Dermaga Impian

Dermaga Impian
Bab 15


__ADS_3

Miqdam dan Jennara kembali ke hotel setelah menghabiskan malam di Trondheim,Langit malam di Trondheim sungguh indah membuat siapa saja yang melihat nya akan merasa kagum.


Mereka sampai di hotel saat tengah hari,Keadaan di luar yang sangat dingin membuat tubuh Jennara seperti membeku padahal dia sudah menggunakan baju berlapis dan juga syal namun tetap saja tidak bisa menghalau rasa dingin,Walau harus menahan dingin sepanjang malam Jennara tidak menyesalinya karena ke indahan langit yang ia lihat.


Sampai di dalam kamar Jennara merebahkan dirinya,Miqdam yang melihat itu mendekat ke pada istrinya dan menyelimutinya,"Istirahat sebentar habis itu mandi ya,mas siapain air hangat nya dulu"Ucap Miqdam setelah menyelimuti Jennara.


Jennara mengangguk sebagai jawaban,Setelah itu Miqdam pergi menyiapkan air panas mengisinya dalam bathtub,Sepeninggalan Miqdam Jennara sempat memejamkan matanya sebentar namun tiba-tiba ia tersadar hari ini belum memberi kabar kepada keluarganya.


Jennara bangun mengambil ponselnya yang ada di dalam tas,Setelah mendapatkan nya ia kembali ke ranjang,Jennara membuka ponselnya dan ada banyak pesan dan panggilan tak terjawab dari Ayah Ibu dan juga kakak nya,


Jennara tersenyum sekilas membaca rentetan pesan dari Ayah dan ibu nya terutama kakak nya yang berisi ocehan,Jennara melakukan panggilan vidio dengan nomor ibunya,Baru dering sekali panggilan vidio itu langsung di jawab.


"Assalamualaikum ibu"Salam Jennara saat sambungan vidio terhubung.


"Waalaikumsallam,adek kemana saja?,kenapa tidak mengabari ibu,?,adek sama mas baik-baik saja kan?, kalian ga terluka kan?"Rentetan pertanyaan Sandra tanyakan kepada putrinya yang tidak memberinya kabar sedari pagi.


"Ibu tenang dulu ya,adek sama mas baik-baik saja bu,adek baru sampai di hotel terus sempanjang perjalanan pulang tadi adek tidur dan ponsel mas habis batre jadi adek lupa kabarin ibu,maaf ya ibu"Jelas Jennara lengkap agar ibu nya tidak khawatir lagi.


Terdengar helaan nafas lega saat Sandra mengetahui keadaan anak dan menantunya baik-baik saja,Sedari pagi Sandra merasa sangat khawatir dengan putrinya karena tidak ada kabar sama sekali,Telfon dan pesan yang Sandra kirimkan pun tidak ada satupun yang di jawab karena itu lah Sandra sangat khawatir.


"Alhamdulillah ibu lega dengernya kalau kalian baik-baik saja,lain kali jangan begitu lagi ya dek,adek harus kabarin ibu dulu,kalau adek ga bisa adek minta mas buat kabarin ibu ya"Pesan Sandra kepada Jennara.


"Iya bu lain kali adek ga kaya gitu lagi"Janji Jennara.


Setelah itu mereka mengobrol melalui sambungan vidio,Jennara dengan antusias menceritakan keindahan langit di Trondheim,Sandra mendengarkan cerita anak nya dengan seksama,Sandra bersyukur anak nya bisa memenuhi keinginan nya untuk pergi bersama pasangannya.


Sedang asik mengobrol Miqdam keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan kolor yang menutupi juniornya,"Sayang air nya sudah siap ayok mandi"Suara Miqdam cukup keras hingga Sandra dapat mendengar ucapan menantunya.

__ADS_1


Jennara ternganga dan sedikit malu dengan kelakuan suaminya yang keluar hanya menggunakan kolor,Beruntung Jennara sudah mengembalikan kameranya menghadap dirinya karena sebelumnya Jennara membalikan kameranya kebelakang untuk memberi tahu kamar hotel yang ia tempati kepada ibunya.


Miqdam sendiri tidak tahu jika istrinya sedang melakukan panggilan vidio bersama ibu mertuanya,"Sayang ayok"Ajak Miqdam lagi yang belum menyadari tentang panggilan vidio istrinya.


"Sayang lagi ngapain kok diem aja mas ajakin mandi"Miqdam mendekat ke arah Jennara dan seketika ia tahu jika iatrinya sedang melakukan panggilan vidio.


"Mas malu ih kok ga pake celana sih"Bisik Jennara menjauhkan ponsel.


"Mas ga tau kalau adek lagi telfonan sama ibu"Jeda sebentar,"Mas malu dek tadi mas ngomong nya kenceng banget"Lanjut Miqdam dengan wajah malu yang menurut Jennara lucu.


"Lagian sih mas asal teriak aja,malu kan di denger ibu,ini juga kenapa cuma pake kolor aja"Jennara memegang kolor Miqdam.


"Ya mas kan ga tau kalau adek lagi telfonan sama ibu"


Tanpa mereka sadari Sandra mendengarkan semua percakapan mereka,Sandra geleng-geleng kepala dengan kelakuan pengantin baru itu,Tidak ingin mengganggu menantu dan putrinya Sandra mematikan panggilan vidio tanpa berpamitan kepada Jennara.


Mendengar bunyi pesan masuk Jennara langsung mengambil ponsel nya dan ternyata pesan dari ibunya,"Tuh kan ibu denger mas"Jennara menunjukan pesan dari ibu nya.


"Ya mau gimana lagi dek mas ga tau"


"Mas ini,malu tau mas"


"ibu pasti paham dek"Miqdam berdiri dan langsung menggendong Jenanra.


"Ayo sekarang kita mandi nanti keburu dingin air nya"Miqdam membawa Jennara ke kamar mandi,Jennara hanya pasrah saja menolakpun tidak akan bisa.


Mereka mandi bersama di dalam satu bethtub,Ntah apa yang mereka lakukan sampai air di dalam bethtub tumpah semua dan suhu air panas menjadi dingin,Mereka berada di dalam kamar mandi cukup lama,Setelah merasa puas mereka baru menyelesaikan acara mandi mereka.

__ADS_1


Miqdam menggendong Jennara yang sudah terlihat lemas,Menidurkannya di atas ranjang dan menyelimutinya,"Tunggu sebentar ya mas mau kebawah"Pesan Miqdam sebelum meninggalkan Jennara.


"Jangan lama-lama ya mas"Jawab Jennara setelah itu memejamkan matanya.


Jennara tidak bertanya untuk apa Miqdam ke bawah karena ia merasa lemas dan juga ngantuk,Miqdam turun ke restoran hotel ia menemui koki hotel meminta izin agar bisa memasak untuk istrinya.


Miqdam merasa kasihan dengan istrinya yang tidak cocok dengan rasa makanan yang ada di hotel ini,Karena itu lah Miqdam ingin memasakan sesuatu untuk istrinya sebagai hadiah untuk yang tadi.


Butuh waktu yang tidak sebentar untuk Miqdam menyelesaikan masakannya karena ini ke dua kalinya Miqdam memasakan untuk istrinya,Sebelumnya Miqdam pernah memasakan Jennara saat Jennara datang ke rumah orangtua nya dulu.


Masakan Miqdam selesai ia mencicipinya dahulu sebelum memberikannya kepada istrinya,"Lumayan hanya kirang garam sedikit"Ucap Miqdam sembari menambahkan garam di masakan nya.


Miqdam mencicipinya kembali,"Sempurna"Bangga Miqdam dengan masakannya.


Sebelum pergi Miqdam mengucapkan terimakasih kepada koki yang sudah mengizinkan nya untuk memakai dapur,Setelah itu ia kembali ke kamar karena ia sudah meninggalkan istrinya cukup lama.


Sampai di kamar Miqdam melihat istrinya yang sudah tertidur,Miqdam meletakan makanan di meja dan membangunkan istrinya,"Sayang bangun makan dulu ya"Ujar Miqdam pelan di telinga Jennara.


Jennara membuka matanya perlahan,"Mas sudah kembali"


"Iya sayang,ayok makan dulu habis itu lanjut tidur lagi"


Jennara mengangguk setelah itu turun dari ranjang di tuntu Miqdam,Jennara membuka lebar matanya saat melihat makanan yang ada di depannya,"Mas yang masak makanan ini"Tebak Jennara tepat sasaran karena yang bisa masak dan membentuk makanan seperti itu hanya Miqdam.


"Iya sayang mas tadi kebawah untuk masak buat sayang,mas tau sayang ga suka sama masakan disini kan"


Jennara merasa senang dengan perlakuan Miqdam,Karena itu Jennara langsung memeluk Miqdam dan memberikannya beberapa ciuman di wajah Miqdam sebagai tanda terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2