
Dua hari berlalu sejak kejadian itu,Saat ini Jennara sedang menyiapkan sarapan untuk dirinya dan juga suaminya,Miqdam datang ke ruang makan dengan membawa dasi di tangannya yang belum di pakai.
Kebiasaan Miqdam setelah menikah adalah meminta Jennara untuk memasangkan dasinya padahal Miqdam bisa memakainya sendiri,Pernah sekali Jennara bertanya kenapa harus dirinya yang memakaikan dasi kepadanya,Dan jawaban Miqdam adalah ia terlihat keren kalau Jennara yang memakaikannya.
"Masak apa istriku?"Tanya Miqdam yang baru datang dengan menyerahkan dasi kepada Jennara meminta untuk di pakaikan.
"Hari ini masak udang goreng tepung,sayur bening bayam dan juga sambal"Jawab Jennara sembari mengambilkan nasi untuk Miqdam.
"Wah pasti enak sekali,mas ga sabar mau makan"Puji Miqdam dan ia langsung menyantap makanan yang sudah di siapkan Jennara.
Miqdam lebih menyukai makanan rumah yang sederhana di banding dengan makanan-makanan yang terbilang mewah,Apalagi jika Jennara yang memasaknya nafsu makan Miqdam bisa bertambah berkali-kali lipat.
"Mas pulang jam berapa hari ini?"Tanya Jennara setelah mereka selesai makan.
"Sepertinya mas pulang malam dek,mas hari ini ada janji bertemu dengan klien"Jawab Miqdam sembari membantu Jennara meletakkan piring di wastafel.
Mereka hanya tinggal berdua di rumah mereka,Jennara sengaja tidak memakai jasa asisten rumah tangga karena Jennara fikir ia masih mampu untuk mengerjakan semuanya sendiri.
Selesai mereka dengan urusan dapur mereka berdua berjalan bersama keluar rumah,Mereka harus kembali ke rutinitas mereka setiap harinya,Miqdam bekerja di kantor dan Jennara akan pergi kebutiknya.
"Mas berangkat dulu ya sayang"Pamit Miqdam.
Jennara meraih tangan Miqdam dan menciumnya,"Iya,Aku berangkat juga ya mas,mas hati-hati ya bawa mobinya"
"Iya sayang,adek juga hati-hati"Miqdam mencium kening Jennara dan mengecup bibir Jennara.
"Iya mas"Jawab Jennara memluk Miqdam.
"Kalau mas sudah sampai nanti mas telfon ya"Ucap Miqdam sebelum mereka berdua memasuki mobil masing-masing.
"Iya mas,Assalamualaikum mas"
__ADS_1
"Waalaikumsallam dek"Setelah itu mereka pergi ke arah yang berbeda,Hal itu selalu terjadi setiap pagi saat mereka akan berangkat bekerja,Belum adanya anak dalam rumah tangga mereka membuat mereka masih bisa bersibuk dengan pekerjaan masing-masing,Lain hal jika mereka sudah memiliki anak mungkin Jennara akan memilih untuk bekerja dari rumah agar tetap bisa bersama anaknya.
Tiga puluh lima menih kemudian Jennara sampai di butik,Jennara masuk kedalam ruangannya yang sudah terlihat rapih,Jennara duduk di kursi kerjanya dam mulai membuka buku yang berisikan catatan pesanan baju.
Sedang melihat catatan Jennara teringat kepada seseorang yang ingin membuatkan gaun untuk putrinya,Jennara bertanya-tanya apakah seseorang utu tidak jadi membuat gaun karena kemarin seseorang itu tidak datang ke butiknya padahal seseorang itu sudah memberikan DP untuk gaunnya.
Jennara memanggil Lyla,Bebarapa saat kemuidan Lylla datang,"Mba Jen panggil saya?"Tanya Lyla setelah masuk keruangan Jennara.
"Iya La,La seseorang yang kata kamu mau bikin gaun untuk anak nya itu kemana,kenapa kemarin dia tidak datang?"Ujar Jenanra sembari menunjukan catatan kepada Lyla.
"Oh ibu itu mba,saya juga ga tau mba kemarin saya sudah menghubungi ibu itu tapi nomornya ga aktif"Jelas Lyla.
"Oh begitu,kamu coba hungi ibu itu lagi ya La,kalau memang tidak jadi buat gaun kita harus kembalikan uang DP nya karena itu bukan hak kita"Perintah Jennara kepada Lyla.
"Baik mba nanti saya hubungi lagi ibu itu"Tepat setelah Lyla selesai bicara Mega karyawan Jennara yang lain masuk kedalam ruangan Jennara.
"Maaf mba mengganggu,"Ucap Mega yang sudah masuk,Sebelum nya ia sudah mengetuk pintu.
"Maaf mba di bawah ada tamu yang mencari mba,ibu-ibu yang mau buat gaun untuk anaknya waktu itu"Jelas Mega.
Jennara dan Lyla saling melihat baru saja mereka membicarakan ibu itu dan sekarang ibu itu datang,"Kamu suruh tunggu sebentar ibu itu ya Ga sebentar lagi saya turun,Oiya kamu jangan lupa kasih ibu itu minum sama cemilan ya"
"Iya mba,Kalau begitu saya permisi dulu"Mega membukukkan tubuh nya setelah itu ia keluar dari ruangan Jennara.
"Coba La kamu turun dulu kamu tanya gaun seperti apa yang ibu itu mau,Sebentar lagi saya susul kamu"Kata Jennara kepada Lyla.
"Baik mba"Lyla turun kebawah menemui ibu itu dengan membawa sebuah buku dan pensil.
Jennara memberekan pekerjaan nya dan setelah itu ia turun ke bawah,Jenanra menemui ibu-ibu yang ingin membuat gaun,Saat melihat ibu itu Jennara sedikit kaget melihat penampilan ibu itu namun buru-buru Jennara menetralkan dirinya.
"Hallo selamat pagi bu"Sapa Jennara.
__ADS_1
"Pagi bu"Jawab ibu itu.
"Perkenalkan bu ini mba Jennara pemilik butik ini dan yang akan membuatkan gaun pesanan ibu"Lyla memperkenalkan Jennara kepada pelanggan sebagaimana tugasnya.
"Saya Jenanra bu"Jennara mengulurkan tangannya.
Ibu itu membalas uluran tangn Jennara,"Saya Meisya bu"Mereka saling menjabat tangan.
"Sepertinya kita seumuran bagaiman kalau saya panggil mba saja ya"Ujar Jennara sembari tersenyum.
"Iya mba ga apa-apa"Jawab Meisya.
Seseorang yang ingin membuat baju itu adalah Meisya,Iya Meisya yang sama dengan masalalu Miqdam,Ntah apa yang di rencanakan sang pencipta sehingga mempertemukan Jennara dan Meisya.
Jennara tidak tau jika wanita yang di depannya ini adalah wanita yang masih di cintai suaminya sampai detik ini,Karena Miqdam tidak pernah mengatakan siapa wanita yang menyakitinya dulu dan Jennara pun tidak ingin tahu juga karena bagi nya itu sudah masalalu,Namun hal itu bisa saja menjadi penyesalan untuk Jennara suatu hari nanti.
Setelah berbasa basi kini mereka sedang membicarakan tentang gaun yang di inginkan Meisya untuk putrinya,Meisya menginginkan gaun yang cantik untuk putrinya sebagai hadiah satu-satunya yang paling mewah,Karena selama ini Meisya tidak pernah membelikan putrinya hadiah mewah dan baru kali ini,Dan itu pun dengan uang tabungan yang Meisya kumpulkan selama satu tahun ini.
"Saya janji saya akan buatkan gaun yang sangat indah dan cantik untuk anak mba Meisya"Janji Jennara setelah Jennara selesai membuat kilasan sketsa gaun.
"Terimakasih banyak mba,saya yakin gaun buatan mba pasti yang terbaik"Jawab Meisya dengan senyum manis.
"Terimakasih mba atas pujiannya,Oh iya kalau bisa lusa ajak putri mba untuk pengukuran ya mba"
"Baik mba lusa saya akan bawa putri saya,kalau sore bagaimana mba soalnya saya harus bekerja dulu?"Tanya Meisya karena lusa ia harus bekerja di tiga tempat.
"Iya ga apa-apa mba,nanti saya tunggu mba sama putri mba"Bals Jennara tersenyum ramah.
"Baik kalau begitu saya permisi dulu ya mba"Pamit Meisya.
"Iya mba hati-hati ya"Meisya mengangguk setelah ini ia pergi dari butik Jennara.
__ADS_1
Meisya meinggalkan butik Jennara dan tanpa ia sadari seseorang sedang memperhatikannya,Seseorang itu adalah orang suruhan Miqdam yang sedang mencarinya,Orang suruhan itu bingung haruskah ia memberi tahu tuan nya atau tidak karena wanita yang di cari tuan nya mengenal istri tuanya.