melepaskannya.
Tepat saat mobil berhenti di lampu merah Miqdam yang tidak sengaja melihat kearah samping sebrang jalan matanya terbuka lebar saat melihat seseorang yang sangat ia kenal dengan jelas,Mata Miqdam terus mengikuti kemana seseorang itu pergi sampai ia tidak sadar jika lampu sudah berubah warna.
Klaksonan dari pengendara yang berada di belakang nya bersaut-sautan,Jennara melihat Miqdam yang sedang diam dengan tatapan kosong langsung menyadarkan Miqdam,"Mas ayo jalan"Suara Jennara memanggil Miqdam namun tidak di hiraukan.
"Mas mas ayo jalan di belakang ngantri"Panggil Jennara lagi namun masih sama Miqdam tetap diam.
Jennara yang sudah merasa tidak enak dan takut di marahi pengendara lain akhirnya berteriak keras,"MAS SADAR LAMPU SUDAH HIJAU"Teriak Jennara yang langsung membuat Miqdam sadar.
Miqdam kagaet dan langsung menjalankan mobilnya,"Astagfirullah dek mas kaget"Reflek Miqdam mengelus dadanya setelah mobil melaju melewati lampu merah.
"Mas mikirin apa sih sampai bengong begitu,itu bahaya mas kalau tadi pengendara yang di belakang marah bagaimana"Omel Jennara kesal tidak biasanya Miqdam seperti ini.
"Kita pulang saja mas, lebih baik mas selesaiin pekerjaan mas dulu ,jalan-jalan nya lain kali saja"Ucap Jennara membuat Miqdam merasa bersalah.
Miqdam meraih salah satu tangan Jennara ia genggam dan ia cium,"Mas salah mas minta maaf ya,mas ga mau pulang mas mau jalan-jalan sama adek"Sesal Miqdam.
"Tapi pekerjaan mas"Jennara hanya berusaha untuk mengerti posisi Miqdam,Ia tau jika pekerjaan suaminya memang sedang menumpuk.
Miqdam tersenyum sekilas,Ini lah yang ia sukai dari istrinya,Istrinya selalu mengerti dirinya,"Ga apa-apa sayang,pekerjaan mas bisa di kerjain nanti"
__ADS_1
"Yasudah kalu begitu aku ngikut mas saja"
Setelah itu tidak ada percakapan lagi lebih tepatnya Miqdam yang tidak mendengarkan ocehan Jennara,Miqdam masih memikirkan seseorang itu,Andai saja ia tidak sedang bersama Jennara sudah pasti ia akan mengejar seseorang itu.
Jennara yang lelah mengoceh namun tidak ada jawaban dari Miqdam akhirnya diam,Ia tidak tau apa yang sedang terjadi kepada suaminya,Jennara mengambil ponselnya membuka pesan yang di kirimkan Lyla.
Lyla mengirimkan pesan kepada Jennara jika ada seseorang yang mencari nya untuk di buatkan gaun untuk hadian ulangtahun putrinya,Jennara menyanggupi pesanan itu dan meminta seseorang itu untuk datang lagi besok bertemu dirinya.
Selesai berkirim pesan Jennara menatap Miqdam yang masih tetap diam tanpa suara,Jennara tak ingin mengganggu apa yang di fikirkan Miqdam akhirnya Jennara ikut diam dengan memainkan ponsel nya.
Mereka sama-sama diam,Jennara yang sadar jika sebentar lagi sampai di Mall mematikan ponselnya dan menyimpannya di tas,Namum di saat yang seharus nya Miqdam membelokan mobil memasuki area Mall justru Miqdam terus melajukan mobilnya,Sungguh Jennara di buat bingung dengan Miqdam.
Jennara diam mengikuti kemana suaminya membawa mobil yang mereka tumpangi,Sampai Jennara merasa sudah cukup jauh akhirnya ia meminta Miqdam untuk menepi.
"Mas kita berhenti di depan dulu ya"Tangan Jennara mengusap lengan Miqdam lembut.
Miqdam menatap Jennara dan mengangguk kemudian menghentikan mobilnya,"Kenapa dek kita kan belum sampai"
Jennara tersenyum ia sadar suaminya sedang tidak baik-baik saja,"Kita sudah lewat jauh dari Mall mas"Ucap Jennara membuat Miqdam tak percaya dan langsung menengok kanan kiri.
"Astagfirullah kok bisa dek"Bingung Miqdam.
"Kita pulang saja ya mas,kaya nya mas butuh istirahat deh"Jennara mengusap kepala Miqdam dengan seulas senyum yang sangat lembut.
__ADS_1
Miqdam mengangguk setuju,"Maafin mas ya dek hari ini ga jadi jalan-jalan nya,sepertinya memang mas butuh istirahat dek"Jawab Miqdam dengan rasa bersalah.
"Iya mas ga apa-apa,yaudah yuk kita pulang"Ajak Jennara dan Miqdam langsung melajukan mobilnya.